Berkarier sejak masih anak-anak tidak lantas membuat Angel Pieters (29) melupakan perannya yang kini berstatus sebagai seorang istri dan ibu dari anak semata wayangnya bernama Caspar Arsyanendra Wisesa (2).

Menjadi ibu bahkan mengubah banyak hal dalam dirinya ke arah yang lebih baik. Bukan hanya sebagai individu, tetapi baginya Caspar justru memberikan banyak inspirasi untuk kehidupan kariernya. Berkarier dan meluncurkan karya kini bukan hanya untuk eksistensi, tetapi sebagai wujud cinta darinya untuk sang anak.

Mengejar karier juga tidak lantas membuatnya kehilangan banyak waktu dengan Caspar. Baginya tidak ada momen yang lebih menyenangkan selain momen yang ia habiskan bersama putranya tersebut. Lalu seperti apa kehidupan Angel Pieters saat ini bersama keluarga kecilnya? Simak curahan hatinya dalam wawancara eksklusif bersama Mother & Beyond berikut ini, Moms.


image
Apa kesibukan Anda saat ini?

Kesibukan saat ini adalah mengurus anak, mengurus rumah tangga juga pastinya, dan sekarang lagi sibuk berkarya.


Apa yang berubah dari diri Anda setelah memiliki anak?

Sangat banyak yang berubah, mulai dari personality, decision making, dan waktu yang sekarang tidak sebanyak dulu. Kalau sekarang mungkin banyak enggak bergaul kali ya, kalau dulu kan masih bisa pergi-pergi, nongkrong-nongkrong, so many things change but change in a good way.


Hal apa yang paling membahagiakan dari memiliki seorang anak?

Aku sangat beruntung karena aku bisa menikmati rasa indahnya memiliki seorang anak. Dia (Caspar) ngapain aja tuh lucu gitu. Mulai melihat pertumbuhan dia dari bayi ya dari benar-benar masih merah sampai sekarang umurnya sudah mau tiga tahun itu rasanya pendek sekali. Pas awal-awal dia lahir, aku pernah berpikir kapan ya kesusahan, kesulitan, dan kebingungan pertama kali aku menjadi ibu itu akan berakhir gitu, tapi ternyata seiring berjalannya waktu, aku malah belajar banyak hal dari dia.

Kita pasti berpikir mereka adalah manusia kecil yang lemah ya tapi ternyata malah aku yang banyak belajar dari Caspar.

“Jadi rasanya yang paling membahagiakan itu sih simply just being with him makes me happy.”

image

Apa yang membuat Anda memutuskan untuk tetap berkarya setelah memiliki anak?

Aku pernah bahas ini berkali-kali sih sebenarnya, bahwa memang ketika kita melahirkan, ketika mempunyai seorang anak, perasaan yang paling berubah itu adalah a change of identity, tapi aku melihat point of view itu sebagai aku rebirth, hidup kembali menjadi manusia yang baru setelah aku memiliki Caspar.

Banyak sekali hal yang berubah. Sekarang aku memasuki fase baru yaitu mempunyai anak. Aku merasa secara karakter aku juga sangat berubah gitu. Itu yang akhirnya kalau di aku impact-nya adalah aku jadi ingin berkarir, tapi kan ada juga orang-orang yang memilih setelah punya anak mau di rumah dan mengurus anak, itu juga enggak masalah.

Jadi aku enggak mau meng-encourage orang-orang untuk berpikir bahwa setelah punya anak kita itu enggak bisa ngapa-ngapain. Menurutku itu adalah pemikiran yang salah tapi kalau kamu berpikir kamu enggak mau berkarier itu enggak apa-apa, karena buat aku semua itu pilihan. Tapi kalau di aku impact-nya malah aku ingin berkarya karena aku ingin anak aku melihat aku berkarya.

Aku mau memberi contoh itu kepada anakku supaya suatu hari dia juga tahu nih bahwa tidak ada yang gratis. Jadi dia bisa lihat bahwa oh bahkan ibuku juga bekerja sambil mengurus aku. Kalau di aku seperti itu tapi ini sebenarnya pilihan rumah tangga masing-masing.

“Buat aku, the best parenting advice and the best thing that I did so far with my husband right now is to show him an example.”

image

Apa struggling terbesar Anda setelah jadi ibu?

Pertama yang aku rasakan itu aku enggak tahu apa yang akan terjadi. Jadi pas aku hamil rasanya tuh bukan galau ya tapi enggak tahu aja akan jadi apa ya habis ini. Stepping into the unknown. Kita enggak tahu apa yang akan kita hadapi habis ini, kita enggak tahu apa yang akan kita alami.

Gimana ya cara mengurus manusia yang keluar dari tubuh kita, ngasih tahu mereka untuk hidup tuh gimana gitu. Kadang aku merasa aku saja masih berusaha gitu. Tapi kali ini aku harus mengurus another human being yang keluar dari perut aku, jadi I think one of my biggest fear is apa yang akan terjadi nanti. Tapi ternyata ini wajar saja terjadi.

Belum lagi di hari-hari pertama setelah melahirkan kan hormon-hormon drop itu benar. Jadi rasanya support dari pasangan dan keluarga itu penting banget. Belum lagi nanti seiring jalannya waktu kita berharap badan kita akan balik secepat mungkin kan. Makanya aku salut sekali sama working Moms, belum lagi wanita-wanita yang bisa memiliki tiga-empat anak, apalagi yang jedanya 1 tahun karena ya punya anak itu benar-benar is not easy on the body ya di badan manusia.

Jadi buat aku punya anak itu sangat spiritual sekali karena ada satu hal dalam diri kamu yang hilang tapi bukan berarti kita harus mengisi dengan hal lain tapi bagaimana kemudian kita bisa memperbaiki diri dan menjadi lebih baik.


image
Apa arti Caspar buat Anda?

Wah dia adalah separuh hidupku, separuh jiwaku. Aku termasuk ibu yang sangat bucin sekali sama anak aku. Dulu pas lagi hamil dan mau melahirkan, aku udah bilang pokoknya ini habis melahirkan aku akan langsung kerja tapi ternyata begitu melihat mukanya, aku enggak mau ke luar rumah, aku malah maunya di rumah terus. Itulah alasan kenapa aku bisa ngurusin Caspar tuh enjoy that so much.

Anda pernah bilang kalau setelah memiliki anak Anda menjadi versi terbaru diri Anda, memang seperti apa versi terbaru seorang Angel?

Versi terbaru aku, pertama aku jadi lebih berani meninggalkan hal-hal yang dulu aku enggak berani tinggalkan, kayak pertemanan, sifat-sifat aku yang kurang baik gitu. Dulu aku enggak berani untuk meninggalkan itu tapi setelah aku punya Caspar, aku menjadi lebih disiplin dan lebih ada motivasinya. Setelah punya dia malah kecintaan aku pada bermusik malah lebih tinggi.

“Aku juga merasa aku menjadi manusia yang lebih mau berjuang buat diri aku sendiri dan buat aku itu one of the most spiritual and amazing thing of having him.”

image

Anda pernah merilis single "Garis Tangan" yang disebut sebagai titik balik seorang Angel Pieters, bisa diceritakan mengapa?

Lagu Garis Tangan itu sebenarnya konteksnya kita tidak punya kontrol terhadap hidup kita. Nah salah satunya adalah memiliki Caspar itu di luar planning aku, bukannya aku MBA ya, hehe. Waktu itu aku sebenarnya sama suami setelah menikah maunya nabung dulu, kita mau satu tahun jalan-jalan dulu dan explore dulu karena aku menikah itu kan tergolong muda di usia 25 tahun, terus suami aku juga waktu itu baru merintis pekerjaan lagi. Jadi kami berdua enggak menyangka akan punya Caspar gitu. Nah dari situ ada satu lagu yang judulnya Garis Tangan. Jadi aku berpikir memang itu sudah menjadi garis tangan hidup kita dan kita enggak bisa mengontrol apa yang sudah diatur oleh yang Maha Kuasa gitu sih.


Belum lama ini Anda juga merilis single “Separuh Hidupku”, apa makna lagu tersebut buat Anda?

Wah lagu ini sih benar-benar kayak aku kan bahagia banget ya punya anak, terkadang banyak orang yang bilang kayak melihat aku mungkin bingung kali ya. Aku sih berharap teman-teman bisa lihat dan bisa ikut merasakan kalau hidup aku sekarang isinya Caspar aja gitu dan banyak inspirasi aku datangnya dari dia.

Nah di lagu Separuh Hidupku ini aku mengajak kedua teman aku juga untuk bernyanyi bersama, yaitu Neida dan juga Wizzy karena mereka juga baru memiliki anak. Jadi saat aku mau kolaborasi lagu ini aku bilang aku ajak siapa ya karena secara energi itu aku tergravitasi untuk merasakan hal yang aku rasakan. Jadi aku melihat mereka itu juga Moms yang bener-bener bahagia banget memiliki anak, jadi bisa enjoy the motherhood and I realize maybe for some people it’s hard to enjoy motherhood for whatever reason.

Tapi buat aku lagu Separuh Hidupku ini tuh lebih kayak selama kita masih bisa nempel sama anak, Aku pengen mengabadikan momen itu di sebuah lagu. Akhirnya terjadilah lagu Separuh Hidupku. Jadi lagu Separuh Hidupku itu lebih kayak ekspresi cinta aku buat Caspar.


image

Adakah tips dari Anda untuk menjadi ibu yang tetap tenang dalam menjalani motherhood?

I think being a mother and having a regulated nervous system is very important. Nah gimana sih caranya untuk meregulasi nervous system itu. Itu yang menurut aku adalah harus menjadi concern utama kamu. You need to love your body, you need to listen to your body, and you need to speak to your body. Karena anak itu sangat mirroring sekali dengan orang tuanya, bukan hanya apa yang kita lakukan, tapi buat aku nervous system itu lebih dalam lagi gitu. Itu tuh kayak ketenangan di dalam diri kamu yang kalau kamu bisa menjaga itu, misalnya dengan kamu olahraga, massage, meditasi, atau dengan yoga, melakukan hal dimana kamu mengurus badan kamu, itu dapat meregulasi nervous system kamu. Di situ anak juga akan ikut merasa lebih tenang. So I feel like academy is important but for me having a regulated nervous system is number one. MB


  • slider image
  • slider image
  • slider image
  • slider image
  • slider image
  • slider image
  • slider image
  • Writer: Rianti Fajar Ningsih
  • Photographer: Gustama Pandu
  • Digital Imaging: Gustama Pandu
  • Layout: Muhammad Rizwan & Sulthan Taqi Rabbani
  • Fashion Stylist: Vonda Nabilla Sari
  • MUA: Rommy Andreas Sasuwe (@rommyandreass)
  • Hair Stylist: Lauraa (@arsyndalaura)