Breastfeeding Freedom

No Rules, Just The Best Thing
For Babies


Setelah melahirkan, setiap ibu bisa dan berhak untuk menyusui demi memberikan ASI sebagai asupan terbaik dan utama bagi bayi. Yuk, jalani proses menyusui sesuai rekomendasi WHO agar harapan Moms untuk Si Kecil punya tumbuh kembang yang optimal terwujud!

Oleh: Vonda Nabilla dan Vonia Lucky/ND

Menyusui dan memberikan ASI, menjadi satu proses penting yang seorang ibu jalani setelah kelahiran sang buah hati. Dan setiap ibu tentu berusaha untuk bisa menyusui bayi mereka. Mindset ini pun perlu dimiliki seorang perempuan, bahkan sejak sebelum hamil. Prosesnya mungkin tidak mudah pada beberapa ibu. Akan ada tantangan yang Moms hadapi selama kurang lebih 2 tahun, sesuai rekomendasi dari WHO mengenai lama durasi menyusui. Maka, baik ibu baru ataupun yang sudah pernah menyusui tapi masih bingung di fase ini, perlu menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan dan mengatasi dengan bijak.

  Ada banyak keajaiban dari ASI yang bisa didapatkan bayi sehingga membuatnya memiliki tumbuh kembang yang optimal. dr. I. G. A. N. Partiwi, SpA, MARS, atau dikenal juga dokter Tiwi, menyebutkan bahwa komposisi ASI sendiri luar biasa dan sempurna. “Di dalam ASI ada DHA, sumber lemak, dan juga ada enzim-enzim seperti lipase. Nah, enzim inilah yang menyeimbangkan kadar enzim dalam tubuh, terutama usus bayi yang belum berkembang sempurna sehingga membantu melancarkan sistem pencernaannya,” jelas dokter Tiwi.

  ASI juga memiliki kadar laktosa yang cukup tinggi sehingga membuat bayi mengalami diare di awal proses menyusu. Tetapi, kondisi ini juga bisa diatasi dengan konsisten mengASIhi karena terdapat enzim yang punya peran untuk mengobati diare tersebut. Seperti diketahui bahwa laktosa merupakan komponen yang dibutuhkan untuk melapisi serabut saraf supaya dapat menangkap respon yang diterima oleh bayi. Dan ini baru dua komponen penting yang bisa didapatkan bayi, dari banyaknya komponen lain yang dibutuhkan mendukung tumbuh kembang Si Kecil.

Pentingnya Dukungan Untuk Lancarkan Proses Menyusui

Karena menyusui itu tak mudah, maka ibu memerlukan support system yang bisa memberikannya semangat untuk mengASIhi. Tenaga medis seperti dokter atau bidan tentu memiliki perannya sendiri dalam mengedukasi pentingnya menyusui dari awal kehamilan hingga proses menyusui berlangsung. Tetapi, yang harus memiliki mindset untuk menyusui tidak hanya ibu, melainkan juga suami, orang tua dan mertua, serta orang terdekat sang ibu lainnya. Kehadiran mereka, terutama di dua minggu sampai 1 bulan usia bayi menyusu, dapat sangat memengaruhi kelancaran ASI yang diproduksi sendiri dalam tubuh sang ibu.

  “Dua minggu pertama merupakan masa yang paling krusial dalam proses mengASIhi. Karena, ibu bisa saja alami kurang tidur hingga kelelahan mengurus bayi baru lahir, dan merasakan nyeri pada payudara maupun luka pasca melahirkan. Pada situasi ini, ibu memerlukan dukungan secara fisik maupun emosional yang bisa menjadi pengaruh besar dalam lancarnya proses menyusui,” tambah dokter Tiwi.


Menjaga Kualitas ASI

Faktanya, kualitas ASI akan terjaga dengan baik dengan persiapan yang dilakukan saat hamil, bahkan sebelum terjadinya kehamilan. Dokter Tiwi menyebutkan bahwa kualitas makan ibu, khususnya pada periode hamil harus baik. “Ibu hamil perlu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, yang mengandung karbohidrat, protein hewani, serta sumber lemak sehat. Cukupkan cairan tubuh dan rutin berolahraga. Pastikan juga durasi tidur sudah terpenuhi dengan baik dan tidak begadang,” ujarnya.

  Perlu diingat bahwa jumlah porsi makanan untuk ibu hamil juga harus pas. Apabila bumil terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat hingga penambahan berat badan berlebihan, maka dapat memengaruhi proses produksi ASI yang cenderung kurang. Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa 30 persen ibu hamil juga mengalami anemia akibat kekurangan protein hewani. Bumil juga disarankan untuk bisa menemukan sumber lemak yang baik, seperti pada beberapa jenis ikan (kembung, tuna, tenggiri), kacang-kacangan, alpukat, telur dan olive oil. Namun, kembali perhatikan porsinya agar tidak menimbulkan risiko kesehatan seperti kolesterol tinggi yang bisa terjadi selama kehamilan dan bisa memengaruhi produksi ASI.

  Kebutuhan cairan dalam tubuh juga perlu Moms catat supaya menghindari dehidrasi yang tentu memengaruhi kadar ASI. Pasalnya, seperti diketahui bahwa 80 persen kandungan ASI adalah air. Jadi, ibu menyusui disarankan untuk minum 2-3 liter sehari, terutama sebelum dan sesudah menyusui. Dan yang tidak kalah penting adalah mencukupkan kebutuhan vitamin D yang cenderung rendah di dalam ASI. Karenanya, busui perlu rutin berolahraga serta mengonsumsi asupan yang mampu memenuhi kebutuhan vitamin D, yaitu 600 UI untuk ibu menyusui, baik dari makanan maupun tambahan suplemen yang juga direkomendasikan oleh dokter.

Memberikan ASI Perah, Pilihan Terbaik Atau Bukan?

Semua ibu tentu ingin memberikan semua hal yang mendukung tumbuh kembang bayi secara sempurna. Proses menyusui langsung untuk memberikan ASI pun menjadi salah satu yang utama dan masih jadi yang paling terbaik dilakukan, terutama pada awal kehidupan bayi. Tiga bulan pertama setelah bayi lahir merupakan waktu yang dibutuhkannya untuk beradaptasi dari dalam rahim ke dunia luar. “Selama usia tersebut, bayi akan menyesuaikan dirinya dengan dunia yang bising dan terang, merasakan dirinya haus (atau lapar) dan harus minum ASI, serta kelak akan bermain,” tambah dokter Tiwi.

  Jadi proses menyusui bukan hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bayi saja, tetapi juga untuk:

  1. Kenyamanan bayi setelah lahir.
  2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi agar tidak rentan terkena penyakit.
  3. Stimulasi yang paling dini untuk mengoptimalkan perkembangan otak bayi dalam menerima rangsang sensorik.
  4. Melatih otot, khususnya di area mulut bayi.
  5. Bayi mendapatkan nutrisi terbaik.
  6. Menciptakan bonding yang kuat antara ibu dan bayi

  Meski begitu, faktanya ada beberapa ibu yang membutuhkan cara lain untuk menyusu, seperti memberikan ASI Perah. Ini tetap bagus dilakukan untuk memaksimalkan pemberian nutrisi di awal kehidupan bayi. Ada beberapa kondisi yang membuat seorang ibu pada akhirnya memberikan ASIP untuk Si Kecil, salah satunya pada ibu bekerja. Keterbatasan waktu memang jadi alasan utama dan ini pun bukan masalah besar karena ASI perah sendiri tetap bagus untuk bayi.

  Namun, Moms perlu mengetahui beberapa hal untuk menjaga kualitas ASI tetap baik selama penyimpanan hingga bisa diberikan kepada Si Kecil. Berikut panduannya:

  1. Untuk ASI yang baru diperah/pompa, simpan di wadah penyimpanan dengan suhu 25 derajat celcius dan bisa bertahan dengan durasi hingga 4 jam.
  2. Untuk ASI yang baru diperah/pompa, simpan di wadah penyimpanan dengan suhu 4 derajat celcius dan bisa bertahan dengan durasi hingga 4 hari.
  3. Untuk ASI yang baru diperah/pompa, simpan di wadah penyimpanan dengan suhu -18 derajat celcius atau lebih dingin, susu bisa bertahan dalam waktu sampai 6 bulan atau bahkan digunakan sampai 12 bulan sebelum diberikan pada bayi.
  4. Untuk ASI yang sudah dicairkan setelah dibekukan, simpan di wadah penyimpanan dengan suhu 25 derajat celcius dan bisa bertahan dengan durasi hingga 1-2 jam.
  5. Untuk ASI yang sudah dicairkan setelah dibekukan, simpan di wadah penyimpanan dengan suhu 4 derajat celcius dan bisa bertahan dengan durasi 1 hari (24 jam).
  6. ASI yang sudah dicairkan, tidak boleh dibekukan kembali.
  7. Jika ada sisa ASI yang tidak habis diminum, masih bisa digunakan selang 2 jam setelah bayi selesai minum.

Stigma Yang Membuat Ibu Tidak Bebas MengASIhi

  Memutuskan untuk menyusui dan memberikan ASI secara eksklusif artinya Moms memilih untuk memberikan nutrisi terbaik di awal kehidupan buah hati tercinta. Hal ini memang menjadi urusan pribadi dari masing-masing ibu. Tapi, stigma mengenai menyusui dan memberikan ASI juga tetap saja ada. Tanpa sadar pun bisa membuat seorang ibu merasa takut atau bahkan tidak sanggup menyusui karena stigma-stigma tersebut.

“Ibu tidak boleh menyusui di depan publik”

Hal ini tentu boleh dilakukan dengan penggunaan apron untuk melindungi Si Kecil selama proses menyusui. Namun, Moms dianjurkan untuk tetap di rumah khususnya selama 6 bulan pertama. Pasalnya, bayi masih beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim ibunya.

  Dokter Tiwi menjelaskan bahwa sistem kekebalan tubuh bayi belum sempurna dan vaksinasi pun belum lengkap. Jadwal menyusui, jadwal tidur, dan waktu menstimulasi bayi juga sebaiknya tidak berubah-ubah dahulu karena justru menyulitkannya untuk memiliki tumbuh kembang yang baik. Kalau bayi sudah lebih besar, misalnya sudah di usia 1 tahun dan kegiatan menyusui hanya 2-3 kali saja, dokter Tiwi menyarankan proses menyusui dilakukan sebelum keluar rumah atau setelah pulang bepergian.

“Kok, ibu tidak mau menyusui sama sekali?”

Sebelum ibu memutuskan untuk tidak menyusui atau hanya menyusui dalam periode tertentu saja, sebaiknya dengarkan penjelasan mengapa menyusui atau memberikan ASI itu sangat penting untuk kesehatan bayi terlebih dahulu. Dokter kandungan, bidan, dan juga dokter anak akan dengan senang hati menjelaskan bahwa sistem pencernaan, sistem kekebalan bayi, dan juga komposisi ASI dapat membantu bayi melewati 6 bulan pertama kehidupannya dengan lebih baik. Kegiatan menyusui sendiri bukan hanya terbaik untuk memenuhi nutrisi bayi, tetapi juga merangsang sensorik yang baik untuk perkembangan otak bayi.

  Meski begitu, dokter akan tetap menghormati keinginan dan keputusan ibu untuk tidak mau menyusui atau hanya memberikan ASI dalam periode tertentu saja.

“Menyusui bisa membuat payudara kendur”

Payudara itu adalah organ atau seonggok daging yang menempel pada otot dada. Bentuk payudara memang akan berubah mengikuti anatomi tubuh sejak masa kehamilan. Tetapi, supaya payudara tidak mudah kendur dan tetap kencang, penting untuk Moms rutin berolahraga. Dengan begitu, payudara tidak mudah kendur dan tetap kencang. Tetapi, perubahan bentuk tentu tidak bisa dihindari. Karena selama kehamilan pun, sudah mengubah anatomi payudara. Jangan lupa juga selama proses menyusui, sebaiknya memakai bra yang dapat menyangga payudara dengan baik.

Moms tidak perlu memikirkannya berlarut-larut, karena kebaikan dari menyusui adalah hanya untuk Anda dan bayi. Apabila Anda mendengar kalimat-kalimat seperti ini, jangan melupakan makna dari mengASIhi itu sendiri, ya.



Daftar Perlengkapan untuk Menunjang Masa Menyusui

Baik untuk Moms yang menyusui langsung maupun tidak, memiliki perlengkapan menyusui menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Perlengkapan menyusui diciptakan untuk membantu para ibu untuk menjalani masa-masanya menyusui Si Kecil. Terlebih, ketika Moms dihadapkan pada kondisi tertentu atau tantangan saat menyusui.

  Agar Moms tetap bisa menyusui di mana pun dan kapan pun, berikut beberapa perlengkapan penunjang masa menyusui yang harus dimiliki:

1. Pompa ASI

Pompa ASI merupakan alat pemerah ASI yang berguna untuk meningkatkan suplai ASI serta mencegah penyumbatan ASI. Alat satu ini akan sangat berguna bagi ibu pekerja atau saat ibu tak bisa memberikan ASI langsung pada Si Kecil. Berbagai jenis pompa ASI bisa Moms pilih, mulai dari pompa ASI manual hingga yang menggunakan tenaga baterai maupun listrik.

Pigeon GO MINI Electric Breastpump

  1. Ringkas dan ringan
  2. Isapan lembut
  3. Dapat menggunakan power bank dan adaptor
  4. Memiliki 2 mode penghisapan yaitu stimulasi dan ekspresi
Beli Disini

2. Kantong ASI

Kantong ASI merupakan salah satu wadah penyimpanan ASI perah yang terbuat dari bahan plastik, yang wajib Moms miliki. Wadah jenis ini menjadi solusi praktis dan mudah untuk menyimpan ASI, serta fleksibel saat dibawa bepergian.

Gabag Kolibri Classic 120 ml Honey Bear

  1. BPA Free
  2. Gamma Ray Pre-Sterilized Certified
  3. Double Zipper
  4. Clear design, bisa mengecek kondisi ASIP apakah masih layak pakai atau tidak
  5. Terdapat indikator thermal untuk mengetahui suhu ASIP
Beli di sini

3. Cooler Bag

Selain di freezer, salah satu alat penyimpanan ASI perah lainnya adalah cooler bag. Benda ini berfungsi untuk menjaga suhu ASI dan membuatnya tetap dingin ketika tidak dimasukkan ke dalam freezer.

MOOIMOM Cooler Bag

  1. Multifungsi dan mudah dibawa
  2. Terbuat dari material PEVA (Polyethylene Vinyl Acetate) yang membuat temperatur dan suhu ASI dalam cooler bag tetap stabil hingga 8 jam
  3. Terdapat kompartemen atas dan bawah
  4. Material tas poliester yang tahan lama
  5. Ritsleting dengan kualitas tinggi yang memungkinkan udara dari luar tidak masuk ke dalam tas
Beli di sini

4. Baju menyusui

Penggunaan baju menyusui bisa memudahkan Moms untuk menyusui di mana pun dan kapan pun. Umumnya, baju yang ramah ibu menyusui memiliki kancing atau bukaan pada bagian depannya, atau Moms juga bisa memilih baju dengan ritsleting di bagian sisi payudara.

Nyonya Nursing Wear - Catra

  1. Setelan blouse pendek dan celana panjang
  2. Terbuat dari bahan soft rib yang elastis, lembut, adem
  3. Terdapat bukaan menyusui kanan dan kiri tanpa kancing dan ritsleting
Beli di sini

5. Bra menyusui

Bra menyusui umumnya dibuat khusus dengan desain yang mampu menopang payudara dan menunjang kenyamanan para ibu menyusui. Biasanya bra menyusui juga tidak memiliki kawat pada cup-nya dan terbuat dari bahan yang lembut dan menyerap keringat. Pada bagian depan bra juga terdapat bukaan yang bisa ditutup kembali untuk memudahkan proses menyusui.

Eve Maternity Bra

  1. Terbuat dari bahan katun
  2. Terdapat bukaan menyusui dari depan
  3. Terdapat 4 kait belakang dan free extension.
Beli di sini

6. Bantalan Payudara

Bantalan payudara atau breast pad merupakan alat yang ditaruh di dalam bra, yang berfungsi untuk menutupi puting payudara dan mencegah ASI merembes di pakaian. Terdapat dua jenis bantalan payudara di pasaran, yaitu jenis bantalan payudara sekali pakai serta yang digunakan berkali-kali.

Dacco Mama Pad Flower 3D

  1. Bentuk solid dan sesuai bentuk payudara Ibu
  2. Penyerap dengan bentuk bunga yang lucu
  3. Polimer penyerap bermolekul tinggi
  4. Ada tape guna menstabilkan pad agar tidak bergeser
Beli di sini

7. Bantal menyusui

Bantal menyusui yang umumnya berbentuk huruf U, O dan persegi ini memiliki banyak manfaat untuk ibu menyusui bahkan Si Kecil. Selain dapat menjaga postur tubuh Moms, mencegah nyeri punggung dan pinggang, bantal ini juga bermanfaat untuk melindungi tulang Si Kecil yang masih rawan.

Morumotto - 5In1 Bantal Menyusui

  1. Terbuat dari 100% katun yang berkualitas
  2. Dapat digunakan sebagai bantal menyusui, bantal bayi dan sofa bayi
  3. Dapat digunakan sebagai kasur dan alas di stroller
Beli di sini

8. Celemek menyusui

Bila Moms menyusui di tempat umum, Anda akan sangat membutuhkan celemek menyusui. Benda ini berguna sebagai penutup dan pelindung payudara saat menyusui di ruang publik.

Nursing Cover Momaz

  1. Material lembut dan anti gerah
  2. Desain motif eksklusif
  3. Terdapat fitur celah sebagai sirkulasi udara dan memantau bayi saat menyusui
  4. Penutup full body sampai belakang
Beli di sini

9. Krim puting

Puting lecet merupakan salah satu masalah yang bisa dialami ibu saat menyusui. Untuk itu, tak ada salahnya untuk memiliki krim atau salep puting yang berguna untuk melembabkan dan meredakan masalah puting lecet saat menyusui.

Lansinoh HPA Lanolin

  1. Terbuat dari 100% lanolin yang merupakan bahan natural
  2. Meredakan rasa nyeri dan melindungi puting yang lecet
  3. Tanpa pengawet
Beli di sini

Negara VS Menyusui
di Depan Publik

Menyusui merupakan pilihan yang lebih mudah, sehat dan hemat dibanding memberikan susu formula. Meski anjuran memberikan ASI ini kerap digaungkan, di sisi lain beriringan pula munculnya stigma negatif tentang menyusui di ruang publik atau tempat umum. Bahkan beberapa orang mungkin menganggap kegiatan menyusui di depan publik sebagai tindakan seksual, memalukan, dan tidak bijaksana. Hal ini tentunya berdampak pada kebebasan ibu dalam memberikan ASI untuk buah hatinya

  Di Indonesia, kini sudah jarang ditemui pemandangan ibu menyusui di tempat umum. Pemerintah mengeluarkan PP. No.33 tahun 2012 yang mewajibkan adanya ruang laktasi di tempat publik, untuk mendukung pemberian ASI eksklusif di mana pun dan kapan pun.

  Meski demikian, nampaknya pro dan kontra tentang menyusui di depan publik ini masih sering dibicarakan. Terlepas dari apa yang dipikirkan masing-masing individu, beberapa negara diketahui memiliki pandangan, aturan atau undang-undang sendiri terkait menyusui di depan publik. Seperti apa pandangan tiap negara tentang hal ini?

1. Amerika Serikat

Hampir di semua 50 negara bagian di Amerika Serikat, menyusui di depan umum menjadi hal yang dilindungi hukum. Di 47 negara bagian Amerika, properti federal di Washington DC dan Kepulauan Virgin, bahkan memiliki undang-undang yang secara khusus mengizinkan ibu untuk menyusui bayinya di depan umum.

2. Australia

Menurut Undang-Undang Diskriminasi Seks federal tahun 1984, menyusui di Australia adalah hak. Melarang seorang ibu menyusui bayinya di mana pun dia mampu, tanpa memandang usianya, atau karena payudaranya terbuka saat menyusui bayinya, merupakan hal yang melanggar hukum. Pun dengan mendiskriminasi seorang ibu dengan pilihannya untuk menyusui.

3. Inggris

Dalam konferensi nasional di Inggris, Equality Act tahun 2010, mengindikasikan bahwa memperlakukan perempuan dengan kurang baik, dengan alasan ia sedang menyusui, dianggap sebagai diskriminasi. Diskriminasi dapat mencakup penolakan untuk memberikan layanan, menyediakan layanan dengan kualitas lebih rendah, atau menyediakan layanan dengan ketentuan yang berbeda.

  Negeri Britania Raya ini juga tak melarang warganya menyusui di ruang publik. Wanita dapat menyusui tanpa penutup menyusui di tempat-tempat umum seperti gedung umum, angkutan umum, taman, fasilitas olahraga, toko, restoran, rumah sakit, bioskop, dan pom bensin.

4. Belanda

Dalam konferensi nasional Belanda, undang-undang menyatakan bahwa selama 9 bulan pertama, seorang majikan wajib menyediakan ruang menyusui yang sesuai bagi ibu menyusui dan mengizinkan 25% waktu kerja digunakan untuk menyusui atau memerah ASI.

5. Afrika

Di Afrika, tidak ada undang-undang khusus terkait aturan menyusui di tempat umum. Namun, di banyak bagian benua, menyusui di depan umum adalah sebuah norma.

6. Nepal

Di Nepal, menyusui dianggap sebagai suatu keharusan bagi para ibu. Negara ini tidak memiliki undang-undang khusus tentang menyusui di tempat umum, namun hal ini dianggap umum dan dapat diterima secara luas.

7. Pakistan

Pakistan memiliki standar budaya yang ketat untuk kesopanan. Membiarkan payudara terbuka ketika menyusui diibaratkan mengumbar payudara dan dikaitkan dengan agama. Namun, aturan Islam Pakistan menerima dan menghormati menyusui di depan umum selama dilakukan secara diam-diam.

8. Arab

Menyusui di depan umum adalah hal yang umum di Arab. Meski perempuan di sana tidak boleh memperlihatkan bagian tubuhnya di depan umum, namun menyusui merupakan pengecualian.

9. Taiwan

Ada beberapa masalah besar di Taiwan terkait menyusui di depan umum, sehingga pada tahun 2010, undang-undang menyusui di depan publik telah melindungi hak untuk menyusui di depan umum. Sementara ruang laktasi diatur untuk menangani privasi dan menyediakan akses ke air panas dan listrik.

10. Filipina

Di Filipina, kegiatan menyusui dilindungi oleh berbagai undang-undang. Majikan di Filipina harus mengizinkan karyawannya yang sedang menyusui untuk bisa menyusui atau memerah ASI mereka. Tempat umum seperti pusat perbelanjaan dan sekolah, serta perkantoran juga harus menyediakan ruang laktasi yang terpisah dengan kamar mandi.

  Sementara itu, wanita dapat menyusui tanpa batasan dan diterima secara sosial di Malaysia, Thailand, Israel, Yordania, Bangladesh, dan Iran.

11. Jepang

Jepang dan Hong Kong tidak memiliki masalah dengan menyusui di depan umum, namun umumnya wanita di sana akan merasa tidak nyaman untuk melakukannya.



Celeb Mom

Tunjukkan Momen MengASIhi

Sebagai ibu, sudah sewajarnya bangga dengan keputusan untuk mengASIhi sang buah hati. Tak jarang Moms pun membagikan momen menyusui Si Kecil, termasuk para celeb moms dari dalam maupun luar negeri. Mereka pun berbagi sedikit pengalamannya dalam memberikan ASI sebagai asupan terbaik untuk anaknya. Siapa saja mereka yang tentu bisa menginspirasi Moms juga untuk mengASIhi bayi sejak lahir hingga usia 2 tahun? Intip di sini!

Hak-hak

Ibu Menyusui

Setiap ibu tentu ingin bisa memberikan ASI untuk anaknya. Namun dalam praktiknya, terkadang kita mengalami tantangan maupun hambatan yang akhirnya mempengaruhi kebebasan menyusui. Mulai dari tidak mendapat dukungan untuk melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), dipersulit atau dilarang menyusui dalam situasi atau tempat tertentu, hingga berbagai drama menyusui ketika sudah mulai kembali bekerja.


  Hal tersebut bisa terjadi karena ibu maupun pihak lain di sekitarnya tidak memahami hak-hak menyusui. Berikut ini hak-hak ibu menyusui yang perlu diketahui:

1. Hak untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Keputusan Menteri Kesehatan No. 450/MENKES/SK/VI/2004

“Para ibu yang baru melahirkan baru dapat menyusui bayinya 30 menit setelah melahirkan, yang dilakukan di ruang bersalin.”


2. Hak memberikan ASI dimana saja Pasal 128 UU Kesehatan

“Para ibu yang baru melahirkan baru dapat menyusui bayinya 30 menit setelah melahirkan, yang dilakukan di ruang bersalin.”


3. Hak menyusui bagi pekerja

• Pasal 83 UU No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan

“Pekerja/buruh perempuan yang anaknya masih menyusu harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja”


• Pasal 153 ayat (1)

“Pekerja/buruh perempuan yang anaknya masih menyusu harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja”



Tak Hiraukan
Stigma dan Mitos,

Cherly Juno Yakin
Menyusui Si Kecil

Menyusui merupakan salah satu kewajiban seorang ibu dalam fase mengasuh buah hatinya. Saat ditanya bagaimana perasaan Cherly Juno setelah berhasil lulus memberikan ASI eksklusif pada dua jagoannya, Ryu Alexander Panjaitan, 5 Tahun, dan Sean Giorgio Panjaitan, 23 Bulan, ia menjawab dengan lantang, “Happy banget!”.


  Tumbuh di keluarga yang secara turun-temurun tidak memberikan ASI, tak lantas membuat istri dari Arthur Chandra Hasudungan Panjaitan ini mengikuti jejak yang sama. Setelah banyak belajar dan menggali informasi tentang ASI dan menyusui, mantan personil girl band Cherrybelle ini memutuskan untuk menyusui anak-anaknya.

  Bukan tanpa tantangan dan di tengah munculnya stigma tentang menyusui yang ada, Cherly tetap teguh pada pendiriannya memberikan salah satu hak anaknya untuk mendapatkan ASI. Dalam wawancara eksklusif bersama Mother & Beyond, Mom Cherly menceritakan pengalamannya mengASIhi dua putranya, bagaimana ia menanggapi stigma negatif tentang menyusui, serta berbagi kunci sukses menyusui.

Apa yang meyakinkan untuk harus menyusui Si Kecil?

Sebenarnya keluarga besar saya tidak ada yang memberikan ASI. Namun karena dalam sebuah kesempatan, dalam sebuah seminar misalnya yang sering saya ikuti dulu, saya jadi belajar banyak tentang ASI dan menyusui. Mulai dari apa saja manfaat ASI, nutrisi yang terkandung di dalamnya, sampai bagaimana kiat sukses menyusui. Saya juga jadi tahu bahwa saat kita mengalami puting berdarah, obat terbaiknya itu justru Si ASI itu, bukan krim puting. Mengetahui banyaknya manfaat ASI, itulah yang akhirnya membuat saya yakin bahwa saya harus menyusui Si Kecil.


  Dukungan keluarga, terutama dari pihak keluarga suami yang memang full ASI, juga membuat saya semakin semangat dan penasaran ingin membuktikan keajaiban ASI ini. Jadi lets go, yuk menyusui. Dan ketika saya membuktikan, ternyata manfaatnya itu memang nyata terlihat pada anak pertama saya, seperti ia jadi jarang sakit.

Bagaimana pengalaman menyusui Ryu dan Gio? Apakah ada perbedaan?

Beda banget! Waktu anak pertama, mungkin karena baru jadi ibu ya, jadi masih banyak belum pahamnya soal menyusui. Akhirnya sering sekali saya mengalami masalah saat menyusui, seperti puting berdarah, salah latch-on, sampai hampir mengalami mastitis. Kendala-kendala yang saya hadapi saat itu, ternyata karena time management memberikan ASInya kurang tepat. Sementara saat menyusui anak kedua, karena sudah berpengalaman menyusui anak pertama, belajar dari kesalahan juga, saya sudah lebih percaya diri, jadinya lebih santai saat menyusui anak kedua.


Apakah Cherly langsung merasa down ketika mengalami masalah saat menyusui?

Tidak, saya tidak pernah memandang sesuatu itu dari sisi negatifnya dulu. Ketika saya mengalami hiperlaktasi, saya justru bersyukur banget. Saya malah bertanya kira-kira apakah ada ibu di luar sana yang membutuhkan ASI. Dengan kondisi ini, jadinya saya tidak hanya bisa menyusui Si Kecil saja, mungkin malah bisa membantu bayi lain yang membutuhkan ASI. Jadi untuk para ibu yang mungkin produksi ASI-nya sedikit, percayalah bahwa hormon oksitosin itu bekerja dalam tubuh kita. Kalau ibunya stres, ya ASI tidak akan banyak. Kalau ibu tidak makan dan minum yang bernutrisi, ya ASI yang diberikan pada si baby juga pasti tidak maksimal.


Saat mengalami kendala menyusui, tak sedikit ibu malah mendapat stigma bahwa ia bukan ibu yang baik karena tidak bisa menyusui anaknya dengan baik, bagaimana tanggapan Anda?

Sebelum mendengar banyak omongan atau komentar negatif dari orang, ada baiknya ibu memperbanyak wawasan soal ASI dan menyusui. Zaman sekarang, berbagai jurnal dan informasi kan sudah mudah didapat di internet. Jadi kalau ada ibu yang tidak bisa menyusui, mungkin bisa dicari tahu dulu apa alasannya, apakah ada masalah dengan bentuk puting kah, atau masalah lain. Karena prinsipnya, suplai ASI itu ada karena ada demandnya.


  Bagi ibu baru terutama, sebaiknya pilih rumah sakit yang memadai untuk pemberian ASI eksklusif. Dengan begitu akan banyak informasi seputar menyusui yang akan kita dapat. Misalnya waktu itu saya jadi tahu bahwa bila ASI belum keluar di tiga hari pertama, maka masih aman bila bayi tidak minum ASI. Bila di hari ke-4 ASI belum keluar, mungkin boleh dibantu dengan pemberian susu formula, tapi bukan berarti ibu berhenti mencoba untuk memberikan ASI pada Si Kecil.


  Jadi ibu jangan langsung stres dulu bila ASI nya tidak keluar di hari-hari pertama menyusui. Makanya penting juga kehadiran support system, entah itu suami, orang tua, mertua, sebisa harus mendukung dan meyakinkan Si Ibu bahwa ia pasti bisa menyusui Si Kecil.


Pernah merasa khawatir dengan keputusan memilih menyusui, karena mitosnya menyusui membuat payudara kendur?

Saya pernah mendengar mitos ini, katanya kalau perempuan menyusui nanti bentuk payudaranya tidak bisa kembali seperti semula. Menurut saya, urusan bentuk payudara berubah, akan kendur atau turun, itu urusan belakangan, bisa dipikirkan belakangan. Karena anak itu kan ciptaan Tuhan, pemberian dari Tuhan, jadi kenapa kita tidak memberikan yang terbaik. ASI itu kan, yang terbaik untuk Si Kecil, apalagi untuk anak kita yang punya alergi, ASI itu paling aman dan bernutrisi. Jadi yang penting, berikan dulu apa yang bisa diberikan untuk anak kita. Kalaupun bentuk payudara kita tidak kembali, bersyukurlah dengan teknologi yang sudah ada sekarang. Ibu mungkin bisa menjalani prosedur breast lift atau operasi payudara.


Bagaimana pendapat Anda tentang ibu yang menyusui di ruang publik?

Tidak masalah, saya pun pernah menyusui di ruang publik. Tapi pastikan sesi menyusui di ruang publik itu nyaman untuk Si Ibu dan orang-orang di sekitarnya. Dulu jaman saya masih kecil, saya sering lihat ibu-ibu yang menyusui tapi tidak menutupi bagian payudaranya. Dengan bingung saya bertanya kenapa tidak ditutupi. Saat itu ada ibu yang jawab, “enggak ada yang mau lihat juga, yang lihat juga malu kali”. Kalau jawabannya seperti itu, menurut saya ya karena orang lain malu lihatnya, kita yang menyusui jangan malah membuat keadaan semakin awkward. Jadi kalau kita menyusui di tempat umum harus tahu kondisi. Usahakan untuk mengenakan nursing cover (penutup menyusui), sebisa mungkin pakai baju yang nyaman dan busui friendly juga.


Bagaimana support system Cherly selama mengASIhi?

Luar biasa, keluarga saya sangat mendukung saya untuk bisa menyusui. Kebetulan saya lebih banyak menyusui langsung atau direct breastfeeding, nah keluarga selalu bantu, misalnya hal sederhana saja, membantu saya untuk memakai nursing cover. Saya ingat, di awal menyusui kan saya masih bingung, ibu mertua saya pun mengajarkan saya bagaimana perlekatan menyusui yang benar, sampai akhirnya ngerti sendiri.


  Asisten rumah tangga di rumah pun sangat gerak cepat. Mereka membantu saya untuk mencuci botol ASI perah. ASI itu kan mengandung lemak tinggi, ya. Jadi kalau misalkan botolnya tidak langsung dicuci, maka nanti akan berbau. Nah, karena mereka sudah tahu jadwal saya memompa ASI, jadi ketika sudah waktunya, mereka langsung ke kamar untuk inisiatif membantu mencucikan botol ASIP, jadi botolnya tidak dibiarkan semalaman, dan selalu fresh.

Apa ASI Booster andalan Anda?

Saya waktu itu konsumsi suplemen pelancar ASI. Ketika menyusui, rasanya saya tuh bisa langsung dehidrasi, mungkin karena cairan di tubuh kita ini diserap si baby ya, jadinya gampang haus. Dengan mengonsumsi suplemen itu, selain membantu memperlancar ASI, pasti ada pula manfaat untuk meningkatkan energi di tubuh. Lalu, tak lupa saya makan makanan yang bernutrisi, dan memenuhi kebutuhan zat besi. Karena saya ingat kata dokter bahwa ketika sedang menyusui, kalsium ibu bisa berkurang, yang nantinya berpengaruh juga pada zat besi yang ikut berkurang.


Apa kunci sukses mengASIhi ala Cherly?

Pertama, jangan pernah membandingkan kuantitas ASI mu dengan orang lain. Karena nanti yang ada kita malah stres sendiri. kedua, jangan lupa untuk makan makanan yang bergizi, dan konsumsi suplemen yang baik untuk ibu dan juga bayi. Somehow, for some reason, pasangan, orang tua atau mertua kita mungkin lebih concern soal apa yang terbaik untuk baby-nya saja, tapi lupa sama ibunya. Padahal ketika mengASIhi, ibunya juga harus sehat, kan. Kalau ibu sakit, ASI bisa berkurang. Jadi buat para suami, orang tua atau mertua, support lah istri, anak atau menantumu yang sedang mengASIhi. Karena pertama menyusui itu hemat, kedua ini juga akan berpengaruh baik untuk generasi kita di masa depan.





© 2023 Motherandbeyond