Bila digambarkan, sosok ibu yang tenang dan mindful mungkin patut disematkan pada Nikita Willy, 32. Bersama sang suami, Indra Priawan Djokosoetono, 34, gaya parenting yang mereka terapkan juga kerap menjadi inspirasi bagi banyak orang tua. Namun, di balik sosok ibu yang terlihat begitu tenang itu, ternyata ada sisi lain yang jarang terlihat. Seperti ibu pada umumnya, Nikita pun pernah dihampiri keraguan dan perasaan bahwa dirinya belum cukup baik untuk kedua buah hatinya, Issa Xander Djokosoetono, 4, dan Nael Idrissa Djokosoetono, 2.

Meski demikian, pada akhirnya bukan titel ‘ibu sempurna’ yang ingin diraih, melainkan ibu yang selalu hadir untuk anak-anaknya. Bagi Nikita, kehadiran Issa dan Nael menyadarkannya bahwa menjadi ibu bukan tentang mengetahui segalanya, melainkan tentang terus mau belajar, mendengarkan, dan hadir mengikuti setiap tahap tumbuh kembang anak.

Keinginan untuk terus belajar sebagai orang tua, hadir penuh untuk Si Kecil, dan mendukung anak untuk mengenal luasnya dunia dan bereksplorasi juga menjadi alasan kolaborasi Nikita Willy bersama Mother & Beyond mengadakan acara festival keluarga yang tak terlupakan di akhir tahun nanti.

Eksklusif di Mother & Beyond, simak selengkapnya cerita wanita berdarah Minang ini menjalani perannya sebagai ibu, menjaga keharmonisan dengan pasangan, dan serunya rangkaian acara Mom’s Corner FamFest x Mother & Beyond.


image
Apa hal dari kehidupan sebelum menjadi ibu yang paling Nikita rindukan? dan bagaimana Anda mencoba ‘bertemu kembali’ dengan versi diri tersebut?

Mungkin yang paling dirindukan itu momen-momen ‘me time’ yang enggak perlu dijadwalkan. Seperti bisa spontan olahraga, bisa nonton film sampai selesai, atau sekadar baca buku dengan tenang. Untuk ‘bertemu kembali’ dengan diriku, aku coba mengubah sedikit rutinitasku, dengan memulai rutinitas lebih awal.


Aku memulai hari pukul 04:00 agar tetap bisa punya jadwal me time sendiri sebelum anak-anak bangun. Setelah itu baru aku bisa hadir untuk anak-anak. Jadi peranku sebagai ibu tetap aku jalani, tetapi aku juga tetap terhubung dengan diri sendiri di tengah peran yang aku jalani ini.


Banyak orang melihat Nikita sebagai sosok ibu yang tenang dan mindful. Di balik itu, apa struggle sebagai ibu yang paling sering Anda rasakan tetapi jarang terlihat oleh orang lain?

Apa yang kebanyakan orang lihat itu adalah sepersekian detik dari apa yang benar-benar terjadi di belakang layar. Karena aku yakin, layaknya banyak ibu, yang kita handle dalam satu waktu pasti banyak sekali. Jadi pasti ada momen di mana ada rasa bersalah, rasa self-doubt, ada pertanyaan muncul seperti "apakah aku sudah cukup?", “apakah anak-anak happy?”. Tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai meyakini bahwa ketenangan itu datang dari diri yang sadar kalau kita sudah mau mencoba yang terbaik dan memberi ruang pada perasaan sendiri tanpa harus selalu tampil sempurna.


image

Nikita juga dikenal sebagai sosok yang senang belajar dan mencari informasi dari berbagai sumber. Apa yang membuat Anda merasa bahwa menjadi ibu bukan tentang ‘sudah tahu semuanya’, tetapi justru tentang terus belajar?

Ini mungkin yang juga menjadi salah satu core reason kenapa Podcast Mom’s Corner lahir. Karena aku yakin bahwa sebagai ibu, kita harus terus belajar, tidak ada sekolah formal bagaimana caranya menjadi ibu. That’s why aku enggak mau belajar sendiri, aku juga mau saling mengajak banyak ibu dan orang tua lainnya untuk meng-upgrade ilmu dan wawasan.

image

Dengan semakin banyak episode Podcast Mom’s Corner, aku semakin sadar bahwa parenting itu bukan ilmu pasti, setiap anak, setiap fase anak itu membawa pelajaran baru. Lewat buku, riset, sharing dengan para ahli maupun sesama ibu, semua itu bukan untuk mencari ‘jawaban final’, tapi untuk terus mengasah kepekaan dalam mendampingi anak sesuai kebutuhannya yang terus berubah.


“Aku semakin sadar bahwa parenting itu bukan ilmu pasti. Setiap anak, setiap fase anak itu membawa pelajaran baru.”

image
Apa perbedaan paling terasa dalam pengalaman Nikita merawat Issa dan Nael? Dan hal apa yang justru membuat Anda semakin menikmati perjalanan sebagai seorang ibu?

Menurutku pengalaman yang paling terasa antara Issa dan Nael adalah pada saat Issa, aku cukup merasa overwhelmed karena dalam satu waktu aku banyak menyerap ilmu baru, dan terasa penuh kehati-hatian, sangat terasa belajar dari nol. Lalu saat hadirnya Nael, ada rasa lebih percaya diri, tapi juga muncul tantangan baru, di mana aku harus membagi perhatian dan energi untuk dua kepribadian yang berbeda. Justru dengan ini hari-hariku sangat berwarna karena setiap anak itu unik dan berbeda, kita sebagai ibu yang harus berusaha selalu hadir dalam setiap langkah mereka, dan aku sangat menikmati perjalanan tumbuh kembang mereka.


image
Apa yang paling Nikita takutkan dalam perjalanan membesarkan anak-anak?

Ketakutan terbesarku adalah jika koneksiku dan anak-anak terputus, di mana aku tidak lagi menjadi ‘rumah yang aman’ untuk tempat anak-anakku pulang, serta aku tidak mampu hadir sepenuhnya di momen-momen kecil yang sebenarnya berarti besar bagi Issa dan Nael, karena masa kecil mereka cuma sekali, dan waktu berjalan begitu cepat.


Apa momen sederhana bersama Issa dan Nael yang paling sering membuat Nikita merasa, ‘ternyata menjadi ibu itu seindah ini’?

Seiring berjalannya waktu, kebersamaan bersama anak-anak adalah kuncinya. Entah itu saat di rumah, dalam perjalanan ke sekolah, menemani atau mengantar Issa dan Nael les, piknik di taman, ngobrol bareng anak-anak, dan bisa melihat mereka happy dengan apa yang mereka lakukan itu sangat berarti dan sangat indah buat aku. Apalagi ketika Issa atau Nael tiba-tiba memelukku tanpa alasan, pun ketika mereka sedih atau bingung kemudian yang mereka cari adalah aku, ibunya, itu pengingat bahwa kebahagiaan sebagai ibu sering datang dari hal-hal kecil yang tidak direncanakan.

image
“Kebahagiaan sebagai ibu sering datang dari hal-hal kecil yang tidak direncanakan.”

Apa hal yang paling ingin Anda dan suami tanamkan kepada anak-anak melalui keseharian mereka sebagai keluarga?

Rasa syukur dan empati. Menurutku satu-satunya cara untuk bisa menanamkan dua hal ini di benak anak-anak adalah dengan mencontohkannya. Bukan hanya lewat ajakan verbal saja, tapi mencontohkannya langsung melalui kebiasaan sehari-hari dan cara kami sebagai orang tua memperlakukan satu sama lain.


Seberapa penting bagi Nikita untuk memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain, bereksplorasi, dan mencoba hal-hal baru?

Buatku itu penting sekali. Bermain adalah cara anak belajar tentang dunia, mengenal batasan, dan membangun kepercayaan diri mereka. Bagiku memberi ruang untuk mencoba dan memberikan ruang untuk gagal jauh lebih berharga daripada terus-menerus mengarahkan atau mengontrol.


  • slider image
  • slider image
  • slider image
  • slider image
  • slider image

Menurut Nikita, kenapa family time menjadi hal yang penting?

Karena anak-anak tumbuh dengan sangat cepat dan momen ini tidak akan terulang. Family time bisa dimulai dengan menerapkan kebiasaan kecil seperti berusaha meluangkan waktu tanpa gadget, paling tidak kami usahakan minimal 15 menit ada waktu berkualitas bersama anak-anak, jadi saat itu kami benar-benar hadir untuk Issa dan Nael. Kegiatan sederhana yang biasa kami lakukan misalnya baca buku atau pillow talk sebelum tidur, ngobrol pada saat jemput anak sekolah, atau sarapan bareng bersama keluarga.


Bagaimana Anda dan suami menjaga agar satu sama lain tetap merasa menjadi pasangan, bukan hanya rekan dalam mengurus anak?

Aku meyakini bahwa a good family comes from a good parents, dan good parents ada karena istri dan suami saling hadir sebagai pasangan yang utuh. Bagi kami sesederhana mengapresiasi hal-hal kecil, meluangkan waktu ngobrol berdua, sekalipun ngobrolin hal-hal yang enggak penting itu penting untuk hubungan suami istri. Kita juga menyiapkan waktu untuk hangout berdua tanpa anak. Last but not least, yang tidak kalah penting adalah saling memberikan waktu me time agar ‘gelas’ masing-masing dari kita bisa penuh lagi.

“Good parents ada karena istri dan suami saling hadir sebagai pasangan yang utuh.”

image

Bagaimana Nikita mengatur quality time dengan suami maupun keluarga?

Pada saat quality time, aku sangat mengusahakan untuk tidak ada handle pekerjaan, aku biasakan handphone untuk diletakkan agak jauh dari pandangan. Fokus hanya untuk suami dan anak-anak. Yang pasti momen-momen seperti ulang tahun dan libur sekolah menjadi momen paling penting yang kita selalu usahakan untuk rayakan dalam kebersamaan keluarga.


Nikita dikenal gemar olahraga. Setelah menjadi ibu, apakah olahraga bagi Anda masih tentang menjaga bentuk tubuh, atau sudah punya makna yang berbeda?

Mungkin banyak orang sudah tahu bahwa cita-citaku itu menjadi seorang ibu. Tapi apalah artinya kalau aku tidak bisa membersamai anak-anakku dengan (Insya Allah) umur panjang dan fisik yang kuat. Jadi buatku, olahraga yang menjadi rutinitas keseharianku itu tujuan utamanya adalah menyiapkan fisik yang kuat untuk hadir dalam kehidupan anak-anakku, sekaligus bentuk rasa self-love aku terhadap tubuhku.


Mom’s Corner akan berkolaborasi dengan Mother & Beyond membuat acara festival keluarga di Desember nanti. Pengalaman seperti apa yang ingin Nikita hadirkan di event ini agar Moms, Dads, dan Si Kecil bisa pulang membawa bukan hanya keseruan, tetapi juga kenangan bersama?

Event-event parenting di Indonesia sekarang semakin banyak. Tapi kalau diperhatikan, kebanyakan masih hanya berfokus pada moms, anak, dan belanja. Peran dads sering terlewat, padahal dalam keluarga, ayah itu bukan cuma pendukung, tapi partner yang sama pentingnya dalam mengasuh anak.

Nah, itu yang membuatku excited soal Mom's Corner FamFest x Mother & Beyond ini. Bukan sekadar pameran parenting, tapi festival keluarga yang berlangsung selama tiga hari, yang aku harap menjadi happy place buat moms, dads, dan anak sekaligus. Karena di sini, bukan hanya satu pihak yang menjadi fokus, melainkan seluruh keluarga bisa menikmati momen, pengalaman, dan keseruannya bersama.

Aku ingin ada momen yang bisa dijalani bertiga, berempat, bahkan sekeluarga besar. Karena buatku, memori itu lahir dari pengalaman yang dijalankan bersama dan berkualitas. Kalau di FamFest ini parents dan anak bisa mencoba aktivitas bareng, orang tua bisa mendapatkan insight, atau sekedar mengisi waktu aktivitas anak, itu yang akan mereka ingat.


Mom’s Corner FamFest x Mother & Beyond menghadirkan edukasi, entertainment, shopping, dan berbagai aktivitas keluarga dalam satu tempat. Menurut Nikita, kenapa konsep seperti ini penting untuk keluarga masa kini?

Aku melihat bahwa kebutuhan orang tua saat ini kompleks banget. Sebagai orang tua kita harus terus belajar, bertumbuh selama membersamai anak, namun di sisi lain, orang tua juga butuh memperhatikan dirinya, menjaga relasi, termasuk memperhatikan kesehatan mental keluarga. Enggak hanya itu, kita juga butuh waktu buat have fun bareng anak, dan kadang butuh belanja kebutuhan keluarga. Biasanya semua itu tersebar di tempat dan waktu yang beda-beda, jadi orang tua yang sudah sibuk semakin susah mencari waktu untuk semua hal itu.

Nah, konsep Moms Corner FamFest x Mother & Beyond ini yang menyatukan antara edukasi, entertainment, shopping, dan aktivitas keluarga. Ini bukan cuma soal hiburan untuk anak, tapi juga soal menciptakan ruang yang menjadi platform untuk mendukung setiap orang tua, apa pun kebutuhan dan perannya. Plus, ini juga jadi tempat untuk mempertemukan orang tua lainnya. Jadi orang tua tidak merasa sendirian menjalani semua ini.


Menurut Anda, kenapa keluarga Indonesia perlu meluangkan waktu untuk datang ke Mom’s Corner FamFest x Mother & Beyond?

Di acara Mom’s Corner FamFest x Mother & Beyond semua orang akan pulang ‘membawa sesuatu’, bukan hanya anaknya saja yang happy. Jadi kalau biasanya event keluarga itu anaknya asyik bermain, sementara orang tua hanya nungguin, di FamFest ini konsepnya lebih ke satu keluarga, moms, dads, dan anak sama-sama dapat quality time, sama-sama mendapatkan insight dan pulang dengan ‘memories’.

Berbeda dengan event keluarga lainnya, FamFest ini betul-betul dibuat untuk dads juga, jadi dads bukan hanya jadi 'pendamping' moms dan anak saja. Kemudian, insight yang didapat bukan hanya soal nutrisi anak dan well-being mereka, tapi juga soal relasi orang tua sendiri, bagaimana pasangan bisa saling support di tengah membersamai anaknya, bagaimana pasangan bisa mendapatkan ‘peace’ di tengah banyaknya peran. Karena aku percaya, anak yang bahagia itu sering kali lahir dari orang tua yang juga saling menguatkan satu sama lain, yang membersamai mereka dengan ‘love and hope’, dan orang tua yang bahagia. MB

  • Writer: Vonda Nabilla
  • Photographer: Hadi Cahyono
  • Digital Imaging: Raghamanyu Herlambang
  • Layout: Muhammad Rizwan & Sulthan Taqi Rabbani
  • Fashion Stylist: Yudith Kindangen (@yudithnk)
  • Makeup Artist: Dany Barca (@danybarca22)
  • Hijab Stylist: Suci Aurelias (@suciaurelias)

Wardrobe Nikita Willy

  • Studio Jeje (@studiojeje) & Saya Tales (@saya.tales)

Wardrobe Issa Xander & Nael Idrissa

  • Stella McCartney Kids, Billieblush & Mayoral at Bimbi (@bimbistore)