Type Keyword(s) to Search
BABY

Ini Tanda-Tanda Bayi Kelelahan dan Cara Mengatasinya

Ini Tanda-Tanda Bayi Kelelahan dan Cara Mengatasinya

Meskipun tak banyak beraktivitas karena keterbatasan kemampuannya, bukan berarti bayi Anda tidak pernah merasa lelah. Moms. Ada saatnya juga ia merasa lelah, seperti halnya Anda. Jika sudah demikian, apa pun yang Anda lakukan untuknya akan menjadi serba salah.

Penyebab bayi menjadi lelah

Kelelahan pada bayi umumnya terjadi jika ia terlalu banyak menerima stimulasi, misalnya terlalu banyak bertemu orang, terekspos oleh suara bising atau musik keras dan cahaya terang. Ketika stimulasi itu terlalu banyak dalam waktu yang bersamaan, bayi Anda tentu akan lelah.

Ia juga bisa kelelahan jika kurang tidur, tidurnya tidak nyenyak, atau bepergian terlalu lama. Bayi baru lahir biasanya akan merasa lelah setelah 1,5 jam terjaga. Untuk bayi berusia 3-6 bulan, rasa lelah muncul setelah beraktivitas selama 2,5 jam.

Sementara itu, anak yang sudah bisa mengontrol gerakan tubuhnya, lebih mudah merasa lelah karena ia selalu ingin mengeksplorasi sehingga tidak sadar bahwa ia kelelahan. Jika sudah demikian, bayi Anda akan rewel dan sulit sekali untuk ditenangkan.

Tanda-tanda bayi lelah

John J. Fisher, dalam buku Johnson-Johnson from Baby to Toddler mengatakan bahwa sebagai ibu, Anda harus sensitif pada sinyal yang diberikan bayi Anda.

Hal yang paling sering terjadi misalnya adalah ketika Anda dan bayi sedang bermain dan "bercakap-cakap", Si Kecil lalu menguap dan membalikkan badanya, itu tanda ia mulai lelah. Begitulah cara bayi memberi tahu Anda bahwa ia butuh istirahat sejenak.

Sebenarnya, ada banyak sinyal dan tanda yang ditunjukkan bayi Anda ketika ia merasa lelah, antara lain:

  • Menangis. Beda dengan tangisan lapar, tangisan kelelahan diawali dengan tanda-tanda rewel dan suara tak lazim seperti menggeram. Tangisannya juga dimulai dengan suara rendah, lalu perlahan-lahan meningkat sampai akhirnya meraung-raung.
  • Menguap, sama halnya seperti orang dewasa.
  • Menggerakkan anggota tubuhnya dengan tidak beraturan dan pelan.
  • Mengerutkan dahinya untuk membuat matanya tetap terjaga, meskipun ia sebenarnya butuh tidur. Sebagian bayi memang lebih senang terjaga karena bisa terus bermain walaupun ia kelelahan.

Cara mengatasi lelah pada bayi

Jika Anda melihat Si Kecil menunjukkan tanda-tanda kelelahan, jangan buang waktu. Segera lakukan hal-hal berikut ini, Moms.

  • Mengurangi suara di ruangan. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa membawanya pergi ke ruangan atau lokasi yang lebih tenang.
  • Mengurangi gerakan atau stimulasi visual. Redupkan cahaya ruangan dan jangan mengganggunya.
  • Anda bisa hidupkan suara-suara ringan dan statis, seperti musik ringan atau rekaman suara ombak di lautan.
  • Pindahkan bayi Anda ke tempat yang nyaman, misalnya di kamarnya.

Tips mencegah bayi kelelahan

Agar kelelahan tidak mendera Si Kecil, sebaiknya Anda terapkan dua hal berikut ini, Moms.

1. Tidur cukup

Tidak ada cara yang lebih ampuh untuk mencegah kelelahan pada bayi selain tidur. Umumnya bayi akan tertidur dengan sendirinya begitu ia merasa lelah. Jika Anda memaksanya untuk tetap terjaga padahal tanda-tanda kelelahan itu sudah ada, Anda hanya akan membuatnya bertambah lelah. Si Kecil malah akan tambah rewel jadinya.

2. Buat jadwal

Menerapkan jadwal yang teratur setiap hari sebenarnya akan memudahkan Anda dan Si Kecil. Menurut Babycenter.co.id, Anda bisa menciptakan rutinitas saat bayi Anda berusia 6-8 minggu. Rutinitas ini akan membantunya untuk memiliki jadwal tidur, menyusu, atau bermain yang lebih teratur. Bayi Anda juga tentu akan lebih tenang dalam menjalani harinya jika ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Jadi, saat sampai waktunya untuk tidur, ia akan tertidur dengan sendirinya sebelum sempat merasa lelah. (M&B/SW/Foto: Freepik)


Read Next

More Frombaby