Type Keyword(s) to Search

Hati-hati, Ini Tanda-tanda Anak Punya Masalah Mental, Moms

Hati-hati, Ini Tanda-tanda Anak Punya Masalah Mental, Moms

Di zaman sekarang ini, bukan orang dewasa saja, rasanya makin banyak anak yang mengalami depresi. Ini tentunya jadi kabar yang menyedihkan ya, Moms. Depresi bisa dialami anak akibat perilaku bullying yang ia terima di sekolah atau dari orang sekitarnya, misalnya.

Meskipun begitu, depresi atau masalah mental pada anak memang kerap terabaikan. Tak jarang, anak yang terlihat selalu ceria dan mudah bergaul, justru memendam perasaan galau, sedih, atau amarah yang besar.

Orang tua pun sering kali sulit mendeteksi adanya masalah pada diri anak. Alhasil, anak tersebut tidak mendapatkan perhatian serta pertolongan yang dibutuhkannya. Di sisi lain, pandangan negatif masyarakat tentang gangguan mental membuat sebagian orang tua menutupi atau bahkan menolak untuk mengakui anaknya memiliki masalah.

Tanda-tanda anak memiliki masalah mental

Agar kondisi ini bisa ditangani dengan segera, yuk, kenali tanda-tanda anak yang mengalami masalah mental seperti dilansir dari Mayo Clinic berikut ini, Moms!

1. Perubahan mood

Perhatikan perubahan sikap Si Kecil. Jika anak terlihat murung selama sekitar 2 pekan atau mengalami perubahan mood yang drastis sehingga mengganggu hubungannya dengan anggota keluarga lain serta teman-temannya di sekolah, ada kemungkinan ia tengah mengalami masalah mental.

2. Emosi yang berlebihan

Apabila anak terlihat sangat sedih, takut, atau marah tanpa alasan yang jelas, Moms perlu memberikan perhatian khusus. Apalagi jika emosi yang berlebihan tersebut disertai detak jantung yang cepat dan mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

3. Perubahan perilaku

Saat anak tiba-tiba berubah menjadi sosok pembangkang dan suka marah, hal ini menandakan ia tengah memiliki masalah. Jika dibiarkan, anak bisa mulai mengekspresikan emosinya dengan cara melukai orang lain.

4. Sulit berkonsentrasi

Perhatikan tingkah lakunya! Ketika anak mulai kesulitan untuk berkonsentrasi di kelas, selalu merasa resah, dan tidak bisa duduk tenang, bisa jadi ia tengah memendam masalah pribadi.

5. Penurunan berat badan

Kehilangan nafsu makan, sering muntah, serta penurunan berat badan secara drastis merupakan salah satu tanda anak mengalami masalah mental dalam bentuk kelainan pola makan.

6. Tanda fisik

Berbeda dengan orang dewasa yang lebih sering merasa sedih dan resah, anak-anak dengan masalah mental akan sering merasa pusing atau sakit perut ketika mengalami masalah mental.

7. Menyakiti diri sendiri

Tidak semua anak dengan masalah mental punya kecenderungan menyakiti orang lain. Sebagian justru menyakiti diri sendiri, seperti membakar atau menyayat kulitnya. Pada kasus yang parah, anak bisa saja melakukan aksi bunuh diri.

8. Mengonsumsi obat-obatan

Sebagian anak menggunakan obat-obatan terlarang dan alkohol sebagai pelarian dari masalah mental yang mereka alami.

Penanganan anak yang mengalami masalah mental

Apabila Moms melihat salah satu atau beberapa tanda tersebut ada dalam diri anak Anda, segera meminta bantuan ahli seperti dokter atau psikolog. Dalam beberapa kasus, Anda juga perlu meminta bantuan guru atau bahkan teman-teman sekolah anak Anda guna mengetahui masalah yang dihadapinya.

Mengatasi masalah mental pada anak tidak bisa dilakukan sembarangan. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh dokter, tapi juga psikolog atau psikiater. Setelah didiagnosis, anak yang mengalami masalah mental akan ditangani sesuai dengan gejala serta bagaimana kondisinya memengaruhi kehidupannya sehari-hari.

Biasanya, ada dua cara untuk menangani masalah mental pada anak, yaitu melalui psikoterapi dan obat-obatan, yakni:

  • Pengobatan psikoterapi dilakukan dengan cara konsultasi ke ahli seperti psikolog atau psikiater guna membicarakan masalah yang tengah dihadapi anak. Ahli psikoterapi akan mengajarkan anak untuk mengembangkan kemampuan guna mengatasi masalah yang dihadapi.
  • Obat-obatan mungkin diberikan untuk kasus yang lebih parah. Dokter mungkin akan memberikan obat antikecemasan, antidepresi, atau obat untuk menjaga mood, guna mengatasi masalah mental pada anak.

(M&B/Wieta Rachmatia/SW/Foto: Freepik)