BABY

Panduan Untuk Orangtua tentang Tidur Anak



Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa 1 dari 150 anak yang tidur bersama orangtuanya di tempat tidur yang sama memiliki risiko SIDS (sindroma kematian bayi mendadak) lebih tinggi. Hal ini menjadi penting diperhatikan oleh orangtua, karena banyak dari Moms dan Dads yang mungkin masih tidur bersama Si Kecil.

 

"Tentu saja, tempat tidur orangtua bisa berbahaya. Sebab tempat tidur orang dewasa tidak dirancang agar orangtua tidur bersama anak mereka," kata Peter Blair, seorang ahli statistik medis di University of Bristol, Inggris, yang telah mempelajari epidemiologi SIDS selama 25 tahun.

 

Namun, tak sedikit orangtua, khususnya di Indonesia, yang merasa bahwa tidur bersama Si Kecil di tempat tidur yang sama tidak akan berisiko apa pun. Untuk itu, James McKenna dari University of Notre Dame, Indiana, AS, memberikan panduan tentang tidur anak kepada orangtua yang dipublikasikan oleh American Academy of Pediatrics, yakni:

 

- Orangtua tidak boleh tidur dengan bayi jika mereka menggunakan narkoba, minum minuman beralkohol, atau merokok.

- Bayi yang lahir prematur atau mengalami berat lahir rendah tidak seharusnya tidur di tempat tidur orangtua.

- Bayi tidak boleh tidur di kursi malas, kursi, sofa, atau tempat tidur air.

- Bayi yang tidak mendapat ASI memiliki peningkatan risiko SIDS. Padahal menyusui dapat membuat bayi dan ibu dapat mudah mengantuk dan tertidur.

- Selalu posisikan bayi tidur telentang, di mana pun tempatnya.

- Balita atau anak yang lebih tua tidak boleh tidur di samping bayi.

- Pakaikan pakaian tidur ringan dan selimut tipis. Hindari penggunaan bantal dan benda apa pun yang bisa menghalangi napas bayi.

- Gunakan kasur yang tidak terlalu empuk untuk bayi, melainkan yang agak padat.

- Hindari overbundling dan overheating. Pastikan bahwa Si Kecil tidak kepanasan yang ditandai dengan berkeringat serta dada yang terasa panas saat disentuh. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)