FAMILY & LIFESTYLE

Efek Pola Asuh Moms terhadap Jagoan Ciliknya



Moms, ingin anak laki-laki Anda tumbuh seperti apa? Menjadi pria penyayang, berhati lembut? Atau Anda ingin Si Kecil kelak menjadi pribadi nan kuat dan pemberani?

Salah satu faktor yang bisa membentuk kepribadian Si Kecil ketika dewasa adalah pola pengasuhan. Bagaimana ibu memperlakukan anak laki-lakinya akan menjadi pondasi kehidupan Si Kecil di masa depan.

Moms perlu tahu, hubungan antara orang tua dan anaknya – hubungan ibu dengan anak laki-lakinya, dan ayah dengan anak perempuannya -, tidak hanya terbatas pada hubungan antar lawan jenis. Coba cek bagian apa saja yang terpengaruh oleh hal itu.


Ibu dan Jagoan Ciliknya

Setiap ibu memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak lelakinya. Ibu berperan dalam menebarkan bibit kehebatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan keberanian anak lelakinya. Sementara itu, anak laki-laki akan membantu ibunya mengapresiasi kemaskulinan.

"Perempuan umumnya menganggap maskulin sebagai sesuatu yang asing. Namun memiliki anak laki-laki membuat ibu mengerti tentang arti sesungguhnya dari sikap maskulin dan mengapresiasi kompleksnya kehidupan," kata Linda Stone Fish, Ph.D, terapis keluarga dari Syracuse University.


Ada Apa dengan Anak Laki-laki?

Akuilah, bahwa inilah anggapan umum kaum ibu tentang anak lelakinya. "Anak laki-laki secara natural memiliki sikap agresif. Mereka berusaha berkenalan dengan anak lain dengan cara bergelut. Terkait dengan sikap agresif itu, anak laki-laki sangat kompetitif dan mereka selalu mendominasi," jelas John dan Helen Burns, penulis buku What Dads Need to Know about Daughters, What Mothers Need to Know about Sons.

Tantangan seorang ibu akan semakin meningkat menjelang anak laki-lakinya memasuki masa puber. Hormon laki-laki (testosteron) mengendalikan bocah laki-laki menjadi seorang anak yang pikirannya terpengaruh oleh seks.

Seks akan mengendalikan emosi anak laki-laki, membentuk emosi dan pola pikirnya. Peran ibu adalah untuk mengimbangi pengaruh hormon itu dan hal itu harus dimulai sedini mungkin.


Ibu adalah Obat Penawar

Ibu membangun kepercayaan diri anak laki-laki. "Ibu membuat seorang anak menghargai diri sendiri. Jika ibu memiliki kepercayaan diri yang kuat, maka anak lelakinya belajar dan mengerti tentang cinta," kata Dr. Stone Fish.

Ibu akan menjadi guru komunikasi 'dari hati' untuk anak lelakinya. Bagaimana pun, jagoan cilik Anda membutuhkan seseorang untuk berbagi perasaan dan ia membutuhkan sosok yang bisa ia percaya untuk berbagi rasa. Kemampuan berbagi perasaan akan menciptakan lelaki dewasa yang menghargai sebuah hubungan dan tidak membina hubungan dengan lawan jenis untuk suatu alasan negatif.

Menurut John dan Helen Burns, kebanyakan wanita dewasa mengeluhkan pasangannya karena, "Lelaki tidak mengeluh dan melakukan apa yang mereka rasa perlu. Sehingga lelaki tidak mengerti mengapa perempuan perlu mengeluh. Oleh sebab itu, perempuan menganggap lelaki tidak peduli perasaan mereka. Perempuan menganggap lelaki tidak berkomunikasi padahal mereka tak mengerti bahwa emosi perlu dibicarakan."

Menurut John, cara terbaik mengajarkan sang jagoan berkomunikasi adalah dengan melakukan pendekatan sedini mungkin. "Seorang ibu memberikan tips kepada saya. Ia berhasil membesarkan tiga anak lelaki yang hebat. Rahasianya adalah sejak mereka kecil, si ibu selalu mengantarkan anak-anaknya tidur. Sebelum mereka terlelap, mereka membicarakan pikiran dan perasaan serta pengalaman hari itu. Anak-anak hebat itu menjadi lelaki dewasa yang tahu bagaimana mengungkapkan perasaan dan menghargai komunikasi," jelas John.


Menjadi Dewasa

Suatu saat, Si Kecil akan menjadi dewasa. Peran ibu pada masa kecil itu akan menentukan bagaimana kehidupan masa dewasa seorang anak laki-laki. Pada dasarnya, lelaki dilahirkan dengan ego yang sangat tinggi karena mereka dibebani tugas untuk menjaga kelangsungan dan melindungi keluarganya.

Namun ternyata, pujian tulus dari seorang wanita akan mengimbangi ego tersebut. Lakukanlah hal berikut:

1. Pujilah jagoan Anda jika ia berhasil melakukan sesuatu.

2. Jelaskan kepadanya, mengapa Anda memujinya karena hal ini akan membangun kepercayaan diri dan sikap menghargai diri yang akan menjadikan anak lelaki Anda menjadi pria dewasa yang kuat, percaya diri, dan mampu mengendalikan emosinya.

Satu hal yang tak kalah penting, Moms juga harus mempersiapkan anak lelakinya menjadi seorang ayah. Ajaibnya, Si Kecil akan menjadi seorang ayah seperti yang Moms bayangkan tentang sosok seorang lelaki dewasa.

Jika ibu punya pandangan negatif tentang laki-laki, maka Si Kecil akan tumbuh menjadi lelaki yang negatif pula. Namun sebaliknya, ibu memiliki pandangan positif tentang laki-laki, ia akan membesarkan putranya dengan citra positif tersebut. Untuk menjadi dewasa dan memimpin sebuah rumah tangga, lelaki perlu kekuatan, kebijaksanaan, kearifan, dan visi tentang masa depan. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)