TODDLER

Kenali Gejala Infeksi Virus Corona pada Anak



Penyebaran virus corona di dunia begitu cepat! Angka penderita COVID-19 di Indonesia pun terus meningkat. Tak hanya lansia dan orang dewasa, anak-anak juga bisa terserang virus corona lho, Moms. Banyak yang bilang, gejala awal COVID-19 seringkali tidak terlalu terlihat. Namun bagaimana jika anak-anak yang terinfeksi virus ini, apakah gejalanya akan sama seperti orang dewasa dan lansia yang mengalami COVID-19?

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai COVID-19 pada anak, kami telah merangkum informasi dari dr. Darmawan Budi Setyanto, SpA(K), Konsultan Respirologi Anak, pada videonya untuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Simak infonya, ya!


Apa itu COVID-19?


"COVID-19 adalah penyakit saluran napas yang disebabkan oleh virus corona baru, yang baru ditemukan di Wuhan, China, pada Desember 2019 lalu. Penyakitnya disebut dengan corona virus disease 2019 atau COVID-19, kumannya sendiri disebut dengan 2019 Novel coronavirus, atau nama lainnya adalah SARS coronavirus 2," jelas dr. Darmawan.


Benarkah Anak Lebih Rentan COVID-19?


Menurut dr. Darmawan, umumnya anak-anak terkena dampak yang lebih berat ketika terinfeksi virus. "Anak akan lebih rentan, lebih mudah tertular, dan kalau terkena penyakitnya, lebih berat," ujar dr. Darmawan. Namun ternyata, itu terjadi jika anak terkena penyakit virus yang lainnya, bukan virus corona baru penyebab COVID-19 ini.

"Tetapi dari data awal yang didapat di China, itu gambarannya justru cukup melegakan, karena justru kebalikan dari biasanya tadi. Dari data awal yang didapat di sana, dari sekitar 4.000 pasien yang terkonfirmasi COVID-19, yang terkena anak-anak itu hanya sekitar 15 anak, di bawah 10 tahun. Yang lainnya adalah pasien-pasien dewasa. Jadi, angka penularan terhadap anak-anak sangat rendah," papar dr. Darmawan pada IDAI.


Apakah Berbahaya?


Dr. Darmawan menjelaskan kalau kuman virus ini menyerang saluran pernapasan. Sedangkan saluran napas manusia secara sederhana terbagi menjadi dua bagian, yaitu salurannya (mulai dari hidung sampai percabangannya di dalam paru) dan paru-paru itu sendiri.

"Nah, penyakit COVID-19 ini, bisa terkena di salurannya, bisa juga terkena di parunya. Kalau kena di salurannya, ini sama dengan penyakit yang sehari-hari kita hadapi, batuk pilek biasa. Bahasa Indonesianya salesma, bahasa Inggrisnya common cold," jelas dr. Darmawan.

"Yang menjadi masalah adalah kalau virusnya selain menyerang salurannya, juga mengenai paru-parunya. Kalau terkena parunya maka terjadi radang paru atau istilah medisnya pneumonia," tambahnya.

Seperti yang disampai dr. Darmawan, sebenarnya batuk dan pilek yang kita alami sehari-hari juga sebagian di antaranya mungkin disebabkan oleh virus corona, tetapi jenis yang lama, bukan virus corona baru. "Kalau terkena di salurannya, biasanya gejalanya ringan, tidak menjadi masalah, tidak berbahaya," tambah dr. Darmawan.


Gejala COVID-19 pada Anak


Jika gejala pada orang dewasa biasanya diawali dengan demam dan sesak napas, gejala COVID-19 pada anak seringkali tidak disertai demam. Menurut dr. Darmawan, ini beberapa gejala COVID-19 yang mungkin dialami oleh anak:

• Rewel

• Nafsu makan menurun

• Tidak enak badan

• Ngilu pada tulang

• Batuk

• Pilek

• Napas berbunyi

• Sesak napas (pada kondisi parah, karena corona mengakibatkan pneumonia)

Namun menurut data awal dari China, banyak juga anak-anak di sana yang walau positif COVID-19, tidak menunjukkan gejala apa pun. Angka penularan terhadap anak-anak mungkin tergolong sangat rendah, namun pastikan untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan keluarga Anda ya, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)