BABY

Manfaat Tummy Time yang Perlu Moms Tahu



Tummy time! Moms tentunya sudah pernah mendengar istilah ini. Ya, tummy time merupakan sesi tengkurap bagi bayi. Meski terdengar sepele, tummy time ternyata banyak manfaatnya, lho!

Kapan dan Berapa Lama?

Sesungguhnya tidak ada ketentuan khusus kapan Si Kecil bisa mulai melakukan tummy time. American Academy of Pediatrics bahkan merekomendasikan orang tua untuk mengajarkan bayi tengkurap sedini mungkin. Faktanya, bayi yang terlahir normal tanpa adanya masalah kesehatan bisa mulai melakukan tummy time sejak hari pertama di rumah.

Sementara itu, waktu yang dibutuhkan Si Kecil untuk melakukan tummy time juga bervariasi tergantung dengan kondisi bayi. Menurut situs Mayoclinic, Moms bisa menempatkan bayi dalam posisi tengkurap selama tiga hingga lima menit. Anda bisa melakukan sesi ini, dua atau tiga kali dalam sehari. Setelah Si Kecil terbiasa, Anda dapat melakukan sesi tummy time lebih sering dan lebih lama. Ketika usia Si Kecil bertambah, Moms juga bisa menempatkan mainan di depannya sehingga ia akan tertarik dan berusaha meraihnya.

Efek bagi Bayi

Tummy time atau menempatkan bayi dalam posisi tengkurap memiliki banyak manfaat apabila dilakukan dengan benar. Satu hal yang harus diperhatikan, Moms dan Si Kecil harus dalam kondisi sadar atau tidak tertidur ketika bayi melakukan tummy time. Hal ini dimaksudkan agar bayi terhindar dari risiko kematian mendadak pada bayi atau SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Berikut adalah manfaat tummy time bagi bayi Anda, Moms.

1. Memperkuat Otot

Manfaat utama dari tummy time adalah untuk melatih otot-otot Si Kecil, khususnya di bagian perut, leher, punggung, dan lengannya. Otot-otot tersebut jarang digunakan apabila bayi hanya telentang saja. Ketika otot Si Kecil semakin kuat, maka ia akan bisa melakukan banyak hal mulai dari mengangkat kepalanya, menggerakkan tangan, hingga mengangkat badannya sendiri.

2. Melatih Motorik Kasar

Saat pertama kali tengkurap, bayi mungkin akan menolaknya. Namun hal itu justru akan membuatnya menendang dan mendorong sekuat tenaga. Tanpa disadari, Si Kecil telah melatih motorik kasarnya. Ketika motorik kasarnya semakin kuat, ia akan lebih siap belajar merangkak, berjalan, dan berlari.

3. Memperkenalkan Sudut Pandang Baru

Ya, biasanya bayi hanya bisa melihat ke atas. Namun dengan melakukan tummy time, Si Kecil juga memiliki kesempatan untuk melihat sekitarnya dengan sudut pandang yang berbeda dan lebih luas. Hal ini akan membantunya untuk semakin mengenali lingkungan tempat tinggalnya. Selain itu, bayi juga bisa meraba permukaan tempat ia tengkurap sehingga indra perabanya pun semakin terasah.

4. Meningkatkan Koordinasi Mata dan Tangan

Seperti telah disebutkan, Moms bisa menempatkan mainan di depan Si Kecil saat ia melakukan sesi tummy time. Saat bayi berusaha meraih mainan tersebut, artinya ia tengah belajar untuk meningkatkan kemampuan koordinasi mata dan tangannya.

5. Meningkatkan Kemampuan Kognitif

Tummy time juga memberikan Moms kesempatan untuk berinteraksi dengan menggunakan berbagai mainan yang beraneka warna serta bentuk. Begitu banyak aktivitas yang bisa Anda lakukan guna menstimulasi kecerdasan anak kala melakukan tummy time. Tak heran, sesi ini juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kognitif Si Kecil.

6. Belajar Mandiri

Tummy time membuat tubuh Si Kecil semakin kuat. Dan ketika tubuhnya semakin kuat, maka secara alami ia akan memiliki naluri untuk menjelajah lebih jauh lagi. Sifat eksploratif itu juga memicu sikap mandiri yang akan terus berguna hingga ia dewasa nanti.

7. Mencegah Kepala Peyang

Jika bayi terlalu sering diletakkan dalam posisi telentang, maka ia akan berpotensi terkena flat head syndrome atau kepala bayi peyang. Risiko flat head syndrome bisa dikurangi apabila Moms rutin memberikan sesi tummy time bagi Si Kecil.

8. Meningkatkan Bonding

Tummy time tidak hanya bisa dilakukan di atas kasur atau karpet, melainkan juga di pangkuan Anda. Letakkan Si Kecil dalam posisi tengkurap di paha Anda, tentu ia akan semakin menikmatinya. Anda juga bisa mengajaknya bermain, berbicara, hingga bernyanyi saat Si Kecil melakukan tummy time guna mempererat bonding antara Moms dan sang buah hati. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)