TODDLER

10 Masalah Kesehatan Mental yang bisa Dialami Balita



Anak-anak memang masih melakukan aktivitas yang tergolong ringan, salah satunya adalah bermain. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan ia mengalami masalah kesehatan mental di usianya yang masih dini tersebut. Masalah tersebut bukan membuat Si Kecil tidak sadar akan sikap dan perilakunya, melainkan bisa membuatnya melakukan berbagai hal 'di luar kendali'.

Beberapa masalah kesehatan mental dipengaruhi oleh faktor genetik atau riwayat keluarga, terutama sang ibu. Selain itu, kondisi lingkungan keluarga dan orang-orang di sekitar juga bisa menjadi penyebab lainnya. Lalu, apa saja masalah kesehatan mental yang bisa dialami balita? Berikut penjelasan yang bisa Moms pelajari.

1. Autisme

Anak yang menderita autisme umumnya tampak saat ia mengalami kesulitan untuk bersosialisasi, baik dalam tingkah laku maupun berbicara. Si Kecil akan cenderung memilih sibuk dengan dunianya seorang diri. Ia akan sangat fokus pada hal yang ia sukai saja, namun sulit untuk konsentrasi pada hal lain dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

2. Disleksia

Saat Si Kecil tidak mampu membaca atau menuliskan huruf dan angka secara teratur dan urut, mungkin saja ia mengalami gangguan disleksia. Gejalanya, ia tak dapat membedakan huruf yang tampak sama (C-D-G) atau pelafalan yang mirip (M dan N). Jika tak ditangani sejak awal, maka gangguan ini bisa menghambat tumbuh kembangnya dan terbawa hingga dewasa.

3. ADHD

Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD pada anak membuatnya jadi sulit untuk diatur. Mereka terkesan tidak peduli pada lingkungan sekitar, termasuk orang tuanya sendiri. Meski begitu, mereka akan berusaha untuk menuntaskan suatu hal yang menjadi tujuannya, meski dengan jalan atau cara yang sulit dan kompleks dari anak lain.

4. Gangguan Kecemasan

Faktanya, anak-anak juga bisa mengalami gangguan kecemasan, yang masih wajar pada situasi tertentu, seperti anak yang baru mencoba sesuatu untuk pertama kali. Namun pada kasus yang lebih ekstrem, Si Kecil akan merasa khawatir berlebihan pada sesuatu yang bahkan tidak ada atau tidak akan terjadi.

5. Bipolar

Perubahaan mood yang terjadi secara drastis tanpa alasan yang sangat kuat bisa menjadi gejala anak mengalami bipolar. Misalnya saat memulai hari Si Kecil terlihat gembira, dan secara tiba-tiba ia akan merasa sedih hingga depresi meski tidak dipicu kondisi apa pun. Masalah ini cukup serius dan membutuhkan terapi dari psikolog agar tak mengganggu tumbuh kembangnya.

6. Gangguan Disosiatif

Anak mungkin akan mudah bingung pada hal yang belum ia pahami. Tetapi pada gangguan disosiatif, ia mengalami gangguan kesadaran terhadap diri sendiri sehingga Si Kecil sering linglung atau bingung. Kemungkinan juga anak akan sering lupa identitas diri atau bagaimana bentuk diri mereka yang sebenarnya. Gangguan ini dipicu oleh trauma ia alami dan tidak bisa ditoleransi oleh mental.

7. Retardasi Mental

Retardasi mental lebih dikenal dengan istilah keterbelakangan mental atau oligofrenia. Kondisi ini merupakan gangguan perkembangan inteligensi serta mental Si Kecil yang tidak sesuai dengan usia seharusnya. Pemicunya adalah proses patologis di otak yang disebabkan oleh infeksi, racun, trauma, atau gen dan bisa dideteksi dengan memperhatikan sikap serta melakukan tes IQ padanya.

8. Psikopat

Meski tergolong kasus yang jarang, tapi anak-anak juga bisa menjadi seorang psikopat. Masalah mental ini akan menjadi lebih antisosial yang akhirnya menimbulkan spekulasi buruk dari orang-orang yang kenal dengannya. Tindakan yang dilakukan anak juga bisa masuk kategori kriminal dan menimbulkan masalah besar.

9. Antisosial

Lebih jelas, antisosial sendiri merupakan masalah mental yang membuat Si Kecil cenderung sinis, menghina, dan tidak dapat menghargai orang lain. Akibatnya, ia menjadi tidak memiliki teman karena tidak ada yang mau bergaul atau kenal dengannya. Kondisi ini dipicu oleh adanya trauma, seperti menjadi korban bullying, pola pengasuhan yang kurang tepat, hingga stigma yang ia dapat dari lingkungan sosialnya.

10. Gangguan Makan

Anak tak jarang akan sulit untuk diajak makan. Namun hal ini berbeda dengan gangguan makan, di mana mereka menolak untuk mengonsumsi makanan apa pun yang diberikan padanya. Tanda dari kondisi ini adalah Si Kecil yang hanya akan memainkan makanan, sulit atau tak mau mengunyah, dan membuang makanan yang dimasukkan ke mulutnya.

Beragam penyebab bisa menjadi pemicu masalah kesehatan mental tersebut. Sebaiknya, Moms langsung meminta pertolongan dari psikolog atau psikiater agar Si Kecil yang mengalami bisa cepat ditangani dan tumbuh kembangnya pun berjalan dengan lancar serta optimal. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)