BUMP TO BIRTH

Moms, Ini Tanda-tanda Janin yang Sehat dalam Kandungan



Kehamilan adalah salah satu momen yang paling penting buat seorang wanita. Tak hanya harus memastikan kesehatan tubuh sendiri, Moms juga perlu menjaga dan merawat kesehatan janin. Menurut University of Maryland Medical Center, janin baru terbentuk ketika embrio berhasil matang di usia kandungan 10 minggu.

Di usia kandungan ini, janin dalam masa perkembangan yang pesat serta berisiko tinggi mengalami intervensi dalam perkembangan dan kesehatannya. Karena itu, memahami tanda-tanda janin berkembang dengan sehat penting buat ibu hamil agar bisa menjadi langkah deteksi awal bila terjadi hal yang tidak diinginkan. Berikut beberapa tanda umum janin berkembang dengan sehat, Moms.

Baca juga: Waspada, Ini 8 Tanda Janin Tidak Berkembang di dalam Rahim

1. Pertumbuhan yang normal

Menjalani tes atau kontrol kehamilan dengan dokter adalah sebuah kewajiban buat bumil. Karena pada momen inilah dokter akan menjalani beberapa tes rutin untuk mengawasi perkembangan janin, seperti tes USG.

Secara umum, janin berkembang sebanyak 2 inci atau 5 cm setiap bulannya. Menurut University of Maryland Medical, janin berusia 5 bulan yang sehat bertumbuh sebanyak 10 inci atau 25 cm, dan pada usia kandungan ke-9 bulan Si Kecil biasanya akan bertumbuh hingga 20 inci atau 50 cm dengan berat 3-3,6 kg.

2. Perubahan berat badan dan bentuk perut ibu

Berat badan ibu yang meningkat selama kehamilan adalah salah satu tanda utama perkembangan janin yang sehat. Biasanya bumil mengalami pertambahan berat badan sebanyak 12-15 kg. Moms juga bisa konsultasikan dengan dokter tentang peningkatan berat badan yang sebaiknya Anda alami selama hamil.

Ukuran perut juga akan selalu berubah selama proses kehamilan. Perut akan makin membesar seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan janin. Tak ada patokan sebesar apa perut bumil harus membesar, karena setiap janin dan kondisi bumil bisa berbeda-beda. Maka, berkonsultasi dengan dokter tentang perubahan ukuran perut Anda juga termasuk penting, Moms.

3. Denyut jantung yang sehat

Jantung janin sudah mulai berdetak ketika kandungan berusia 5 minggu. Namun, denyut jantung Si Kecil akan lebih mudah dideteksi dengan electronic foetal monitoring di akhir trimester pertama. Selain itu, nonstress test dan contraction stress test juga sering kali dilakukan oleh dokter untuk mencari adanya potensi gangguan kesehatan pada jantung Si Kecil. Biasanya, denyut jantung janin dikatakan normal bila berada di rentang 110 hingga 160 denyut per menit.

4. Pergerakan di dalam perut

Perkembangan janin yang sehat juga ditandakan dengan pergerakan janin di dalam perut. Pada usia kandungan 5 bulan, Si Kecil sudah dapat bergerak. Menurut Cleveland Clinic, pergerakan janin pertama disebut quickening. Pada usia kandungan ke-6 bulan, janin mulai dapat bereaksi terhadap suara dengan bergerak. Selain itu, gerakan janin yang tersentak juga bisa menandakan bahwa ia sedang cegukan.

Di usia kandungan sekitar 7 bulan, janin dapat merespons stimulus, seperti rasa sakit, suara, dan cahaya melalui gerakan. Ia akan selalu bergerak karena posisinya sedang berubah-ubah. Di usia kandungan 8 bulan, ia akan lebih sering menendang. Lalu ketika usia kandungan menginjak 9 bulan, gerakan Si Kecil bisa berkurang karena ruang yang makin sempit. Posisinya juga akan berubah menjadi posisi siap lahir, yakni posisi kepala mengarah ke jalur lahir. (M&B/Gabriela Agmassini/SW/Foto: Freepik)