FAMILY & LIFESTYLE

Tipe Temperamen Anak yang Perlu Anda Tahu agar Mudah Mengasuhnya



Moms, apakah Si Kecil anak yang lebih berhati-hati atau berani? Keras kepala atau santai? Kurang energik atau sangat bersemangat? Tentunya setiap anak memang terlahir dengan temperamen yang berbeda. Temperamen sendiri adalah gaya anak berinteraksi dengan dunianya, yang berkaitan dengan sikap dan suasana hatinya secara umum.

Melansir laman Happiest Baby, temperamen cenderung diturunkan dari orang tua ke anak. Misalnya orang tua yang pemalu biasanya akan memiliki anak yang juga pemalu dan orang tua yang penuh semangat kemungkinan besar akan memiliki anak yang energik pula.

Sebagai orang tua, Moms perlu mengetahui temperamen anak sehingga Anda juga lebih mudah saat mengasuhnya, baik tahu kapan harus memanjakannya atau menyemangatinya agar terdorong untuk melakukan sesuatu. Moms masih belum tahu temperamen Si Kecil? Yuk, cari tahu tipe atau jenis temperamen Si Kecil berikut ini!

1. Easy temperament

Sekitar 40 persen bayi dan anak-anak memiliki temperamen ini. Si Kecil dengan temperamen ini cenderung menjadi anak yang ceria dan selalu siap menghadapi hari baru. Mereka aktif, dapat menoleransi perubahan dengan baik, dan menikmati bertemu dengan orang dan situasi baru.

Anak-anak dengan easy temperament biasanya juga merupakan anak yang tangguh. Mereka bisa bangkit dari kekecewaan dan kembali tersenyum. Selain itu, anak-anak dengan temperamen ini juga dikenal punya kebiasaan makan dan tidur yang bisa diprediksi, memiliki fokus yang baik, dan tidak sensitif.

2. Shy temperament

Sekitar 15 persen anak-anak diketahui pemalu, berhati-hati, dan membutuhkan waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan sesuatu yang baru. Pada usia 9 bulan, biasanya Si Kecil paling mudah tersenyum pada orang asing yang ia lihat.

Namun, bila anak memiliki karakter pemalu, ia mungkin akan mengerutkan kening dan selalu ingin dekat orang tuanya untuk mencari perlindungan, dan sering melambaikan tangan setelah orang asing yang ia temui pergi.

Sementara anak-anak yang berhati-hati sering kali sangat sensitif dan jeli. Mereka mudah frustrasi, takut, dan tidak senang dengan perubahan. Umumnya anak-anak dengan temperamen ini lebih cepat bisa bicara dibandingkan berjalan.

Diketahui anak yang pemalu mungkin akan memulai fase terrible two lebih cepat, di usia sekitar 15-18 bulan. Akan tetapi, jika Moms mengasuh Si Kecil yang punya temperamen pemalu dengan sabar dan menghargainya, ia akan memiliki masa balita yang bahagia dan menjadi anak yang percaya diri.

Perlu diingat pula bahwa anak yang pemalu dan berhati-hati sebaiknya dijauhkan dari tekanan dan kritik yang berlebihan. Penolakan bisa membuat Si Kecil menjadi takut dan kaku sepanjang hidupnya.

3. Spirited temperament

Satu dari 10 balita diketahui merupakan anak yang punya kemauan keras dan bersemangat. Anak-anak dengan temperamen ini biasanya lebih aktif, lebih tidak sabar, lebih impulsif, lebih menantang, lebih kaku, lebih intens, dan juga lebih sensitif.

Selain itu anak-anak dengan temperamen ini punya pola makan dan tidur yang tidak dapat diprediksi, bisa senang atau tidak saat bertemu orang baru, tidak mudah menyerah, bisa menangani perubahan dengan baik atau bahkan bisa menjadi sangat kesal.

Tes Temperamen Anak

Masih belum yakin saat menentukan temperamen Si Kecil? Mungkin Moms bisa mencoba cara sederhana ini untuk mengetahui temperamennya. Anda bisa ajak anak Anda ke tempat atau mal yang sepi, lalu lepaskan tangan Anda dari genggaman tangannya, kemudian berpura-puralah membelakanginya selama dua detik, tapi tetap awasi anak dari sudut mata Anda untuk mengetahui apa yang akan ia lakukan.

Bila Si Kecil hanya berdiri saja, kemungkinan besar ia memiliki easy temperament, sedangkan bila anak Anda kemudian mengambil tangan Anda dan menangis, kemungkinan ia memiliki shy temperament. Sementara bila Si Kecil berlari tanpa melihat ke belakang, berarti ia memiliki spirited temperament. Tes ini mungkin bisa memberi Anda gambaran bagaimana temperamen Si Kecil secara umum, Moms. (M&B/Vonda Nabilla/SW/Foto: Freepik)