KID

Moms, Ini Tips untuk Menjadi Pendengar yang Baik buat Anak



Seiring dengan bertambahnya usia, anak tidak hanya perlu dibimbing dan diberi pengarahan. Ia juga membutuhkan orang tuanya sebagai sosok yang bersedia mendengarkan segala keluh kesahnya.

Sayangnya, tidak semua orang tua bisa menjadi pendengar yang baik. Alih-alih memberikan perhatian penuh terhadap cerita anak, sebagian orang tua justru kerap menganggap celoteh anak sebagai sesuatu yang kurang penting. Alhasil, anak akan merasa terabaikan dan kecewa oleh sikap Moms dan Dads yang menganggap sepele kehidupannya.

Lantas, bagaimana sih caranya menjadi pendengar yang baik? Moms dan Dads, yuks simak tips berikut ini.

1. Bersiaplah untuk mendengar

Mendengar mungkin terdengar sebagai pekerjaan yang sepele. Tapi untuk menjadi pendengar yang baik, artinya Anda harus bisa fokus dalam mendengar dan memperhatikan apa yang dikatakan Si Kecil. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghentikan atau menjauhkan segala hal yang bisa mengalihkan perhatian Anda.

Sebisa mungkin, jangan melakukan pekerjaan lain ketika Moms tengah mendengarkan celoteh anak, termasuk tidak menggunakan telepon genggam Anda untuk mengirimkan pesan singkat atau sekadar scrolling di media sosial.

Selain tidak melakukan kegiatan lain, Tina Payne Bryson, Ph.D., psikoterapis sekaligus salah satu penulis The Whole-Brain Child, menyarankan agar Anda dan Si Kecil duduk bersama saat ia bercerita.

“Ketika Anda duduk, anak akan merasa lebih rileks. Selain itu, sikap Anda akan memberitahu anak bahwa ‘Saya punya waktu untukmu’ dan ‘Kamu adalah hal penting bagi saya’. Hal ini membuat dia merasa didengarkan, sekaligus memberi contoh kepadanya bagaimana cara menjadi pendengar yang baik," kata Bryson seperti dilansir situs Parents.

2. Tenangkan pikiran Anda

Bukan hanya menyingkirkan laptop atau gadget saat Anda bersiap mendengarkan cerita Si Kecil. Anda juga harus mengosongkan dan menenangkan pikiran. Dengan kata lain, jangan sampai Anda tidak fokus terhadap apa yang dikatakan anak karena otak Anda sibuk memikirkan pekerjaan yang belum selesai atau hal-hal lain yang tidak berkaitan dengan ceritanya.

Ingat ya Moms, saat anak bercerita bukan berarti ia menginginkan respons cepat dari Anda. Sering kali, anak hanya membutuhkan tempat untuk curhat dan Anda perlu mendengarkan dengan seksama karena dengan begitulah orang tua bisa mengetahui perasaan serta kehidupan anak sehari-hari.

Jika memang diperlukan, utarakan pendapat Anda atas ceritanya, tetapi tunggu giliran Anda berbicara. Jangan lupa untuk memikirkan secara seksama apa yang akan Anda utarakan kepada anak. Hindari sikap menghakimi anak saat ia bercerita.

3. Utarakan pertanyaan yang tepat

Jangan terburu-buru memberikan pendapat jika memang anak tidak menginginkannya. Sebaliknya, Moms bisa mengajukan pertanyaan seperti “Apakah kamu menginginkan pendapat Mama?” atau jika anak hanya ingin bercerita tentang apa yang terjadi di tempat les pianonya, Anda bisa bertanya “Menurut kamu, bermain piano benar-benar menyenangkan ya?”

4. Mengulang apa yang diceritakan anak

Pastikan anak tahu bahwa Anda benar-benar mendengarkan ceritanya dengan mengulang kembali apa yang telah dikatakannya. Misalnya, anak bercerita betapa senangnya ia bisa bermain di rumah temannya. Anda bisa bereaksi dengan berkata, “Wah, asyik sekali pengalaman kamu hari ini. Mungkin lain kali, kamu bisa mengajak temanmu bermain di sini.”

6. Fokus

Ya, mendengarkan celoteh anak membutuhkan fokus Anda 100 persen. Artinya, Anda tidak sekadar memberikan respons seadanya tapi memberikan reaksi yang sesuai dengan cerita anak. Selain itu, gaya tubuh dan bicara Anda juga akan terlihat berbeda apabila Anda tidak fokus mendengarkan cerita anak. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Foto: Master1305/Freepik)