FAMILY & LIFESTYLE

Romantis dan Cepat Orgasme, Ini 7 Alasan Posisi Seks Misionaris adalah yang Terbaik



Nyaman dan romantis! Mungkin itu yang tebersit di benak para wanita setiap mendengar posisi seks misionaris. Ya, dari sekian banyak posisi seks, posisi misionaris mungkin menjadi posisi favorit buat banyak pasangan. Posisi ini enggak neko-neko, enggak perlu akrobat, dan tentunya selalu nyaman buat pasangan suami istri.

Bagi para ibu hamil yang diberi "lampu hijau" oleh dokter untuk bercinta, posisi misionaris juga menjadi posisi yang paling disarankan, karena aman untuk janin dan nyaman untuk bumil. Buat yang mengira posisi misionaris membosankan, jangan salah sangka dulu, karena posisi misionaris juga banyak variasi gayanya, lho!

Baca juga: 5 Gaya Berhubungan Intim yang Bisa Bikin Tahan Lama di Ranjang

Untuk lebih mengenali posisi misionaris yang digadang-gadang menjadi posisi primadona untuk bercinta, yuk, ketahui 7 alasan kenapa posisi ini memang yang terbaik!

1. Lebih romantis

Terkadang posisi seks yang rumit ala Kama Sutra justru menghilangkan unsur romantisme dalam bercinta, karena Moms dan Dads terlalu fokus pada seni melipat tubuh. Berbeda dengan saat mencoba posisi misionaris, di mana Anda berdua bisa saling menatap mata, bercumbu mesra, dan bahkan saling membelai rambut. Tentunya semua itu bisa dilakukan sambil berpelukan yang membuat momen intim ini jadi semakin romantis.

2. Nyaman

Tak bisa dimungkiri, misionaris adalah posisi paling nyaman untuk Moms dan Dads. Posisi ini sangat sederhana, tidak butuh banyak bergerak, dan Moms bahkan bisa berbaring nyaman menikmati sensasi yang Dads berikan. Untuk kenyamanan ekstra, Moms bisa sematkan bantal di bawah panggul saat mencoba posisi misionaris.

3. Mudah

Saking nyaman dan mudahnya, tak heran kalau misionaris menjadi posisi seks yang sering dipakai di malam pertama. Walau misionaris tergolong mudah, bukan berarti sensasinya tidak bisa luar biasa, lho! Ingat, posisi ini bisa dilakukan tanpa tangan, sehingga kedua tangan Anda bisa dimaksimalkan untuk memberi kenikmatan di area lain. Double pleasure!

4. Tidak boros tenaga

Mudah, nyaman, dan tidak perlu banyak tenaga untuk melakukannya. Ini cocok banget untuk pasangan yang sudah lelah beraktivitas seharian, namun ingin menutup hari sambil melepas rindu dengan bercinta. Posisi ini juga mempermudah Moms dan Dads meraih orgasme, sehingga cocok untuk dijadikan posisi andalan saat quickie.

5. Banyak variasi gaya

Intinya, posisi misionaris adalah posisi bercinta saling berhadapan. Tidak harus Moms berbaring di kasur dan Dads di atas, tetapi bisa juga dilakukan sambil berdiri atau meletakkan kaki (satu atau keduanya) di bahu Dads. Anda bisa berkreasi sendiri mengembangkan posisi misionaris yang paling nyaman untuk Moms dan Dads.

6. Aman untuk ibu hamil

Dari sekian banyak posisi seks yang mungkin bisa dicoba saat hamil, sepertinya misionaris adalah posisi yang paling disarankan dokter. Posisi ini memungkinkan Moms menikmati seks tanpa menekan perut, sedangkan Dads juga nyaman melakukannya karena tidak khawatir bertumpu pada perut.

Saat kehamilan sudah lebih dari 20 minggu, disarankan untuk menyematkan bantal di bawah panggul ya, Moms. "Saat berbaring lurus, rahim akan menekan aorta dan memengaruhi aliran darah ke plasenta," jelas Lauren Streicher, M.D., dokter kandungan asal Chicago, yang juga menulis buku Love Sex Again, seperti dikutip dari Parents. Namun ingat, sebelum bercinta saat hamil, pastikan dokter kandungan sudah menyatakan aman ya, Moms.

7. Baik untuk komunikasi

Bagi pasangan yang suka menambahkan sedikit bumbu dirty talk saat bercinta, posisi seks misionaris bisa diandalkan. Posisi pria di atas dan wanita di bawah ini membuat penetrasi mudah dilakukan, dan hanya butuh sedikit usaha untuk Dads menggoda G-spot Moms.

Cukup mudah mengatur ritme dan napas saat bercinta dengan posisi misionaris, itulah yang membuat Anda tidak terlalu ngos-ngosan untuk berkomunikasi atau bertukar dirty talk. (M&B/Tiffany Warrantyasri/SW/Foto: Racool_studio/Freepik)