BABY

Jangan Sampai Telat, Ini Pentingnya Naik Tekstur MPASI untuk Bayi



Enggak melulu soal takaran gizi, tekstur dan rasa juga perlu mendapatkan perhatian Moms saat menyiapkan MPASI buat bayi Anda. Menurut IDAI dan WHO, tekstur MPASI perlu diubah sesuai tahapan usia Si Kecil. Begitu pula dengan rasa. Seiring dengan perkembangannya, bayi perlu dikenalkan dengan berbagai makanan baru dengan rasa yang beragam.

Jika tidak, maka pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil yang jadi taruhannya. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan soal tekstur dan rasa MPASI untuk bayi? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Moms!

Bahayanya salah tekstur MPASI

Berdasarkan rekomendasi IDAI, berikut ini adalah panduan tekstur MPASI sesuai usia bayi:

1. Saat mulai MPASI, 6 bulan: Makanan yang dihaluskan menjadi bubur kental atau puree

2. Bayi usia 6-9 bulan: Tekstur bubur kental (puree) atau makanan yang dilumatkan hingga halus (mashed)

3. Bayi usia 9-12 bulan: Makanan yang dicincang halus (minced), dicincang kasar (chopped), atau makanan yang bisa dipegang (finger foods)

4. Bayi usia 12-24 bulan: Berikan makanan keluarga yang dihaluskan atau dipotong seperlunya.

Panduan tersebut sebaiknya bisa diterapkan oleh Moms selama masa MPASI, karena ada beberapa risiko yang bisa terjadi jika tekstur MPASI tak dikenalkan sesuai usia bayi. Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), memberikan Si Kecil MPASI dengan beragam tekstur dan rasa bisa membantu Si Kecil untuk:

  • Mengembangkan keterampilan motorik halus, seperti menjimpit dan mengangkat makanan dengan jari
  • Mengembangkan keterampilan mengunyah
  • Belajar menerima beragam jenis makanan, sehingga mengurangi risiko picky eating.

Jika Si Kecil terlambat naik tekstur, maka ia berisiko besar mengalami GTM, picky eating, atau bahkan kurang gizi. Pasalnya, makanan sehat, seperti sayuran dan daging memiliki tekstur yang lebih kompleks dibandingkan MPASI Si Kecil yang berupa puree atau mashed.

Bayi yang terlalu lama mengonsumsi MPASI bertekstur halus akan kesulitan menghadapi berbagai makanan sehat dengan tekstur yang berbeda. Akibatnya, timbul sikap memilih makanan yang mengurangi kesempatannya mengonsumsi nutrisi secara lengkap dan seimbang.

Terlambat menaikkan tekstur MPASI juga bisa menahan perkembangan keterampilan oromotor bayi, mulai dari mengunyah, menggigit, hingga berbicara. Pergerakan lidah yang lebih terampil sangat dipengaruhi oleh perkembangan dan variasi tekstur makanan yang dikonsumsi Si Kecil.

Meski begitu, kenaikan tekstur MPASI juga tidak boleh terlalu cepat, karena bisa menyebabkan trauma pada Si Kecil. Jika bayi sudah mengalami trauma makan, maka GTM, picky eating, maupun kurang gizi juga bisa muncul sebagai risikonya.

Begitu pula dengan variasi rasa. Si Kecil perlu dikenalkan dengan berbagai jenis rasa makanan, sehingga perbendaharaan rasanya luas. Dengan begitu, permasalahan GTM, picky eating, maupun kurang gizi bisa terhindar.

Naik tekstur dan variasikan rasa MPASI dengan Promina Pasta Creamy Chicken Spinach

Proses mengenalkan tekstur dan rasa baru bisa menjadi momen penuh drama. Eits, enggak perlu bingung, karena Promina baru saja meluncurkan Promina Pasta Creamy Chicken Spinach!

Promina Pasta Creamy Chicken Spinach ini diformulasikan untuk anak usia 1 tahun ke atas. Bentuknya yang spiral mampu mendukung proses pengenalan tekstur baru dengan menyenangkan.

Selain itu, Promina Pasta juga telah difortifikasi dengan omega-3 & omega-6, vitamin A, C, E, dan zinc, sehingga bisa melengkapi kebutuhan gizi anak dan menjaga imunitas Si Kecil.

Soal rasa, Moms enggak usah ragu. Tekstur pasta yang lembut dan bumbu yang creamy membuat pasta ini pastinya disukai Si Kecil. Promina Pasta Creamy Chicken Spinach juga dibuat dari bahan alami serta tanpa MSG dan bahan pengawet, sehingga aman dikonsumsi Si Kecil.

Tunggu apa lagi? Yuk, dukung eksplorasi rasa dan tekstur Si Kecil dengan Promina PastaCreamy Chicken Spinach, Moms! Dapatkan pasta ini di e-commerce kesayangan Anda, Indomaret, dan jangan lupa kunjungi akun Instagram @bayisehatpromina untuk tahu lebih banyak informasi seputar MPASI. (M&B/Gabriela Agmassini/SW/Foto: 123RF, Promina)