FAMILY & LIFESTYLE

5 Masalah Kulit saat Berpuasa dan Tips Dokter untuk Mengatasinya



Banyak hal yang berubah selama menjalani ibadah puasa, seperti perubahan jam makan, pola istirahat, tidur lebih sedikit, hingga perubahan aktivitas fisik. Semua itu tentu memengaruhi metabolisme tubuh, yang kemudian bisa turut memengaruhi kesehatan kulit Anda. Terlebih, jika Anda kurang cermat mengatur pemenuhan kebutuhan cairan selama berpuasa, kulit pasti jadi lebih tersiksa.

Apa saja sih masalah kulit yang sering terjadi selama berpuasa? Untuk menjawabnya, M&B telah bertanya pada dr. Suksmagita Pratidina, Sp.DVE, Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika dari RS Pondok Indah – Pondok Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Menurut dokter yang akrab disapa dr. Gita ini, perpaduan asupan cairan yang terbatas selama puasa, perubahan pola istirahat, dan tidur menjadi lebih sedikit bisa menyebabkan 5 masalah kulit. Simak penjelasan dr. Gita yuk, Moms!

1. Kulit kasar

Kulit terasa lebih kasar saat berpuasa adalah hal yang lumrah terjadi, terutama pada wanita. Menurut dr. Gita, ini karena wanita memiliki hormon estrogen yang berperan dalam menstimulasi kolagen, hidrasi kulit, regenerasi kulit, hingga sebagai barrier atau penjaga kulit bagian luar. Ada juga hormon progesteron dan androgen yang fungsinya menstimulasi produksi minyak alami kulit.

Nah, hormon-hormon tersebut bisa berkurang ketika seorang wanita kekurangan asupan cairan. Akibatnya, fungsi hormon-hormon itu pada kesehatan kulit pun berkurang dan kulit jadi lebih kasar dibandingkan biasanya.

2. Mata sembab

Enggak cuma karena kurang tidur, mata sembab saat berpuasa juga bisa disebabkan oleh kurangnya cairan tubuh. Ketika tubuh kekurangan cairan, maka pembengkakan bisa terjadi di sejumlah area tubuh, termasuk kantong dan kelopak mata.

Di bulan Ramadan, risiko mata sembab bisa meningkat karena pola istirahat yang berubah dan mungkin kurang tidur. Saat tubuh kurang tidur, maka kulit tidak punya cukup waktu untuk meregenerasi sel-sel kulit. Akibatnya bukan cuma kulit jadi lebih kusam, tetapi kulit area mata juga bisa jadi lebih sembab.

3. Kulit kering

Kulit kering bisa dibilang keluhan yang paling umum terjadi pada orang yang sedang berpuasa. Ini makin mungkin terjadi jika Anda tidak memenuhi kebutuhan 8 gelas air sehari. Ya, walau berpuasa di siang hari, tetapi kebutuhan 8 gelas ini harus tetap dipenuhi lho, Moms.

Contoh pembagiannya adalah 1 gelas saat bangun sahur, 1 gelas setelah selesai makan sahur, 1 gelas saat berbuka puasa, 1 gelas setelah salat Magrib, 1 gelas setelah makan malam, 1 gelas setelah salat Isya, 1 gelas setelah tarawih, dan 1 gelas sebelum tidur. Tubuh cukup cairan, kondisi kulit pun sehat dan enggak kering.

4. Kulit kusam

Kurang cairan sudah pasti bisa menyebabkan kulit kusam selama berpuasa, tapi ada penyebab lainnya juga lho, Moms. Asupan nutrisi yang kurang baik juga bisa meningkatkan risiko kulit kusam. Agar kulit tetap cerah selama berpuasa, coba lakukan ini:

  • Penuhi kebutuhan 8 gelas air setiap hari
  • Makan makanan tinggi zat besi
  • Jangan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan minyak
  • Hindari makanan atau minuman tinggi gula
  • Kurangi makanan tinggi garam
  • Rutin melakukan aktivitas fisik.

5. Kulit lebih sensitif

“Pada saat bulan puasa, kita tahu asupan cairan kita terbatas, pola tidur kita berubah dan mungkin juga jumlah jam tidur kita jadi lebih sedikit. Hal ini tentu akan berdampak ke kulit kita jadi lebih kasar dan lebih sensitif,” ujar dr. Gita.

Menurut dr. Gita, kulit sensitif itu pasti akan sensitif dengan matahari, jadi Anda sebaiknya tidak boleh lepas dari proteksi tabir surya. Gunakan tabir surya setiap 3-4 jam, walaupun kita sedang tidak banyak terpapar matahari.

Tips merawat kulit saat puasa

Adaptasi skincare: “Kalau kita tidak aware dan kita tidak segera adjust skincare kita, tentu akan menjadi masalah yang agak panjang. Yang terpenting adapt your skincare. Jadi, saat kondisi kulit kita berubah, kita bisa langsung sigap untuk mengubah apa yang kita butuhkan. Mungkin tadinya kita tidak butuh pelembap terlalu banyak, tapi sekarang karena kondisi kulit sedang lebih kering, tentu kita harus menambah,” saran dr. Gita.

Hidrasi dan proteksi: Menurut dr. Gita, ada 2 hal yang harus dilakukan untuk merawat kulit saat puasa: hidrasi dan proteksi. Hidrasi bisa pakai segala jenis pelembap sesuai kebutuhan, bisa hyaluronic acid dan gluconolactone. Tambahkan juga kombinasi antioksidan dan vitamin, yang gunanya untuk meregenerasi kulit. Sedangkan untuk proteksi, harus pakai tabir surya.

Hindari exfoliating agent berlebih: “Terkadang kita suka salah kaprah kalau kulit kering di bulan puasa itu berarti banyak kulit mati, jadi kita lebih agresif membuang kulit mati dengan lebih sering pakai exfoliating agent, padahal itu salah. Kulit kasar dan kusam selama puasa juga berkaitan dengan dehidrasi,” jelas dr. Gita. Langkah yang baik adalah dengan menambahkan krim pelembap yang gunanya mempercepat regenerasi, sehingga kulit mati jadi lebih mudah hilang.

Turunkan konsentrasi skincare: “Contohnya, kita saat ini pakai krim antiaging retinol atau glicolid acid. Di saat kulit kita berubah, tentu akan rasional jika kita mengurangi dosisnya agar kulit lebih calm dan gentle, sehingga pada kulit yang sensitif, jika kita perbaiki dengan adaptasi skincare yang dipakai, tentunya akan membuat kulit jadi lebih nyaman sepanjang hari,” ujar dr. Gita.

Treatment tetap dibutuhkan: “Hanya saja regiment dan strateginya berbeda. Hindari treatment yang membutuhkan downtime (pengelupasan atau luka) lama. Biasanya dokter akan menyarankan untuk stimulasi regenerasi saja, tapi tidak menimbulkan luka,” jelas dr. Gita.

Selamat menjalankan ibadah puasa dan jangan lupa tetap rawat kesehatan kulit Anda ya, Moms. (M&B/Tiffany Warrantyasri/SW/Foto: Azerbaijan_Stockers/Freepik)