Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Banyak orang tua memilih gendongan untuk memudahkan aktivitas sehari-hari sekaligus memberikan kenyamanan bagi bayi. Dari sekian banyak jenis gendongan, model M shape kini makin populer karena dianggap lebih ergonomis dan aman untuk perkembangan panggul Si Kecil.
Gendongan M shape memungkikan posisi lutut lebih tinggi dari bokong membentuk huruf “M”, sehingga mendukung pertumbuhan tulang bayi secara optimal dan mengurangi risiko masalah pada sendi panggul.
Meski terlihat sederhana, penggunaan gendongan tidak bisa sembarangan, Moms. Ada faktor usia, berat badan, hingga kekuatan leher bayi yang perlu diperhatikan sebelum Moms memutuskan memakaikan gendongan M shape.
Tak heran, banyak orang tua bertanya-tanya, gendongan M shape untuk bayi berapa bulan? Pertanyaan ini penting, karena selain soal kenyamanan, pemilihan gendongan juga berhubungan langsung dengan kesehatan jangka panjang bayi. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, Moms!
Apa itu gendongan M shape?
Gendongan M shape adalah jenis gendongan bayi yang dirancang mengikuti posisi alami tulang panggul dan kaki bayi. Pada posisi ini, kaki bayi terbuka lebar dengan lutut lebih tinggi dari bokong, sehingga membentuk huruf “M”. Posisi ini dianggap ergonomis karena mendukung perkembangan sendi panggul sekaligus membuat bayi lebih nyaman saat digendong.
Berbeda dengan gendongan yang membuat kaki bayi lurus ke bawah (posisi “dangling”), gendongan M shape membantu mengurangi risiko masalah pada pinggul, terutama hip dysplasia atau kelainan pada sendi panggul.
Gendongan M shape untuk bayi berapa bulan?
Gendongan M shape umumnya aman digunakan sejak bayi baru lahir dengan syarat berat badan minimal sekitar 3,5 kg dan leher bayi mendapat penyangga yang baik. Di usia ini, bayi belum bisa menopang kepalanya, sehingga pemilihan gendongan perlu memperhatikan adanya penopang leher dan punggung, Moms.
Memasuki usia 3-4 bulan, ketika leher bayi mulai kuat, gendongan M shape bisa digunakan lebih fleksibel. Bayi bisa digendong di posisi depan (menghadap dada orang tua) atau samping sesuai kenyamanan. Saat bayi sudah makin besar, biasanya usia 6 bulan ke atas, gendongan M shape tetap aman karena mendukung berat badan lebih besar dan menjaga posisi panggul tetap ergonomis.
Baca juga: 6 Cara Menggendong Bayi yang Salah, Hindari Melakukannya, Moms
Manfaat gendongan M shape untuk bayi
Ada beberapa alasan mengapa gendongan banyak direkomendasikan:
1. Mendukung perkembangan panggul. Posisi M menjaga sendi panggul tetap pada tempatnya sehingga mengurangi risiko hip dysplasia.
2. Nyaman bagi bayi. Posisi kaki yang terbuka alami membuat bayi merasa lebih rileks.
3. Menjaga postur orang tua. Gendongan ergonomis juga membantu distribusi berat bayi agar punggung orang tua tidak cepat pegal.
4. Mendukung bonding. Bayi yang merasa nyaman saat digendong lebih mudah tenang dan memperkuat bonding dengan orang tua.
Tips memilih dan menggunakan gendongan M shape
Agar gendongan M shape benar-benar aman dan nyaman, ada beberapa hal yang perlu Anda diperhatikan, Moms, yakni:
- Pilih gendongan dengan dukungan kepala dan leher untuk bayi baru lahir.
- Pastikan posisi bayi selalu lutut lebih tinggi dari bokong.
- Sesuaikan tali atau kain gendongan agar bayi menempel pada tubuh orang tua, tidak terlalu longgar maupun terlalu ketat.
- Perhatikan bahan gendongan, pilih yang kokoh, lembut, dan breathable agar bayi tidak kepanasan.
Baca juga: 10 Tanda Ini Menunjukkan Bayi Ingin Digendong atau Dipeluk
Jadi Moms, gendongan M shape bisa digunakan sejak bayi baru lahir dengan berat badan cukup, asalkan posisi kepala dan lehernya mendapat penyangga yang baik.Jenis gendongan ini direkomendasikan karena mendukung perkembangan sendi panggul, membuat bayi lebih nyaman, sekaligus menjaga kesehatan punggung orang tua.
Jika ragu memilih gendongan yang tepat, Moms bisa berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan keamanan Si Kecil, ya. (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)