Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Momen bayi mulai mengenal makanan padat adalah salah satu tahap yang paling ditunggu-tunggu sekaligus bikin deg-degan ya, Moms? Di usia 8 bulan, Si Kecil sudah mulai aktif mengeksplorasi rasa dan tekstur baru. Selain makanan utama, camilan pun mulai bisa diperkenalkan sebagai bagian dari perjalanan makannya.
Namun, tidak semua camilan aman untuk Si Kecil. Banyak orang tua yang bertanya-tanya, apakah camilan benar-benar diperlukan? Camilan apa yang boleh diberikan kepada bayi 8 bulan? Dan bagaimana cara memilih yang tepat?
Manfaat camilan untuk bayi 8 bulan
Camilan yang tepat punya peran nyata dalam tumbuh kembang bayi Anda lho, Moms, yakni:
1. Mendukung kebutuhan nutrisi harian
Di usia 8 bulan, perut bayi masih sangat kecil sehingga satu kali makan belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan energinya sepanjang hari. Camilan bergizi di antara waktu makan utama membantu menjaga kadar energi Si Kecil tetap stabil—sehingga ia tetap aktif, ceria, dan siap belajar hal-hal baru.
2. Melatih kemampuan motorik
Aktivitas ngemil akan melatih koordinasi tangan dan mulut bayi. Saat Si Kecil mencoba mengambil potongan kecil makanan dan memasukkannya ke mulut sendiri, ia sedang mengembangkan kemampuan motorik halus yang sangat penting. Ini adalah fondasi awal dari kemandirian makan.
3. Memperkenalkan beragam rasa dan tekstur
Bayi yang terpapar berbagai rasa sejak dini cenderung lebih mudah menerima makanan beragam saat besar. Camilan adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan rasa manis alami dari buah, rasa gurih dari sayuran kukus, atau rasa lembut dari yoghurt.
4. Membangun hubungan positif dengan makanan
Waktu ngemil yang menyenangkan membantu bayi membangun asosiasi positif dengan makanan. Aktivitas ini akan bisa mengurangi risiko Si Kecil menjadi picky eater di kemudian hari.
Baca juga: Pilihan Snack Bayi 6 Bulan yang Aman dan Bergizi
Bayi 8 bulan boleh ngemil apa?
Setelah mengetahui manfaatnya, pertanyaan berikutnya Adalah, bolehkah bayi 8 bulan ngemil? Jawabannya: boleh, tetapi dengan catatan.
Menurut panduan umum dari para ahli gizi dan dokter anak, bayi usia 8 bulan sudah bisa menerima makanan pendamping ASI (MPASI) yang lebih beragam, termasuk camilan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Tekstur harus disesuaikan: Pilihlah camilan yang lembut, mudah hancur di mulut, atau bisa dilumatkan dengan gusi. Bayi 8 bulan belum memiliki gigi yang cukup untuk mengunyah makanan keras.
2. Porsi tetap kecil: Camilan bukan pengganti makanan utama. Cukup 1-2 kali camilan per hari dengan porsi kecil.
3. Hindari gula dan garam tambahan: Ginjal dan sistem pencernaan bayi masih berkembang. Makanan tinggi gula atau garam bisa membebani organ-organ tersebut.
4. Perhatikan alergi: Setiap kali memperkenalkan camilan baru, berikan satu jenis dulu dan tunggu 2-3 hari untuk memantau reaksi alergi.
5. Selalu awasi saat makan: Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian saat ngemil untuk mencegah risiko tersedak.
Baca juga: Makanan Kaya Zat Besi yang Baik untuk Pertumbuhan Anak
Pilihan camilan yang tepat untuk bayi 8 bulan
1. Buah-buahan segar yang dilunakkan
Buah adalah camilan alami yang kaya vitamin dan mineral. Beberapa pilihan yang cocok untuk bayi 8 bulan antara lain:
Pisang: Sangat mudah dilunakkan dan rasanya manis alami—biasanya langsung disukai bayi.
Alpukat: Kaya lemak sehat yang mendukung perkembangan otak.
Pepaya matang: Lembut dan mudah dicerna, baik untuk pencernaan Si Kecil.
Mangga matang: Potong kecil-kecil atau haluskan untuk tekstur yang aman.
2. Sayuran kukus lunak
Sayuran kukus bisa menjadi camilan sehat sekaligus cara cerdas untuk mengenalkan sayur sejak dini. Beberapa pilihan yang disukai bayi misalnya:
Wortel kukus: Potong memanjang agar mudah dipegang, lalu kukus hingga benar-benar lunak.
Labu kukus: Teksturnya lembut dan rasanya sedikit manis—kombinasi yang biasanya disukai bayi.
Brokoli kukus: Bentuknya seperti pohon kecil yang lucu, dan mudah dipegang oleh tangan mungil Si Kecil.
3. Yoghurt plain tanpa gula
Yoghurt adalah sumber kalsium dan protein yang baik. Pilihlah yoghurt plain full-fat tanpa tambahan gula atau perisa buatan. Moms bisa menambahkan sedikit puree buah untuk memberikan rasa manis alami. Selain bergizi, teksturnya yang lembut juga sangat disukai bayi. Namun, pastikan Si Kecil tidak memiliki alergi susu sapi sebelum memberikan yoghurt.
4. Bubur oat atau sereal bayi
Oat yang dimasak hingga lembut adalah camilan mengenyangkan yang kaya serat. Campurkan dengan ASI, susu formula, atau puree buah untuk rasa yang lebih menarik. Sereal bayi yang difortifikasi dengan zat besi juga bisa menjadi pilihan yang praktis.
5. Puree atau finger food tahu
Tahu lembut (silken tofu) adalah sumber protein nabati yang sangat baik. Moms bisa berikan dalam bentuk potongan kecil-kecil sebagai finger food, atau dihaluskan bersama sayuran. Teksturnya yang lembut membuatnya aman untuk bayi yang belum banyak gigi.
6. Biskuit bayi tanpa garam dan gula tambahan
Jika Moms ingin camilan yang praktis, tersedia biskuit khusus bayi yang diformulasikan untuk Si Kecil. Namun, pastikan Anda memilih produk yang bebas gula tambahan, rendah sodium, dan menggunakan bahan-bahan alami. Selalu baca label kemasan dengan teliti sebelum membeli.
Camilan yang harus dihindari untuk bayi 8 bulan
Moms juga perlu tahu camilan yang sebaiknya dihindari, seperti:
Madu: Berisiko mengandung bakteri Clostridium botulinum yang berbahaya bagi bayi di bawah 1 tahun.
Kacang utuh: Potensi tersedak yang tinggi.
Makanan tinggi garam atau gula: Keripik kemasan, biskuit manis, atau makanan olahan.
Susu sapi murni sebagai minuman: Boleh digunakan dalam masakan, tapi belum direkomendasikan sebagai minuman utama sebelum bayi berusia 1 tahun.
Jus buah kemasan: Mengandung gula berlebih dan tidak memberikan serat dari buah utuh.
Itulah beberapa pilihan camilan untuk bayi 8 bulan. Memberikan camilan kepada bayi 8 bulan adalah bagian yang menyenangkan dari perjalanan MPASI. Dengan pilihan yang tepat, waktu ngemil bisa menjadi momen berharga untuk mengenalkan ragam rasa, melatih motorik, dan membangun kebiasaan makan yang sehat sejak dini pada Si Kecil, Moms. (MB/SW/Foto: Freepik)