FAMILY & LIFESTYLE

WhatsApp Hadirkan Kendali Orang Tua untuk Remaja, Moms Bisa Atur Privasi Anak


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Moms, makin besar anak, makin besar pula kebutuhannya untuk punya ruang sendiri. Termasuk dalam berkomunikasi dan berinteraksi di dunia digital. Di sisi lain, orang tua tentu tetap ingin tahu apakah anak menggunakan media sosial dan aplikasi percakapan dengan aman, tanpa membuat mereka merasa terus diawasi.

Memahami kebutuhan tersebut, WhatsApp memperkenalkan kendali orang tua untuk remaja, yaitu rangkaian fitur opsional yang dirancang agar orang tua dan remaja bisa menentukan bersama pengalaman menggunakan WhatsApp yang paling sesuai untuk keluarga mereka.

Atur privasi anak dengan lebih fleksibel

Melalui fitur ini, orang tua dapat memilih pengaturan privasi yang dianggap tepat untuk anak remaja. Misalnya, menentukan siapa yang dapat melihat foto profil anak atau siapa saja yang bisa menambahkan mereka ke dalam grup.

Jika anak remaja ingin mengubah pengaturan tersebut, mereka perlu mendapatkan persetujuan orang tua melalui PIN yang sebelumnya telah dibuat oleh orang tua.

Dengan begitu, orang tua tetap memiliki peran dalam menjaga keamanan digital anak, sementara anak juga mulai dilibatkan dalam memahami dan menentukan batasan privasinya sendiri.

Dapat notifikasi tentang aktivitas grup anak

Salah satu hal yang kerap membuat orang tua penasaran adalah dengan siapa anak berinteraksi di dunia digital. Untuk membantu orang tua tetap mendapatkan informasi tanpa harus memeriksa percakapan pribadi anak, WhatsApp menghadirkan sejumlah notifikasi.

Orang tua akan menerima pemberitahuan ketika anak remaja bergabung atau keluar dari sebuah grup. Notifikasi juga akan muncul ketika grup yang diikuti anak bertambah besar secara signifikan.

Selain itu, orang tua dapat menentukan bagaimana anak menggunakan Saluran, pembaruan Status siapa yang dapat dilihat anak, serta siapa saja yang dapat melihat pembaruan Status anak.

Bisa pilih pengaturan Meta AI untuk remaja

Kendali orang tua ini juga mencakup pengalaman anak menggunakan Meta AI. Orang tua dapat menentukan pengaturan yang sesuai untuk anak, mulai dari pengaturan default 13+ hingga opsi “Konten Terbatas” yang menawarkan pembatasan lebih ketat.

WhatsApp menyebut fitur-fitur ini baru merupakan langkah awal. Pengembangannya akan dilakukan secara bertahap berdasarkan masukan dari keluarga dan kebutuhan mereka.

Tetap menjaga privasi percakapan anak

Meski orang tua dapat memperoleh informasi dan mengatur sejumlah pengalaman digital anak, WhatsApp menegaskan bahwa fitur ini tidak berarti orang tua bisa membaca pesan pribadi anak.

Semua kendali tersebut dirancang untuk mendukung percakapan yang lebih terbuka antara orang tua dan remaja mengenai cara menggunakan WhatsApp, sekaligus tetap menjaga privasi pesan pribadi.

Fitur ini juga dibuat agar mudah digunakan, dengan satu PIN dan peringatan yang jelas sehingga orang tua tetap mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Karena kebutuhan setiap keluarga berbeda, kendali orang tua untuk remaja sepenuhnya bersifat opsional.

Orang tua dapat menentukan seberapa besar dukungan yang dibutuhkan anak, kemudian menyesuaikan atau menonaktifkan kendali tersebut kapan saja.

Meskipun kendali orang tua diaktifkan, pesan dan telepon pribadi anak remaja tetap privat dan dilindungi oleh enkripsi end-to-end. Tidak seorang pun di luar percakapan, termasuk WhatsApp, dapat melihat atau mendengarkan isi komunikasi tersebut.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cara menyiapkan kendali orang tua untuk remaja dan berbagai cara lain untuk mendukung pengalaman keluarga di WhatsApp, Moms dapat mengunjungi Pusat Bantuan WhatsApp.

Pada akhirnya, mendampingi anak di dunia digital memang bukan soal mengawasi setiap langkahnya, melainkan membantu mereka belajar menggunakan teknologi dengan aman dan bertanggung jawab. Kalau Moms sendiri, seberapa besar ruang digital yang menurut Moms perlu tetap diberi kepada anak saat mereka mulai beranjak remaja? (MB/TW/Foto: OpenAI)