ASK THE EXPERT

Pil, Suntik, dan Implan, Mana Alat KB yang Lebih Bagus?



Dijawab oleh: Prof. Dr Biran Affandi Sp.OG(K), Guru Besar Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM.

T: Saya seorang ibu pekerja yang baru melahirkan, dan ingin menunda anak sampai tiga tahun ke depan. Dari alat KB yang ada, yaitu pil, suntik, implan dan IUD, mana yang paling bagus? Saya takutnya kalau asal pilih, nanti "kebobolan" saja.
-Rahmi, 27 tahun, Tangerang.

J: Halo, Bu Rahmi... Pada dasarnya semua alat KB bagus untuk mencegah kehamilan dalam jangka panjang. Apakah itu pil, suntik, implan, dan IUD.

Namun saat ini, pil dan suntik KB punya tingkat kegagalan lebih tinggi dibandikan implan dan IUD. Sebab, alat kontrasepsi dalam bentuk pil menuntut wanita mengonsumsi setiap hari pada waktu yang sama, saat Anda pertama kali minum. Demikian juga dengan suntik, apakah itu satu atau tiga bulan sekali. Jadi, wanita yang memilih pil, mau tidak mau, harus disiplin.

Data WHO (World Health Organization), menunjukkan, tingkat kegagalan dari pil KB sekitar 90 per 1.000 orang, dan suntik 60 per 1.000 orang. Sementara implan memiliki angka kegagalan hanya 0,5 persen (5 dari 1.000 orang), atau terkecil bahkan dibandingkan dengan IUD yang 8,5 orang dari 1.000 pengguna.

Lebih dalam, sekarang ada beberapa jenis implan yang bisa dipilih para wanita, yakni implan KB dua atau satu batang. Mau implan dengan dua batang? Boleh. Kedua implan itu pada dasarnya efektif mengentalkan lendir dalam bibir rahmim sehingga sperma tidak bisa masuk ke rahmil dan membuahi sel telur. Namun, bila nanti yang dipilih memang implan, baiknya memilih batang satu. Itu karena semakin kecil jumlah batangnya, semakin mudah pemakaiannya.

Adapun cara memakainya, bidang atau dokter obgin akan memasang implan di lengan atas di bawah kulit. Di mana ukuran diameter implan hanya 1-2 mm. Dan Anda bisa mencegah kehamilan dengan masa tiga sampai lima tahun. (Qalbinur Nawawi/TW/Dok. Pixabay)