TODDLER

Berapa Jarak Usia Ideal Kakak dan Adik?



Tidak ada jarak usia yang ideal untuk anak-anak Anda. Masing-masing jarak usia anak memiliki keuntungan dan kekurangan yang bisa Anda maksimalkan demi tumbuh kembang anak yang optimal. Tugas Anda sebagai orangtua adalah membangun hubungan yang baik dan dekat antara kakak dan adik, serta menciptakan momen-momen bahagia yang akan diingat oleh keduanya.

Jarak usia kakak-adik 1 tahun:

Penelitian menunjukkan bahwa jarak kehamilan kurang dari 6 bulan dapat menguras tenaga dan membuat Anda berisiko terserang stres lebih besar. Sebenarnya memiliki anak dengan jarak hanya 1 tahun hampir mirip dengan memiliki anak kembar. Anda akan berhadapan dengan tumbuh kembang yang hampir sama di antara kedua anak Anda. Meskipun begitu, dengan jarak usia antara kakak dan adik 1 tahun, Anda harus mengulang kembali semua prosesnya dalam waktu singkat. Misalnya, Anda baru saja mengajarkan soal potty training pada si kakak, beberapa bulan kemudian, Anda mesti mengulangnya pada si adik.

Tips: Cobalah untuk mengenalkan konsep baru, seperti potty training, secara bersamaan kepada kedua anak Anda. Si adik mungkin belum siap ketika Anda mengajarkannya. Namun 'bocoran' yang Anda berikan dan contoh dari si kakak akan membantunya untuk menguasai kemampuan itu lebih cepat. Untuk mengurangi kelelahan mengasuh 2 anak dengan jarak usia 1 tahun, Anda harus bahu-membahu dengan pasangan. Berbagilah tugas dengan pasangan dan jangan ragu juga meminta bantuan orang lain, seperti orangtua Anda, kerabat dekat, atau pengasuh.

Jarak usia kakak adik 2 tahun:

Perbedaan usia 2 tahun memberikan kesempatan bagi kakak dan adik untuk menjadi teman dekat, karena pada dasarnya mereka mengalami perkembangan yang hampir serupa. Si kakak yang berusia 5 tahun dengan adik yang berusia 3 tahun, misalnya, bisa menonton acara televisi yang sama atau bermain permainan yang sama. Meskipun begitu, memiliki anak dengan jarak usia ini juga bisa sangat merepotkan, karena mereka akan sangat menikmati aktivitasnya bersama, contohnya Anda akan menghadapi duo ini membongkar lemari bersama.

Tips: Ingatlah karena mereka cenderung dekat, perubahan bisa sangat menyulitkan. Cobalah untuk mempermudah si adik dalam menghadapi perubahan, misalnya saat kakak mulai bersekolah di TK, masukkan si adik ke baby gym atau kelas lain agar ia tidak merasa kesepian. Jika mereka saling menyemangati dalam hal kebiasaan buruk, seperti si adik mendukung kakaknya yang tengah melompat-lompat di sofa, segera pisahkan mereka dan ingatkan kedua bahwa kebiasaan tersebut tidaklah baik.

Jarak usia kakak adik 3 tahun:

Beberapa ibu merasa 3 tahun merupakan jarak usia yang ideal karena si kecil masih bisa bermain bersama. Selain itu, si adik juga bisa cepat pintar karena melihat kebiasaan si kakak. Namun seperti jarak usia lainnya, jarak usia ini juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah si kakak akan sering berperan sebagai 'bos' dari adiknya. Hal ini akan sering menyebabkan keduanya bertengkar. Tak hanya itu, si kakak yang berusia 4 tahun sudah bisa membandingkan dirinya dengan si adik, tapi belum cukup dewasa untuk mengerti bahwa bayi membutuhkan perhatian lebih dari Anda, sehingga ia akan sering merasa cemburu. Di sisi lain, si adik akan iri dan cemburu dengan aktivitas beragam yang bisa dilakukan si kakak.

Tips: Untuk mengatasi kecemburuan di antara keduanya, Anda bisa merencanakan kegiatan yang bisa dilakukan oleh kakak dan adik, seperti membuat art and craft berupa pesawat terbang dari stik es krim. Anda bisa memberikan tugas yang lebih sulit pada si kakak dan yang lebih mudah pada si adik. Yang terpenting adalah mereka bisa melakukannya bersama dan keduanya merasa berperan dan dibutuhkan.

Jarak usia kakak adik 4 tahun:

Jarak usia anak yang jauh ini bisa sangat menguntungkan Anda. Si kakak sudah mandiri dan mampu mengerjakan banyak hal sendiri. Ini berarti Anda memiliki kesempatan lebih besar untuk fokus pada si adik. Jarak usia anak yang jauh juga memudahkan Anda untuk mengatur keuangan, khususnya untuk keperluan pendidikan dan masa depan masing-masing anak. Namun jarak usia ini juga berarti si kakak dan adik tidak bisa bermain bersama dan menjadi terlalu dekat. Anda juga akan merasakan tantangan dengan gaya pengasuhan yang berbeda antara balita dan bayi.

Tips: Anda bisa memancing kedekatan mereka, misalnya dengan menceritakan kepada si kakak bagaimana miripnya ia dengan si adik ketika masih kecil. Anda bisa menunjukkan foto si kakak ketika masih bayi. Dengan begitu si kakak akan merasa lebih sabar dan berempati dengan perilaku si adik yang terkadang mengganggunya, karena ia juga pernah melakukan hal yang sama dahulu. Anda juga bisa mengajak mereka melakukan banyak aktivitas bersama, misalnya pergi ke pantai, berkemah, atau bersepeda bersama. Pilihlah aktivitas yang bisa dinikmati oleh semua anggota keluarga, baik kakak maupun adik. (M&B/SW/Dok. Freepik)