TODDLER

Waspada Bipolar pada Anak, Ketahui 7 Tandanya Berikut!



Tahukah Moms bahwa gangguan bipolar juga bisa diderita oleh anak-anak? Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami gangguan kesehatan mental. Maka dari itu, deteksi dini merupakan kunci agar tindakan penanganan dapat dilakukan dengan tepat dan cepat. Bila tidak ditangani dengan baik, maka bisa-bisa seluruh aspek kehidupannya dapat terancam. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, Moms!

Gangguan emosi

Menurut National Institute of Mental Health, gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyebabkan seseorang mengalami perubahan mood serta perilaku yang ekstrem dan mudah dikenali.

Gangguan bipolar juga dikenal sebagai penyakit manic-depressive. Ini tak lain dikarenakan terdapat dua episode mood dan perilaku sebagai karakteristik utama, yakni episode manic di mana seseorang merasa terlampau bahagia dan episode depressive di mana seseorang merasa sangat depresi.

Kondisi ini tidak sama layaknya pergantian mood yang biasa anak-anak rasakan. Pergantian mood pada gangguan bipolar jauh lebih ekstrem, sering kali tanpa provokasi, dan diringi dengan perubahan durasi tidur, jumlah energi, dan kemampuan untuk berpikir dengan jelas.

Gejala bipolar bisa menyulitkan anak-anak untuk dapat berprestasi di sekolah atau bersosialisasi dengan teman sebaya serta keluarga. Beberapa anak bahkan bisa menyakiti diri sendiri sebagai pelampiasan mood atau upaya bunuh diri.

Sejauh ini gangguan bipolar lebih jarang terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Menurut Boston Children's Hospital, gangguan bipolar pada anak hanya terjadi sebanyak 3%, dengan kecenderungan anak yang lebih besar dan remaja. Namun, tak menutup kemungkinan gangguan ini dimiliki oleh anak yang lebih muda, karena diagnosis gangguan bipolar juga ditemukan pada anak berusia 5 tahun.

7 Tanda anak punya gangguan bipolar

Perlu diketahui bahwa mengidentifikasi tanda awal gangguan bipolar pada anak sangat sulit. Namun, dilansir dari Mayo Clinic, ada beberapa hal yang dapat menandakan gangguan bipolar pada anak, antara lain:

1. Perubahan mood yang sangat ekstrem dan berbeda dari perubahan mood biasanya.

2. Hiperaktif, impulsif, agresif, atau perilaku sosial yang tidak pantas lainnya.

3. Perilaku yang tinggi risiko dan gegabah, sangat berbeda dari karakter yang Anda kenal.

4. Insomnia atau berkurangnya keinginan untuk tidur yang drastis.

5. Mood yang depresi atau mudah marah hampir sepanjang hari.

6. Kepercayaan diri yang terlalu besar.

7. Pada anak yang lebih besar atau remaja, terdapat pemikiran atau tindakan untuk bunuh diri.

Anak-anak dengan gangguan bipolar mengalami gejala yang berbeda di masing-masing episode. Beberapa gejala yang bisa muncul pada Si Kecil saat episode manic antara lain perilaku konyol dan bahagia yang tidak wajar, temperamen yang pendek, hiperaktif, pemarah, berbicara dengan cepat, pola tidur yang bermasalah, sulit berkonsentrasi, gemar bicara dengan hal seksual serta melakukan hal-hal berisiko (kedua hal terakhir umum muncul pada anak yang lebih besar dan remaja).

Sedangkan gejala episode depressive antara lain merasa sedih yang tiada tara, kurangnya keinginan untuk bermain, mengeluh tentang sakit perut, pola tidur yang bermasalah, makan yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, merasa bersalah atau diri tidak layak, kesulitan berkonsentrasi, berpikir tentang bunuh diri serta merasa sangat kelelahan (kedua hal terakhir umum muncul pada anak yang lebih besar dan remaja).

Bila episode tidak sedang kambuh, maka anak akan kembali berperilaku seperti biasanya. Penting untuk dipahami bahwa beberapa gangguan lain yang sering dialami anak, seperti attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD), oppositional defiant disorder (ODD), dan conduct disorder, bisa memiliki gejala yang mirip dengan gangguan bipolar. Maka dari itu, memeriksakan Si Kecil dengan dokter merupakan langkah tepat untuk deteksi akurat.

Tangani dengan tepat

Bila Anda mendapati beberapa gejala di atas pada Si Kecil, segeralah berkonsultasi dengan tenaga ahli. Beberapa penanganan gangguan bipolar yang umum dilakukan adalah medikasi, terapi, psikoedukasi, dan dukungan sekolah.

Medikasi yang diberikan dapat berupa obat antidepresi, penyeimbang mood, antipsikotis, dan atau antiansietas (penghilang rasa khawatir). Namun, karena otak anak sedang dalam masa perkembangan, maka dokter mungkin akan merekomendasikan medikasi seminimal mungkin.

Terapi merupakan hal yang sangat diperlukan untuk membantu Si Kecil belajar mengatasi gejala serta mengembangkan kebiasaan hidup yang aman dan sehat. Play therapy adalah metode terapi yang sering diterapkan pada anak yang masih kecil.

Psikoedukasi bisa sangat membantu baik orang tua maupun anak dalam memahami lebih jauh tentang gangguan bipolar. Bila dilakukan, tentu ini sangat baik untuk membantu menciptakan suasana kondusif buat perkembangan anak. (M&B/Gabriela Agmassini/SW/Foto: Freepik)