Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Melihat Si Kecil muntah berulang kali tentu membuat kita panik ya, Moms. Satu kali muntah mungkin masih bisa diatasi dengan tenang. Namun, jika sudah berkali-kali tanpa henti, rasa panik pasti mulai datang. Kabar baiknya, sebagian besar kasus muntah pada anak bisa ditangani di rumah. Namun seperti apa pertolongan pertama anak muntah terus?
Untuk itu, simak penjelasan berikut ini yang bisa membantu Moms memahami penyebab umum anak muntah terus, membedakan mana yang bisa ditangani di rumah dan mana yang perlu segera ke rumah sakit, serta memberikan panduan pertolongan pertama yang praktis dan berbasis fakta medis.
Penyebab anak muntah terus dan kapan perlu pertolongan
Muntah adalah respons alami tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang dianggap berbahaya atau mengganggu sistem pencernaan. Pada anak-anak, penyebabnya sangat beragam.
Penyebab anak muntah terus
1. Gastroenteritis (infeksi usus): Penyebab tersering, biasanya disertai diare dan disebabkan oleh virus seperti rotavirus atau norovirus.
2. Mabuk perjalanan: Anak lebih rentan mengalami mual dan muntah saat berkendara karena sistem vestibular mereka masih berkembang.
3. Keracunan makanan: Gejala biasanya muncul 1–8 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.
4. Makan terlalu banyak atau terlalu cepat: Perut anak lebih kecil, sehingga mudah kelebihan kapasitas.
5. Batuk keras: Batuk yang tidak terkontrol bisa memicu refleks muntah, terutama pada bayi dan balita.
6. Infeksi lain: Infeksi telinga, saluran kemih, atau bahkan radang tenggorokan terkadang memicu muntah.
Baca juga: Anak Muntah karena Masuk Angin? Ini Cara Mengatasinya, Moms
Kapan anak yang muntah perlu mendapat pertolongan?
Muntah yang berlangsung lebih dari 24 jam pada bayi di bawah 12 bulan, atau lebih dari 48 jam pada anak yang lebih besar, sudah cukup menjadi alasan untuk menghubungi dokter. Makin muda usia anak, makin cepat Moms perlu bertindak.
Perbedaan muntah biasa dengan muntah yang menandakan kondisi darurat
Tidak semua muntah pada anak sama, Moms. Berikut ini ciri-ciri muntah yang masih tergolong normal.
- Muntah 1–3 kali dalam beberapa jam, lalu berhenti
- Anak masih mau minum sedikit-sedikit
- Anak tetap responsif dan bisa diajak bicara
- Tidak ada darah dalam muntahan
- Anak kelihatan lemas tapi tidak sampai tidak sadar
Sementara, ciri-ciri muntah yang menandakan kondisi darurat dan perlu dibawa ke IGD adalah:
- Muntah berwarna hijau atau kuning cerah (bisa menandakan obstruksi usus)
- Ada darah atau warna seperti kopi dalam muntahan
- Anak menangis terus-menerus dan tidak bisa ditenangkan
- Perut terasa keras atau kembung secara tidak normal
- Anak tidak sadar atau sangat sulit dibangunkan
- Muntah terjadi setelah benturan di kepala
- Anak menolak minum sama sekali selama lebih dari 2 jam.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), muntah yang disertai nyeri perut hebat dan demam tinggi di atas 39° C pada anak di bawah 3 tahun harus segera dievaluasi oleh tenaga medis.
Langkah pertolongan pertama pada anak muntah terus yang tepat
Begitu Si Kecil mulai muntah berulang kali, ada beberapa langkah yang bisa Moms lakukan segera untuk menjaga kondisinya tetap stabil.
1. Posisikan anak dengan benar
Baringkan anak dalam posisi miring untuk mencegah ia tersedak muntahannya sendiri. Jangan biarkan anak berbaring telentang saat masih aktif muntah. Untuk bayi, gendong Si Kecil dalam posisi tegak dan topang kepalanya.
2. Tenangkan dan jaga kebersihannya
Bersihkan mulut dan wajah anak dengan lembut menggunakan kain basah bersih. Ganti bajunya jika perlu agar ia merasa lebih nyaman. Peluk dan tenangkan anak. Anak yang merasa aman akan lebih mudah beristirahat.
3. Hentikan semua makanan padat sementara waktu
Jangan paksa anak makan meski ia meminta. Perut yang sedang iritasi perlu istirahat sejenak. Tunggu setidaknya 30–60 menit setelah muntah terakhir sebelum memberikan apa pun lewat mulut.
4. Berikan cairan secara bertahap
Ini adalah langkah paling penting untuk mencegah dehidrasi. Mulailah dengan 1–2 sendok teh cairan setiap 5 menit. Jangan langsung memberikan segelas penuh, karena ini justru bisa memicu muntah lagi.
5. Pantau kondisi anak secara berkala
Perhatikan apakah ada tanda dehidrasi atau perubahan kondisi yang perlu diwaspadai. Catat frekuensi muntah, warna, dan kondisi umum anak untuk disampaikan ke dokter jika dibutuhkan.
Cara memberikan pertolongan pertama dan menangani dehidrasi
Dehidrasi adalah komplikasi paling umum dari muntah yang berlangsung lama. Tubuh anak kehilangan cairan dan elektrolit dengan cepat, sehingga penanganan yang tepat sangat krusial.
Cairan terbaik untuk anak yang muntah
Larutan oralit (oral rehydration solution/ORS) adalah pilihan terbaik menurut WHO dan AAP. Larutan ini mengandung keseimbangan gula dan garam yang membantu tubuh menyerap cairan lebih efisien.
Alternatif lain yang bisa digunakan:
- ASI untuk bayi yang masih menyusui (lanjutkan menyusui sesering mungkin)
- Air putih untuk anak di atas 1 tahun
- Kaldu bening dalam jumlah kecil.
Hindari memberikan jus buah, minuman bersoda, minuman olahraga, atau susu penuh lemak saat anak masih aktif muntah—semua ini bisa memperparah kondisi.
Jadwal pemberian cairan yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:
1. Untuk bayi kurang dari 1 tahun, jumlah cairan per dosis adalah 5 ml (1 sendok teh) dan berikan setiap 1–2 menit.
2. Untuk anak 1–5 tahun, jumlah cairan per dosis adalah 10–15 ml dan berikan setiap 5 menit.
3. Untuk anak lebih dari 5 tahun, jumlah cairan per dosis adalah 30 ml dan berikan setiap 5–10 menit.
Jika anak berhasil menahan cairan selama 2 jam, Moms bisa mulai menawarkan makanan ringan yang mudah dicerna, seperti pisang, roti tawar, atau nasi putih pulen.
Baca juga: Makanan untuk Anak Muntah yang Aman dan Mudah Dicerna
Mengenali tanda dehidrasi pada anak
Tanda dehidrasi ringan hingga sedang yang perlu dipantau:
- Mulut dan bibir kering
- Menangis dengan sedikit atau tanpa air mata
- Jarang buang air kecil (popok tidak basah selama 3–4 jam pada bayi)
- Anak terlihat lebih lesu dari biasanya.
Tanda dehidrasi berat yang memerlukan pertolongan medis segera:
- Tidak buang air kecil selama lebih dari 6–8 jam
- Mata cekung
- Kulit yang dicubit kembali lambat (turgor kulit buruk)
- Anak sangat lemas, hampir tidak merespons.
Fakta medis tentang tanda bahaya muntah pada anak yang harus segera ke RS
Menurut panduan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan American Academy of Pediatrics, bawa anak ke rumah sakit tanpa menunggu jika:
- Bayi di bawah 3 bulan mengalami muntah yang kuat dan menyembur (projectile vomiting)
- Muntah disertai kejang atau kaku leher
- Ada tanda-tanda syok: kulit pucat, tangan dan kaki dingin, napas cepat, nadi lemah
- Anak tidak bisa menelan cairan sama sekali dan menolak semua upaya rehidrasi oral
- Muntah terjadi setelah anak menelan benda asing atau zat berbahaya
- Kondisi anak memburuk dengan cepat meski sudah dilakukan pertolongan pertama.
Di rumah sakit, dokter biasanya akan menanyakan beberapa hal ini—karena itu, catat sejak awal:
- Kapan muntah pertama kali terjadi?
- Berapa kali muntah dalam 24 jam terakhir?
- Apa warna dan konsistensi muntahan?
- Apakah ada darah atau empedu?
- Seberapa banyak cairan yang berhasil diminum?
- Apakah ada demam, diare, atau gejala lain?
Informasi ini akan sangat membantu dokter dalam menentukan penanganan yang tepat dan cepat untuk Si Kecil.
Itulah penjelasan tentang pertolongan pertama anak muntah terus. Langkah pertama yang paling penting adalah tetap tenang. Kemudian, ikuti panduan pertolongan pertama seperti yang dijelaskan di atas. Pantau juga kondisi Si Kecil dengan cermat, dan jangan ragu menghubungi dokter jika ada tanda-tanda yang membuat Moms khawatir. (MB/SW/RF/Foto: Freepik)
