Type Keyword(s) to Search
TODDLER

Anak Muntah karena Masuk Angin? Ini Cara Mengatasinya, Moms

Anak Muntah karena Masuk Angin? Ini Cara Mengatasinya, Moms

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Melihat Si Kecil muntah tentu bukan pemandangan yang menyenangkan. Apalagi kalau kejadiannya berulang, di tengah malam, atau saat Anda sedang bepergian. Rasanya campur aduk ya, Moms, khawatir, panik, dan ingin segera membantu.

Muntah akibat masuk angin adalah salah satu keluhan yang paling sering dialami anak-anak, terutama saat cuaca berganti atau setelah beraktivitas di luar ruangan. Kondisi ini memang tidak berbahaya, tetapi tetap perlu ditangani dengan tepat agar Si Kecil cepat pulih dan kembali ceria.

Lalu, apa ciri-ciri anak masuk angin? bagaimana cara mengatasinya? dan kapan harus membawa Si Kecil ke rumah sakit? Simak penjelasannya dalam artikel ini, Moms!

Ciri-ciri anak masuk angin

Sebelum menangani, penting untuk mengenali dulu gejalanya. Masuk angin pada anak biasanya tidak datang tiba-tiba, ada beberapa tanda yang bisa Anda perhatikan sejak awal.

1. Perut kembung dan terasa tidak nyaman: Anak sering merasa perutnya penuh atau seperti ada yang mengganjal, meski belum makan banyak.

2. Mual dan muntah: Ini adalah gejala yang paling sering dikeluhkan. Muntah bisa terjadi satu kali atau beberapa kali dalam sehari.

3. Badan terasa lemas dan mudah mengantuk: Si Kecil tampak tidak bersemangat, tidak mau bermain, dan lebih banyak tiduran.

4. Nafsu makan menurun: Anak menolak makan atau hanya mau minum sedikit.

5. Kedinginan atau meriang: Tubuh terasa dingin di permukaan, tetapi suhunya bisa sedikit meningkat.

6. Sering bersendawa atau kentut: Ini adalah cara tubuh melepaskan gas yang menumpuk di dalam perut.

7. Rewel atau lebih mudah menangis: Terutama pada anak yang belum bisa mengungkapkan rasa tidak nyamannya dengan kata-kata.

Baca juga: Anak Muntah dan Mencret Tanpa Demam, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jika Si Kecil menunjukkan beberapa tanda di atas sekaligus, kemungkinan besar ia sedang masuk angin. Perhatikan juga kapan gejala itu muncul, apakah setelah kehujanan, terlalu lama di ruangan ber-AC, atau setelah kelelahan bermain?

Cara agar anak berhenti muntah

Muntah memang melelahkan, baik untuk anak maupun Moms yang merawatnya. Berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk membantu meredakannya.

1. Tenangkan Si Kecil terlebih dahulu

Anak yang muntah sering kali merasa takut atau tidak nyaman. Peluk dan tenangkan ia sebelum melakukan apa pun. Suara dan kehadiran Anda saja sudah bisa membuatnya merasa lebih aman.

2. Posisikan tubuhnya dengan benar

Dudukkan anak dengan posisi tegak atau condong sedikit ke depan saat sedang muntah. Hindari membaringkannya langsung setelah muntah, karena ini bisa meningkatkan risiko aspirasi (cairan masuk ke saluran napas).

3. Berikan cairan sedikit demi sedikit

Setelah muntah berhenti setidaknya 15-30 menit, tawarkan cairan dalam jumlah kecil. Mulailah dengan 1-2 sendok makan air putih atau larutan oralit. Jangan langsung memberikan minuman dalam jumlah banyak, karena justru bisa memicu muntah kembali.

4. Hindari makanan berat untuk sementara

Tunda dulu makanan padat sampai kondisi anak membaik. Jika ia sudah bisa menahan cairan dengan baik, barulah perkenalkan makanan ringan seperti biskuit tawar, bubur encer, atau pisang.

5. Kompres hangat di perut

Kompres hangat di bagian perut bisa membantu meredakan kembung dan ketidaknyamanan. Gunakan kain atau handuk kecil yang dicelupkan ke air hangat, lalu tempelkan selama beberapa menit.

6. Balurkan minyak telon atau minyak kayu putih

Banyak orang tua yang menemukan manfaat dari membalurkan minyak telon atau minyak kayu putih di perut, punggung, dan dada anak. Selain memberikan rasa hangat, aromanya juga bisa membantu anak merasa lebih tenang.

7. Pastikan anak cukup istirahat

Tubuh yang sedang melawan masuk angin butuh waktu untuk memulihkan diri. Jauhkan Si Kecil dari aktivitas yang terlalu banyak bergerak dan pastikan ia tidur cukup.

Apa yang dilakukan setelah muntah masuk angin?

Setelah muntah berakhir, ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan untuk memastikan pemulihan Si Kecil berjalan lancar.

1. Pantau tanda dehidrasi

Muntah berulang bisa membuat tubuh anak kekurangan cairan lebih cepat dari yang kita sadari. Perhatikan tanda-tanda dehidrasi berikut:

  • Mulut dan bibir kering
  • Mata tampak cekung
  • Jarang buang air kecil atau urine berwarna kuning pekat
  • Anak tampak sangat lemas dan tidak responsif.

Jika Anda melihat tanda-tanda ini, segera hubungi dokter.

Baca juga: Tips Mencegah Dehidrasi pada Anak yang Sedang Sakit

2. Mulai perkenalkan makanan secara bertahap

Setelah anak bisa menahan cairan selama beberapa jam tanpa muntah, mulailah dengan makanan yang mudah dicerna. Pilihan yang baik antara lain bubur putih atau bubur ayam tanpa santan, pisang matang, roti tawar, atau sup bening.

Hindari makanan berlemak, pedas, atau terlalu manis dulu ya, Moms. Sistem pencernaan Si Kecil masih dalam proses pemulihan.

3. Jaga kebersihan dan ganti pakaiannya

Ganti pakaian anak yang kotor terkena muntahan dan pastikan ia memakai pakaian yang hangat dan nyaman. Lingkungan yang bersih juga membantu mencegah penyebaran kuman ke anggota keluarga lainnya.

Kapan harus ke dokter?

Masuk angin biasanya membaik dalam 1-2 hari. Namun, segera bawa anak ke dokter jika:

  • Muntah berlangsung lebih dari 24 jam
  • Ada darah dalam muntahan
  • Anak mengalami demam tinggi (di atas 38,5 °C)
  • Anak menangis terus-menerus dan tidak bisa ditenangkan
  • Perut terasa keras atau sangat kembung.

Kondisi-kondisi ini bisa menjadi tanda ada masalah yang lebih serius dan perlu penanganan medis segera.

Itulah beberapa hal yang harus Moms pahami saat menghadapi anak muntah karena masuk angin. Merawat anak sakit memang menguras energi dan emosi. Namun, ingat, setiap momen sulit ini juga menjadi bukti betapa besarnya cinta Anda kepada Si Kecil. (MB/GP/RF/Foto: Freepik)