Type Keyword(s) to Search
TODDLER

Cacing Kremi pada Anak: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Cacing Kremi pada Anak: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Salah satu kondisi yang sering membuat para ibu merasa khawatir adalah ketika anak tiba-tiba mengeluh gatal di area dubur, terutama saat malam hari. Jika Si Kecil sering gelisah dan sulit tidur karena rasa gatal tersebut, bisa jadi ia sedang mengalami infeksi cacing kremi, Moms.

Kondisi ini sebenarnya sangat umum terjadi pada anak-anak usia sekolah maupun prasekolah. Meskipun terdengar menakutkan, infeksi cacing kremi pada anak bukanlah tanda Moms gagal menjaga kebersihan. Terkadang, anak hanya memegang mainan yang kurang bersih atau lupa mencuci tangan setelah bermain bersama teman-temannya.

Ciri-ciri cacing kremi pada anak yang perlu diwaspadai

Cacing kremi memiliki bentuk yang sangat kecil, berwarna putih, dan menyerupai benang tipis. Berikut ini ciri-ciri cacing kremi pada anak yang perlu Anda waspadai, Moms.

1. Gatal di area dubur pada malam hari

Gejala paling khas dari cacing kremi adalah rasa gatal yang intens di sekitar area dubur (anus). Gatal ini biasanya memburuk pada malam hari karena cacing betina akan bergerak ke permukaan dubur untuk bertelur. Hal ini tentu akan membuat Si Kecil merasa sangat tidak nyaman.

2. Kemerahan atau iritasi di area dubur

Frekuensi menggaruk yang terlalu sering dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, atau bahkan lecet di sekitar dubur. Jika tidak dijaga kebersihannya, luka garukan ini berisiko menimbulkan infeksi kulit sekunder akibat bakteri.

3. Kualitas tidur menurun dan mudah gelisah

Karena rasa gatal yang muncul di malam hari, anak sering kali terbangun, menangis, atau mengigau. Kurangnya waktu istirahat ini pada akhirnya membuat Si Kecil terlihat lebih rewel, kelelahan, dan kurang fokus saat beraktivitas di siang hari.

4. Ada cacing pada feses atau pakaian dalam anak

Pada beberapa kasus, Moms mungkin bisa melihat cacing secara langsung. Cobalah periksa pakaian dalam Si Kecil saat ia terbangun di pagi hari, atau perhatikan fesesnya saat ia buang air besar. Cacing ini biasanya berukuran sekitar 2-13 milimeter.

Penyebab cacing kremi pada anak dan cara penularannya

Banyak orang tua bertanya-tanya, bagaimana bisa anak yang sehari-hari dirawat di rumah tetap terkena cacing kremi? Penyebab utama kondisi ini adalah parasit bernama Enterobius vermicularis. Penularannya sangat mudah dan sering kali tidak disadari.

Proses penularan dimulai ketika anak tanpa sengaja menelan telur cacing kremi. Telur mikroskopis ini bisa menempel pada permukaan benda apa saja, mulai dari mainan, gagang pintu, meja belajar, hingga perlengkapan makan. Ketika anak menyentuh benda-benda tersebut dan memasukkan tangannya ke dalam mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, telur cacing akan masuk ke dalam sistem pencernaannya.

Selain itu, siklus penularan sering terjadi dari tubuh anak itu sendiri (reinfeksi). Saat anak menggaruk area dubur yang gatal, telur cacing akan menyelinap ke bawah kukunya. Jika anak tersebut memegang seprai, pakaian, atau makanan, telur itu akan berpindah dan dapat menular kepada anggota keluarga lainnya. Inilah sebabnya infeksi cacing kremi sangat mudah menyebar di dalam satu rumah atau lingkungan sekolah.

Baca juga: Cacingan Juga Bisa Menyerang Bayi, Ini Tanda-tandanya

Obat cacing kremi untuk anak yang ampuh

Mendapati Si Kecil terinfeksi cacing kremi tentu membuat Anda cemas, tetapi kondisi ini bisa diobati. Langkah pertama yang paling bijak adalah berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan diagnosis dan resep yang sesuai dengan usia dan berat badan buah hati Anda.

Secara umum, dokter akan meresepkan obat antiparasit yang bekerja secara efektif membasmi cacing di dalam tubuh. Beberapa jenis obat cacing kremi yang umum digunakan meliputi:

1. Mebendazole dan albendazole

Obat ini bekerja dengan cara mencegah cacing menyerap gula, sehingga cacing akan kehabisan energi dan mati. Biasanya, obat ini diberikan dalam satu dosis, lalu dilanjutkan dengan dosis kedua sekitar dua minggu kemudian untuk memastikan telur yang baru menetas juga ikut mati.

2. Pyrantel pamoate

Ini adalah obat cacing yang sering dijual bebas di apotek. Obat ini melumpuhkan cacing sehingga mereka bisa dikeluarkan dari tubuh melalui feses. Sama seperti obat lainnya, dosis kedua sering kali direkomendasikan setelah beberapa minggu.

Satu hal yang sangat penting untuk diingat: pengobatan harus dilakukan pada seluruh anggota keluarga yang tinggal di rumah yang sama. Mengingat tingkat penularannya yang sangat tinggi, mengobati satu anak saja tidak cukup. Seluruh anggota keluarga perlu minum obat cacing secara bersamaan agar siklus penularan benar-benar terputus.

Cara mencegah cacing kremi pada anak

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Karena telur cacing kremi dapat bertahan hidup di permukaan benda selama 2-3 minggu, menjaga kebersihan lingkungan rumah adalah kunci utamanya. Moms bisa menerapkan kebiasaan-kebiasaan sehat berikut ini untuk melindungi keluarga.

1. Biasakan mencuci tangan dengan sabun

Ajarkan Si Kecil untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Pastikan ia mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain di luar rumah atau memegang hewan peliharaan.

Baca juga: 8 Penyakit yang Bisa Muncul Jika Kita Malas Mencuci Tangan

2. Potong kuku anak secara rutin

Kuku yang panjang adalah tempat persembunyian favorit bagi telur cacing. Gunting kuku anak secara berkala dan pastikan kukunya selalu dalam keadaan pendek dan bersih. Jangan biarkan anak memiliki kebiasaan menggigit kuku.

3. Rutin mengganti pakaian dan seprai

Ganti pakaian dalam Si Kecil setiap hari. Selama masa pengobatan, biasakan untuk mencuci seprai, selimut, dan pakaian tidur menggunakan air panas. Suhu yang tinggi sangat efektif untuk membunuh telur cacing kremi yang mungkin menempel pada kain.

4. Mandi di pagi hari

Ajak anak untuk rutin mandi dan membersihkan badan di pagi hari, terutama pada area bokong dan dubur. Cacing betina bertelur di malam hari, sehingga mandi di pagi hari dapat membantu membersihkan telur-telur tersebut sebelum sempat menyebar ke area lain.

Bahaya cacing kremi jika tidak segera diobati

Walaupun infeksi ini jarang menyebabkan masalah medis yang kritis, membiarkan anak tanpa pengobatan bisa menimbulkan komplikasi yang mengganggu keseharian Si Kecil. Perhatian Anda sangat dibutuhkan agar kondisi ini tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Salah satu bahaya utama adalah infeksi bakteri pada kulit. Saat anak terus-menerus menggaruk dubur yang gatal, kulit bisa terluka. Luka terbuka ini menjadi jalan masuk bagi bakteri, yang akhirnya menyebabkan infeksi kulit yang memerlukan penanganan antibiotik.

Pada anak perempuan, cacing kremi terkadang bisa bergerak dari area dubur menuju vagina. Jika hal ini terjadi, anak bisa mengalami keputihan, gatal hebat di area kemaluan, hingga peradangan pada vagina (vaginitis).

Selain itu, gangguan tidur jangka panjang akibat rasa gatal dapat berdampak pada penurunan berat badan, kelelahan kronis, serta terganggunya proses belajar Si Kecil di sekolah.

Itulah penjelasan mengenai cacing kremi pada anak. Dengan mengenali ciri-ciri cacing kremi pada anak sejak dini, Moms bisa membantu melindungi kenyamanan dan kesehatan Si Kecil. Selalu terapkan pola hidup bersih dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan obat cacing kremi untuk anak yang paling ampuh ya, Moms. (MB/SW/RF/Foto: Freepik)