Type Keyword(s) to Search
TODDLER

Anak Ketakutan Seperti Melihat Sesuatu? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Anak Ketakutan Seperti Melihat Sesuatu? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Menjadi seorang ibu memang penuh dengan kejutan. Terkadang, kita dihadapkan pada situasi yang membuat hati ikut berdebar, salah satunya ketika melihat Si Kecil tiba-tiba menangis atau menunjuk ke sudut ruangan kosong dan wajah anak ketakutan seperti melihat sesuatu. Padahal tidak ada apa pun di sana. Perasaan bingung, cemas, dan khawatir tentu langsung menyelimuti pikiran kita ya, Moms.

Momen seperti ini sebenarnya cukup umum terjadi dalam perjalanan tumbuh kembang anak. Imajinasi Si Kecil yang sedang berkembang pesat sering kali membuat batasan antara dunia nyata dan khayalan menjadi kabur. Sebagai orang tua, insting pertama kita pastilah ingin segera memeluk dan memastikan anak merasa aman.

Penyebab anak ketakutan seperti melihat sesuatu

Pikiran anak-anak bekerja dengan cara yang sangat luar biasa. Saat mereka menunjukkan rasa takut terhadap sesuatu yang tidak terlihat oleh kita, biasanya ada penjelasan logis dan psikologis di baliknya.

Pertama, perkembangan imajinasi anak usia balita sedang berada pada puncaknya. Bayangan dari lampu jalan yang menembus jendela atau tumpukan baju di kursi bisa dengan mudah diubah oleh otak mereka menjadi sosok monster.

Kedua, anak-anak mungkin mengalami mimpi buruk atau night terror. Saat mereka terbangun tiba-tiba dalam fase tidur yang dalam, bayangan dari mimpi tersebut masih terasa sangat nyata bagi mereka.

Selain itu, paparan media seperti tayangan televisi, buku cerita, atau video yang tidak sesuai usia juga bisa membekas di ingatan mereka. Memori visual tersebut bisa muncul kembali saat suasana sepi atau gelap, memicu rasa panik yang membuat mereka bersikap seolah melihat sesuatu yang menakutkan.

Baca juga: Tips Mengatasi Anak yang Takut Tidur Sendiri

Cara menenangkan anak yang ketakutan di malam hari

Malam hari sering kali menjadi waktu yang paling rentan bagi anak-anak. Jika Si Kecil terbangun dan ketakutan, respons pertama Moms sangatlah penting.

Berikan ia pelukan hangat dan sentuhan fisik yang menenangkan. Katakan dengan suara lembut bahwa Moms ada di sini dan ia selalu aman. Hindari mengabaikan ketakutannya dengan berkata, "Ah, tidak ada apa-apa, kok." Alih-alih berkata demikian, validasi perasaan Si Kecil dengan mengatakan, "Mama tahu kamu merasa takut, tapi Mama akan selalu ada di sini untuk menjaga kamu."

Setelah napasnya mulai teratur, temani anak memeriksa area yang ia takuti jika ia mau. Nyalakan lampu tidur yang redup dan tunjukkan bahwa sudut ruangan itu aman. Terakhir, bantu Si Kecil kembali tidur dengan rutinitas yang menyenangkan, seperti membacakan cerita bernada positif atau menyanyikan lagu pengantar tidur favoritnya.

Baca juga: 10 Cara Ampuh Mengatasi Anak yang Takut Gelap

Tanda-tanda anak melihat makhluk halus menurut Islam

Dalam Islam, anak yang melihat makhluk halus atau diganggu jin biasanya ditandai dengan perubahan fisik dan perilaku yang tiba-tiba, misalnya:

1. Menangis histeris: Anak menangis tiba-tiba tanpa alasan yang jelas atau tidak bisa ditenangkan, terutama saat menjelang Magrib atau tengah malam.

2. Perubahan perilaku ekstrem: Dari ceria mendadak menjadi sangat pendiam, murung, atau agresif.

3. Bicara sendiri: Anak sering terlihat asyik berbicara atau tertawa sendiri seolah sedang berinteraksi dengan seseorang yang tidak terlihat oleh orang tua.

4. Ketakutan tanpa sebab (fobia): Menolak masuk ke suatu ruangan atau histeris melihat sudut tertentu di rumah.

5. Mimpi buruk berulang: Sering terbangun dengan kaget, menangis, dan napas terengah-engah akibat mimpi buruk yang menakutkan.

Jika anak mengalami tanda-tanda tersebut, orang tua tidak disarankan menggunakan benda tajam atau jimat. Sebaiknya lakukan ikhtiar Islami berikut:

1. Rukyah mandiri: Bacakan ayat-ayat pendek seperti surah al-Fatihah, Ayat Kursi (surah al-Baqarah: 255), serta surah al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Naas. Tiupkan pada ubun-ubun atau air untuk diminumkan ke anak.

2. Bentengi dengan doa: Biasakan membaca doa perlindungan sebelum anak tidur dan saat memasuki rumah.

3. Perbaiki suasana rumah: Pastikan rumah sering digunakan untuk salat dan membaca Al-Quran, serta jauhkan dari pajangan patung atau gambar makhluk bernyawa.

Cara melindungi anak dari rasa takut yang berlebihan

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Membangun rasa aman pada anak membutuhkan rutinitas dan lingkungan yang mendukung kesehatan mentalnya sehari-hari.

Awasi setiap tontonan dan konten digital yang diakses anak. Pastikan semuanya sesuai dengan usia Si Kecil dan bebas dari elemen yang mengejutkan atau menyeramkan. Selain itu, buatlah rutinitas sebelum tidur yang rileks. Mandi air hangat, mendengarkan musik klasik, atau mengobrol santai tentang hal-hal menyenangkan yang terjadi pada hari itu bisa membantu pikiran anak lebih tenang.

Ajarkan juga anak kata-kata positif yang bisa ia ucapkan saat merasa takut, seperti "Saya berani" atau "Ada Ibu dan Ayah yang menjagaku." Kepercayaan diri yang tumbuh dari dalam diri Si Kecil akan mampu melawan rasa cemas.

Kapan harus membawa anak ke psikolog karena ketakutan?

Moms perlu mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog anak jika rasa takut ini terjadi sangat sering dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari Si Kecil. Perhatikan juga apakah ketakutan ini menyebabkan anak menolak untuk tidur, kehilangan nafsu makan secara drastis, atau menunjukkan perubahan perilaku yang ekstrem seperti menjadi sangat agresif atau menarik diri dari lingkungan.

Psikolog dapat memberikan penilaian objektif dan terapi bermain yang disesuaikan dengan kebutuhan anak, membantu anak mengelola emosi dan mengatasi trauma atau kecemasannya yang terpendam.

Itulah penjelasan mengenai penyebab anak ketakutan seperti melihat sesuatu dan cara mengatasinya. Menghadapi momen saat anak ketakutan memang menguras emosi, tetapi dengan kasih sayang, kesabaran, dan pendekatan yang tepat, Moms bisa mengubah hal ini dan mengajarkan anak untuk lebih berani dan percaya diri. (MB/SW/RF/Foto: Pexels)