Type Keyword(s) to Search
TODDLER

Bebas Stres: Ini Panduan Toilet Training Anak 18 Bulan

Bebas Stres: Ini Panduan Toilet Training Anak 18 Bulan

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Seiring dengan bertambahnya usia, Si Kecil akan semakin mandiri, termasuk untuk urusan buang air kecil maupun buang air besar. Proses melepas popok dan membiasakan anak buang air kecil di toilet ternyata tidak mudah, lho! Tapi no worries karena MB punya panduan toilet training anak 18 bulan.

Mulai mengajarkan toilet training pada usia 18 bulan terkadang memang terasa menantang, Moms. Namun proses ini sangat mungkin dilakukan dengan pendekatan yang penuh kasih sayang.

Setiap anak memiliki waktunya sendiri, dan tidak ada patokan kaku yang mengharuskan Si Kecil langsung mahir menggunakan toilet dalam semalam. Proses ini membutuhkan kesabaran ekstra, pengertian, dan tentu saja panduan yang tepat agar Si Kecil tidak merasa tertekan. Pendekatan yang terlalu memaksakan justru bisa membuat anak merasa cemas dan menolak untuk belajar.

Tanda-tanda anak siap toilet training

Sebelum memulai langkah apa pun, hal paling penting adalah memperhatikan kesiapan anak. Memaksa anak yang belum siap hanya akan memperpanjang proses dan menimbulkan rasa frustrasi. Berikut adalah beberapa tanda bahwa anak usia 18 bulan mungkin sudah siap untuk diajarkan menggunakan toilet:

1. Tanda fisik

Perhatikan seberapa sering Moms harus mengganti popoknya. Jika popok Si Kecil bisa tetap kering selama kurang lebih dua jam, ini menunjukkan otot kandung kemihnya sudah mulai berkembang dan mampu menahan pipis. Selain itu, jadwal buang air besarnya mungkin mulai teratur di jam-jam tertentu setiap harinya.

2. Tanda perilaku

Anak yang sudah siap biasanya mulai merasa tidak nyaman saat popoknya basah atau kotor. Si Kecil mungkin akan menarik-narik popoknya, menangis, atau memberi tahu Anda dengan bahasa tubuh maupun kata-kata sederhana. Ketertarikan anak saat melihat orang tua atau kakaknya pergi ke kamar mandi juga merupakan sinyal positif.

3. Tanda kognitif

Si Kecil harus sudah bisa memahami dan mengikuti instruksi sederhana seperti "Tolong ambilkan mainan itu" atau "Ayo duduk di sini". Kemampuan mengomunikasikan kebutuhan, meski hanya dengan menunjuk atau mengucapkan kata seperti "pipis" atau "poop", sangat membantu kelancaran proses ini.

Baca juga: 7 Tips Sukses Toilet Training di Malam Hari untuk Anak

Panduan toilet training anak 18 bulan yang efektif

Jika tanda-tanda kesiapan sudah terlihat, Moms bisa mulai menerapkan panduan toilet training anak 18 bulan yang efektif berikut ini. Ingatlah untuk selalu menjaga suasana hati tetap ceria dan santai.

1. Perkenalkan potty chair lebih awal

Letakkan potty chair (pispot anak) di area yang mudah dijangkau, seperti di sudut kamar mandi atau kamar tidurnya. Biarkan anak mengenali dan duduk di atasnya dengan pakaian lengkap terlebih dahulu. Jelaskan fungsi alat tersebut dengan bahasa yang mudah ia pahami, misalnya dengan membacakan buku cerita bergambar tentang menggunakan toilet.

2. Buat jadwal rutin yang konsisten

Anak-anak sangat menyukai rutinitas. Ajak Si kecil duduk di pispotnya pada waktu-waktu tertentu, seperti setelah bangun tidur, sesudah makan siang, atau sebelum mandi sore. Meskipun ia tidak selalu buang air saat duduk di sana, rutinitas ini membantunya terbiasa dengan konsep menggunakan toilet pada waktunya.

3. Berikan pujian yang tulus

Ketika Si Kecil berhasil buang air di pispot, berikan pujian yang spesifik dan pelukan hangat. Hindari memberikan hadiah berupa makanan manis secara berlebihan. Penghargaan terbaik bagi anak usia ini adalah senyuman dan kebanggaan dari orang tuanya. Jika ia belum berhasil atau terjadi "kecelakaan", tetaplah tenang dan sampaikan bahwa tidak apa-apa untuk mencoba lagi nanti.

Baca juga: 7 Panduan Toilet Training untuk Balita

Cara mengajarkan toilet training pada anak perempuan

Secara umum, konsep dasarnya sama antara mengajarkan toilet training pada anak perempuan maupun laki-laki. Namun ada beberapa detail kebersihan yang perlu mendapat perhatian ekstra saat mengajarkan anak perempuan.

Langkah pertama yang sangat krusial adalah mengajarkan cara mengelap yang benar. Ajarkan Si Kecil untuk selalu mengelap dari arah depan ke belakang setelah buang air. Kebiasaan ini sangat penting untuk mencegah bakteri dari area anus berpindah ke saluran kemih, yang dapat memicu infeksi. Moms bisa mempraktikkan gerakan ini menggunakan tisu kering yang lembut setiap kali ia selesai menggunakan pispot. Pastikan juga ia duduk dengan posisi yang nyaman agar pakaiannya tidak mudah basah.

Cara mengajarkan toilet training pada anak laki-laki

Untuk anak laki-laki, pendekatan awalnya sebaiknya difokuskan pada posisi duduk terlebih dahulu, baik untuk pipis maupun buang air besar.

Meminta anak usia 18 bulan untuk langsung berdiri saat pipis bisa membuatnya kebingungan membedakan kapan harus berdiri dan kapan harus duduk. Setelah ia benar-benar terbiasa dan mahir buang air sambil duduk di pispot, barulah Dads bisa mulai memberikan contoh cara pipis sambil berdiri. Untuk melatih bidikannya, Anda bisa menaruh sereal berbentuk cincin di dalam air toilet dan meminta Si Kecil untuk "menembak" sereal tersebut. Cara ini membuat proses belajar menjadi seperti permainan yang menyenangkan.

Mengatasi kendala saat toilet training anak

Perjalanan ini jarang sekali berjalan mulus tanpa hambatan. Wajar jika Moms menghadapi hari-hari di mana Si Kecil tiba-tiba mengompol berkali-kali.

1. Menghadapi fase regresi

Regresi atau kemunduran sering terjadi, terutama jika ada perubahan besar dalam hidup anak, seperti kehadiran adik baru, pindah rumah, atau saat ia sedang tidak enak badan. Jangan memarahinya. Kembalikan rutinitas secara perlahan dan berikan lebih banyak pelukan. Yakinkan Si Kecil bahwa Anda selalu ada untuk membantunya.

2. Rasa takut pada toilet

Beberapa anak merasa takut dengan suara siraman air toilet (flush) atau khawatir dia akan jatuh ke dalam lubang toilet. Jika ini terjadi, gunakan potty chair di lantai terlebih dahulu sebelum beralih ke kloset dewasa. Moms juga bisa mengajak anak melambaikan tangan dan mengucapkan "dah-dah" pada kotorannya sebelum menyiram air bersama-sama.

Proses melepas popok adalah milestone yang luar biasa dalam masa pertumbuhan anak. Panduan toilet training anak 18 bulan ini dirancang untuk membantu Anda melalui masa transisi ini dengan lebih percaya diri. Kunci utamanya selalu ada pada konsistensi, kesabaran, dan empati dari orang tua.

Jika hari ini Si Kecil masih sering mengompol, tarik napas panjang dan tersenyumlah. Besok adalah hari baru untuk mencoba lagi. Teruslah memberikan dukungan penuh kasih sayang pada setiap usahanya. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)