Type Keyword(s) to Search
TODDLER

Penyebab Mimisan Tiba-Tiba Sebelah Kiri dan Cara Mengatasinya

Penyebab Mimisan Tiba-Tiba Sebelah Kiri dan Cara Mengatasinya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Melihat darah tiba-tiba keluar dari hidung anak atau anggota keluarga tercinta tentu bisa membuat hati berdebar kencang. Kepanikan sering kali langsung melanda, terutama jika darah yang mengalir tampak cukup banyak atau terjadi secara mendadak. Namun, faktanya, mimisan atau epistaksis adalah kondisi yang sangat umum terjadi dan sebagian besar tidak berbahaya.

Pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa pendarahan ini terkadang hanya terjadi pada satu sisi saja, misalnya di sebelah kiri. Mengetahui penyebab mimisan tiba-tiba sebelah kiri dan cara mengatasinya bisa membantu mengurangi rasa cemas yang berlebihan sekaligus memberikan penanganan yang tepat.

Penyebab mimisan tiba-tiba sebelah kiri

Secara anatomis, bagian dalam hidung kita dipenuhi dengan pembuluh darah kecil yang sangat rapuh dan mudah pecah, terutama di area yang disebut pleksus Kiesselbach. Pecahnya pembuluh darah di area hidung sebelah kiri inilah yang memicu mimisan sebelah kiri. Ada beberapa faktor sehari-hari yang sering menjadi pemicunya, yaitu:

1. Udara yang kering

Faktor lingkungan sering kali menjadi penyebab utama. Udara yang terlalu kering, baik karena cuaca maupun penggunaan AC terus-menerus di dalam kamar, dapat mengeringkan selaput lendir hidung. Ketika selaput lendir di sebelah kiri hidung menjadi kering dan retak, pembuluh darah di baliknya menjadi sangat rentan pecah, memicu mimisan tiba-tiba sebelah kiri.

2. Kebiasaan menggaruk atau mengupil

Anak-anak sering kali memiliki kebiasaan menggaruk atau mengupil hidung mereka tanpa sadar. Gesekan kuku yang sedikit tajam pada dinding dalam hidung bagian kiri sudah cukup untuk melukai pembuluh darah halus di sana. Inilah sebabnya mimisan sering kali terjadi di satu sisi hidung saja.

3. Alergi dan infeksi saluran pernapasan

Kondisi alergi, pilek, atau flu menyebabkan hidung tersumbat dan meradang. Usaha membuang ingus terlalu keras atau bersin yang terus-menerus dapat memberikan tekanan berlebih pada pembuluh darah hidung. Peradangan ini membuat pembuluh darah menjadi lebih sensitif dan mudah pecah.

4. Cedera atau trauma ringan

Benturan ringan saat bermain, terjatuh, atau tidak sengaja terbentur mainan pada hidung bagian kiri bisa menyebabkan pendarahan seketika. Trauma ini tidak harus keras, terkadang sentuhan yang salah arah pun bisa memicu keluarnya darah.

Baca juga: Mimisan saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cara menghentikan mimisan dengan cepat dan benar

Saat anggota keluarga mengalami mimisan, naluri pertama kita mungkin adalah menyuruhnya menengadah. Padahal, posisi tersebut justru berisiko membuat darah mengalir ke tenggorokan. Berikut ini panduan cepat dan aman yang bisa Moms terapkan di rumah.

1. Duduk tegak dan condong ke depan

Arahkan anak atau orang dewasa yang mengalami mimisan untuk duduk tegak, lalu condongkan tubuh dan kepala sedikit ke depan. Posisi ini membantu darah mengalir keluar dari hidung, mencegahnya masuk ke tenggorokan yang bisa memicu batuk, tersedak, atau iritasi lambung.

2. Pencet cuping hidung dengan lembut

Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk memencet bagian lunak hidung (cuping hidung) dengan lembut tetapi tegas. Lakukan tekanan ini selama kurang lebih 10- 15 menit tanpa dilepas. Bernapaslah melalui mulut selama hidung ditekan. Tekanan yang konsisten akan membantu darah lebih cepat membeku dan menghentikan pendarahan.

3. Gunakan kompres dingin

Bantu redakan pendarahan dengan menempelkan kompres dingin atau es yang dibalut kain pada pangkal hidung (di antara kedua mata). Suhu dingin bekerja secara efektif untuk menyempitkan pembuluh darah yang pecah, sehingga mempercepat berhentinya mimisan.

Baca juga: Obat Mimisan untuk Bantu Hentikan Perdarahan dengan Cepat

Apakah mimisan sebelah kiri tanda penyakit serius?

Kabar baiknya, sebagian besar kasus mimisan hanyalah respons tubuh terhadap iritasi ringan atau faktor cuaca. Kondisi ini sangat jarang menjadi indikator utama dari penyakit yang mengancam jiwa.

Namun, pada beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, mimisan yang tidak kunjung berhenti dan sangat sering berulang bisa berhubungan dengan kondisi medis lain. Misalnya, gangguan pembekuan darah, tekanan darah tinggi (biasanya pada orang dewasa atau lansia), atau adanya polip hidung. Penting untuk selalu memantau frekuensi dan volume darah yang keluar. Selama mimisan mudah dihentikan dan anak tetap aktif serta ceria setelahnya, Moms tidak perlu merasa panik berlebihan.

Cara mencegah mimisan berulang

Ada beberapa langkah perawatan sederhana yang bisa diterapkan untuk menjaga kesehatan hidung keluarga, yakni:

1. Gunakan pelembap udara (humidifier)

Menjaga kelembapan udara di dalam rumah, khususnya di kamar tidur anak, sangatlah penting. Menyalakan humidifier saat tidur malam dapat memastikan udara yang dihirup tetap lembap, sehingga selaput lendir hidung tidak mudah kering dan pecah.

2. Jaga kelembapan saluran hidung

Bila udara sedang sangat kering atau anak sedang flu, menggunakan semprotan hidung berbahan saline (air garam fisiologis) bisa menjadi solusi yang aman. Produk ini membantu melembapkan rongga hidung secara alami tanpa kandungan obat kimia yang keras.

3. Rutin memotong kuku anak

Langkah sederhana ini sangat efektif mencegah trauma fisik pada dinding hidung. Kuku yang terpotong rapi dan tidak tajam akan mengurangi risiko luka seandainya anak tidak sengaja menggaruk atau mengupil hidungnya saat tidur atau bermain.

4. Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Memastikan seluruh anggota keluarga minum air putih yang cukup setiap harinya akan membantu menjaga kelembapan seluruh selaput lendir di tubuh, termasuk di dalam hidung.

Kapan harus ke dokter karena mimisan?

Meskipun mimisan tiba-tiba sebelah kiri umumnya bisa ditangani dengan mudah di rumah, ada beberapa tanda bahaya yang memerlukan perhatian medis. Jangan ragu untuk segera mencari bantuan dokter apabila Moms menemui kondisi berikut:

1. Pendarahan tidak kunjung berhenti meskipun hidung sudah ditekan selama lebih dari 20 menit.

2. Volume darah yang keluar sangat banyak dan mengalir deras, membuat penderita kesulitan bernapas.

3. Mimisan terjadi akibat benturan keras di kepala atau wajah, yang dicurigai berpotensi menyebabkan patah tulang hidung.

4. Mimisan disertai dengan gejala lain, seperti wajah terlihat sangat pucat, pusing, detak jantung berdebar cepat, atau kehilangan kesadaran.

5. Mimisan terjadi terlalu sering tanpa pemicu yang jelas, misalnya beberapa kali dalam seminggu.

Menghadapi anak atau anggota keluarga yang mengalami mimisan tiba-tiba sebelah kiri memang butuh ketenangan ekstra. Dengan mengetahui penyebab dan cara mengatasinya, Moms kini bisa memberikan pertolongan pertama yang menenangkan. (MB/SW/RF/Foto: Freepik)