Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Melihat Si Kecil muntah tentu membuat hati kita sebagai ibu merasa cemas dan khawatir ya, Moms. Rasa tidak tega kerap muncul, terutama saat anak terlihat lemas dan menolak makan. Anda mungkin bingung harus memberikan makanan untuk anak muntah apa agar perutnya tidak makin mual, tetapi nutrisinya tetap terjaga.
Kehilangan cairan dan nutrisi secara tiba-tiba memang merupakan tantangan utama saat anak muntah. Pencernaannya sedang sangat sensitif, sehingga kita tidak bisa memberikan menu makanan sehari-hari seperti biasanya. Memilih makanan dan minuman yang tepat penting untuk membantu memulihkan energi Si Kecil tanpa membebani kerja lambungnya.
Makanan untuk anak muntah yang mudah dicerna
Saat perut anak sedang sensitif, prinsip utamanya adalah memberikan makanan yang hambar, rendah serat, dan mudah diserap oleh tubuh. Anda bisa mencoba pendekatan diet BRAT (Bananas, Rice, Applesauce, Toast) yang sudah lama dipercaya oleh para ahli kesehatan anak.
1. Pisang
Pisang memiliki tekstur yang lembut dan sangat mudah dicerna oleh perut Si Kecil. Buah ini kaya kalium, mineral penting yang sering hilang ketika anak mengalami muntah atau diare. Pisang juga memberikan energi instan yang sangat dibutuhkan anak saat sedang lemas.
2. Nasi putih atau bubur
Nasi putih adalah sumber karbohidrat sederhana yang ramah untuk pencernaan. Anda bisa mengolahnya menjadi bubur atau nasi tim dengan sedikit kuah kaldu agar lebih mudah ditelan. Hindari menambahkan terlalu banyak bumbu atau lemak seperti santan pada tahap awal pemulihan.
3. Saus apel
Apel yang dihaluskan atau direbus menjadi saus apel sangat baik untuk anak yang sedang sakit. Apel mengandung pektin, sejenis serat larut yang membantu memadatkan feses jika muntah disertai diare. Selain itu, rasanya yang manis alami biasanya lebih mudah diterima oleh lidah anak.
4. Roti panggang
Roti putih panggang tanpa tambahan mentega atau selai bisa menjadi pilihan karbohidrat ringan. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang hambar dapat membantu menetralisir asam lambung dan mengurangi rasa mual di perut anak.
5. Kaldu bening dan biskuit
Selain diet BRAT, kaldu ayam atau sapi bening sangat disarankan. Kaldu tidak hanya menghangatkan perut, tetapi juga mengembalikan cairan dan elektrolit tubuh. Anda juga bisa memberikan biskuit cracker asin yang ringan untuk membantu meredakan perut mual.
Baca juga: 10 Obat Muntah Anak Tradisional yang Ampuh dan Aman
Menu MPASI untuk anak yang baru sembuh muntah
Buat Moms yang memiliki bayi atau balita pada tahap MPASI, menyesuaikan tekstur dan bahan makanan sangatlah penting. Saat anak mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, Anda bisa mencoba beberapa ide menu MPASI yang aman berikut ini.
1. Bubur saring kaldu ayam
Gunakan nasi putih yang dimasak perlahan dengan kaldu ayam asli. Saring bubur hingga teksturnya benar-benar halus. Kaldu ayam memberikan rasa gurih alami dan nutrisi esensial tanpa membuat lambung Si Kecil bekerja terlalu keras.
2. Puree kentang dan wortel
Kukus kentang dan wortel hingga sangat empuk, lalu haluskan. Kentang merupakan sumber energi yang hambar, sedangkan wortel memberikan asupan vitamin A yang baik untuk pemulihan. Jangan tambahkan susu atau keju terlebih dahulu pada puree ini.
3. Pisang lumat halus
Kerok pisang menggunakan sendok atau haluskan menggunakan saringan. Berikan dalam porsi kecil-kecil, sekitar dua hingga tiga sendok makan setiap kali makan. Fokuslah pada frekuensi makan yang lebih sering dengan porsi kecil, dibandingkan porsi besar sekaligus.
Makanan yang harus dihindari saat anak muntah
Tidak semua makanan baik untuk anak yang sedang sakit. Beberapa jenis makanan dan minuman justru bisa memicu rasa mual kembali datang atau memperparah iritasi pada lambung.
Pertama, hindari produk olahan susu (dairy) seperti susu sapi, keju, dan yoghurt. Saat muntah atau diare, enzim laktase di perut anak sering kali berkurang, sehingga susu menjadi sangat sulit dicerna dan bisa menyebabkan kembung.
Kedua, jauhkan Si Kecil dari makanan berlemak tinggi, berminyak, atau digoreng. Lemak membutuhkan waktu lama untuk dicerna, yang akan membebani perut anak. Makanan pedas, asam seperti jeruk, dan makanan terlalu manis seperti cokelat atau permen, juga harus disingkirkan sementara waktu dari menu makan Si Kecil.
Baca juga: Anak Muntah karena Masuk Angin? Ini Cara Mengatasinya, Moms
Cara memberikan minum pada anak yang muntah
Mencegah dehidrasi adalah prioritas utama saat anak muntah. Namun, memberikan air dalam jumlah banyak sekaligus justru akan memicu anak untuk muntah kembali. Kuncinya adalah memberikan cairan sedikit demi sedikit.
Tunggu sekitar 15 hingga 30 menit setelah anak muntah sebelum menawarkan minuman. Berikan cairan berupa cairan rehidrasi oral (oralit) menggunakan sendok teh. Berikan satu sendok setiap lima menit. Jika anak tidak muntah lagi, Anda bisa perlahan-lahan meningkatkan jumlah cairannya, Moms.
Hindari memberikan minuman manis bersoda, jus buah kemasan komersial, atau minuman olahraga yang tinggi gula, karena minuman tersebut dapat memperburuk kondisi perut atau memicu diare. Jika Si Kecil masih menyusu, Moms bisa tetap memberikan ASI secara perlahan dan lebih sering.
Kapan harus membawa anak muntah ke dokter?
Sebagian besar kasus anak muntah disebabkan oleh infeksi virus ringan yang akan sembuh dengan sendirinya melalui perawatan di rumah. Namun, Moms harus selalu waspada dan mengamati kondisi Si Kecil secara saksama.
Segera kunjungi dokter jika anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi berat, seperti menangis tanpa air mata, popok kering selama lebih dari enam jam, mata terlihat cekung, dan anak tampak sangat lesu atau mengantuk terus-menerus.
Selain itu, bantuan medis segera diperlukan jika muntah berlangsung lebih dari 24 jam, terdapat darah atau cairan berwarna hijau/kuning pekat pada muntahannya, anak mengeluh sakit perut yang parah, atau disertai demam tinggi. Keamanan dan kesehatan Si Kecil adalah hal yang utama, jadi jangan ragu untuk mencari pertolongan profesional jika Anda merasa khawatir.
Itulah penjelasan mengenai makanan untuk anak muntah yang aman dan mudah dicerna. Saat anak baru muntah, berikan makanan yang ramah di perut, dan pastikan kebutuhan cairannya terpenuhi dengan baik. (MB/SW/RF/Foto: Freepik)
