BUMP TO BIRTH

Perdarahan Implantasi, Tanda Awal Kehamilan yang Kerap Terabaikan



Tidak sedikit wanita yang tak menyadari kalau dirinya tengah hamil. Salah satu penyebabnya adalah munculnya perdarahan implantasi.

Perdarahan implantasi adalah keluarnya bercak darah dari vagina di masa awal kehamilan. Sebagian wanita menganggap perdarahan ini merupakan gejala menstruasi sehingga tidak menyadari dirinya tengah hamil.

Perdarahan implantasi umumnya terjadi 7-14 hari setelah pembuahan atau berhubungan seks. Karena itu, perdarahan ini bisa disebut sebagai salah satu tanda awal kehamilan. Selain memiliki gejala yang serupa, perdarahan implantasi kerap terjadi berdekatan dengan jadwal menstruasi. Oleh sebab itu, tak sedikit wanita yang salah menafsirkan perdarahan implantasi dengan menstruasi.

Penyebab perdarahan implantasi

Proses terjadinya kehamilan diawali dengan masuknya sel-sel sperma pria ke dalam vagina menuju rahim untuk membuahi sel telur. Setelah pembuahan terjadi, sel telur akan berkembang menjadi embrio atau bakal janin. Embrio ini nantinya akan menempel pada rahim untuk tumbuh hingga menjadi janin.

Proses penempelan atau melekatnya embrio pada dinding rahim inilah yang menyebabkan terjadinya perdarahan implantasi. Keluarnya bercak darah dari vagina akibat proses implantasi ini adalah hal normal dan tidak membahayakan kesehatan. Perdarahan implantasi juga tidak mengganggu embrio dan perkembangannya.

Baca juga: Keluar Darah saat Hamil Muda, Kenali 6 Penyebabnya, Moms!

Ciri perdarahan implantasi

Mengingat perdarahan implantasi dan menstruasi hampir sama, banyak wanita yang sulit membedakannya. Namun, sesungguhnya ada ciri khusus perdarahan implantasi untuk membantu Anda mengidentifikasi.

1. Warna

Darah yang keluar saat perdarahan implantasi terlihat lebih cerah jika dibandingkan darah menstruasi. Darah menstruasi berwarna merah terang atau merah gelap, sedangkan perdarahan implantasi awalnya berwarna merah muda kemudian berubah menjadi sedikit kecokelatan (flek cokelat) saat perdarahan mulai hilang.

2. Jumlah darah

Pada perdarahan implantasi biasanya hanya sedikit darah yang keluar atau berupa bercak. Apabila darah mengalir, alirannya pelan dan tidak deras, berbeda dengan darah menstruasi yang makin lama justru makin deras. Selain itu, darah yang keluar juga tidak berbentuk gumpalan seperti darah menstruasi.

3. Kram

Wanita yang mengalami perdarahan implantasi juga kerap merasakan kram di perut yang menyerupai kram saat menstruasi. Bedanya, kram yang disebabkan oleh perdarahan implantasi biasanya berlangsung lebih cepat dan singkat dibandingkan kram saat menstruasi.

4. Jeda waktu

Berbeda dengan darah menstruasi yang keluar secara terus-menerus selama kurang lebih 2-7 hari, perdarahan implantasi memiliki jeda waktu. Contohnya, bercak darah muncul di pagi hari, kemudian berhenti beberapa saat. Lalu bercak bisa muncul lagi di malam harinya.

Bisa juga bercak muncul tidak setiap hari atau muncul lagi 2 hari setelahnya. Perdarahan implantasi pada umumnya hanya berlangsung selama 1-3 hari.

Tetap waspada

Seperti dikutip The National Institutes of Health, 1 dari 4 wanita mengalami bercak darah sebagai pertanda awal kehamilan. Bisa dibilang, perdarahan implantasi cukup sering terjadi. Meski begitu, Anda tetap perlu waspada apabila mengalami perdarahan saat hamil muda.

Selain perdarahan implantasi, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan Anda mengalami perdarahan, seperti:

  • Luka di vagina akibat berhubungan seks
  • Infeksi vagina
  • Kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan
  • Keguguran
  • Hamil anggur.

Mengingat ada beberapa penyebab perdarahan di awal kehamilan, Anda disarankan untuk terus memantau kondisi diri. Tak ada salahnya jika Anda juga berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Foto: Freepik)