FAMILY & LIFESTYLE

Mom of the Month: dr. Ratu Abigail Audity, B.Med.Sc, M.Si


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Nama dr. Ratu Abigail Audity, B.Med.Sc, M.Si, atau akrab dipanggil dr. Audy, tidak bisa dipisahkan dari nama Klinik Bamed. Ya, dokter cantik ini adalah salah satu sosok yang berperan aktif mengembangkan Klinik Bamed, yang didirikan untuk memberikan kontribusi dalam dunia kesehatan di Indonesia, dan kini memegang jabatan sebagai Chief Marketing Officer di sana.

Sibuk sebagai seorang dokter, sibuk mengurus klinik pelayanan kesehatan, dr, Audy juga sibuk mengurus ketiga anaknya di rumah. Namun, seperti halnya di tempat kerja, di mana ia bekerja sama dengan sang suami, dr. Yassin Yanuar Mohammad, Sp.O.G, Subsp.F.E.R, M.Sc, dalam mengembangkan Klinik Bamed, di rumah mereka berdua juga bekerja sama dalam mengurus dan membesarkan ketiga buah hati mereka.

Menjadi Mom of the Month Juni 2025, dr. Audy bercerita mengenai kegiatannya, baik sebagai seorang dokter maupun sebagai seorang ibu rumah tangga, serta keinginan dan harapannya di masa mendatang. Yuk, simak obrolan eksklusif dr. Audy bersama Mother & Beyond berikut ini, Moms!

Sejak kapan menggeluti profesi sebagai seorang dokter dan bagaimana awalnya tertarik menjadi seorang dokter?

Aku menjadi dokter sejak 2011 setelah menjalani pendidikan dokter umum di FKUI International Class dan pendidikan S2 atau magister di bidang Teknologi Biomedis pada 2013. Setelah itu aku menjalani profesi dokter, khususnya yang berfokus pada pengembangan dan manajemen layanan kesehatan, mendirikan dan mengelola Bamed Healthcare.

Awalnya tertarik untuk menjadi dokter adalah karena ibuku juga seorang dokter. Jadi, sebenarnya dari kecil aku sudah punya cita-cita untuk menjadi dokter dan itu terinspirasi dari beliau. Alasan lainnya, saat itu aku juga kagum dengan profesi dokter yang bisa bekerja sekaligus mendapatkan pahala dari pekerjaan yang dilakukannya, yaitu menolong pasien.

Adakah cerita menarik selama berkarier di dunia kedokteran?

Momen saat aku ketemu jodohku waktu aku lagi jaga malam di IGD RSCM. Suamiku itu adalah kakak kelasku dulu waktu aku koas, hahaha.

Berhenti sejenak itu enggak apa-apa. Yang penting kita punya cara efisien untuk bisa istirahat sejenak dan kemudian lanjut “gas” lagi agar produktif.

Di Bamed Healthcare, dr. Audy juga bekerja bersama suami. Apa saja plus minus bekerja atau menjalankan bisnis bersama suami?

Kerja bareng suami itu seru banget, karena kita bisa saling memosisikan diri kita sebagai “gas dan rem”. Yang penting saling menjaga dan mengingatkan. Pastinya memang ada plus dan minusnya. Plusnya adalah aku ada tempat berbagi dan berdiskusi ide-ide yang tidak terbatas, kapan saja dan di mana saja.

Minusnya adalah kadang kita di rumah hanya secara fisik, tapi pikiran tetap di mana-mana. Nah, ini challenge kita berdua untuk bisa menyeimbangkan dalam proporsi yang pas, karena kan ada anak-anak yang berhak atas waktu serta fisik dan pikiran kita secara full time saat lagi di rumah.

Bamed sudah menjadi brand yang dikenal masyarakat, ada rencana dan keinginan untuk membuat Bamed lebih besar?

Keinginan itu pasti ada. Harapan kami kelak Bamed dapat menjangkau masyarakat Indonesia seluas-luasnya. Saat ini ada 9 klinik Bamed yang tersebar di Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi, dan Medan. Kami selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas dan cakupan layanannya. Kami terus mengikuti perkembangan teknologi, baik di bidang pelayanan maupun kedokteran. Selain itu, kami berusaha mengikuti perkembangan kesehatan untuk kebutuhan masyarakat. Jadi, langkah ini akan kami terus lakukan dengan kualitas yang lebih baik serta skala yang lebih besar.

Dengan segala kesibukan yang ada, bagaimana mengatur waktu untuk antara karier, keluarga, dan kehidupan pribadi?

Aku dan suami berusaha membuat suatu kondisi life work integration yang smooth. Itu dimulai dari menjalin komunikasi yang baik dan saling menghargai sebagai suami istri maupun relasi di kantor. Kita juga menyiapkan dan membangun pemahaman anak-anak di rumah tentang pekerjaan ayah bundanya, dan kita tetap usahakan hadir di momen kehidupan mereka.

Kalau dari sisi pekerjaan, penting untuk membangun team yang agile dan efisien serta efektif. Alhamdulillah, Bamed dijalankan oleh team yang sangat berdedikasi dan berkomitmen untuk membangun ekosistem pelayanan yang berorientasi pada kualitas dan kepuasan masyarakat.

Menjalankan rutinitas dengan banyak peran, pernahkah merasa jenuh? Bagaimana mengatasinya?

Sebenarnya bukan jenuh, tapi namanya manusia pasti ada yang namanya lelah, baik fisik maupun mental. Cara mengatasinya ada banyak: bicara, olahraga, pengalihan fokus sejenak, bahkan sampai jalan-jalan. Tapi, pada prinsipnya, berhenti sejenak itu enggak apa-apa. Yang penting kita punya cara efisien untuk bisa istirahat sejenak dan kemudian lanjut “gas” lagi agar produktif.

Dengan mensyukuri segala kondisi yang kita punya, insya Allah kita terlatih untuk bisa menjadi manusia yang bahagia dan kita bisa menciptakan kebahagiaan untuk diri kita sendiri di mana pun dan dalam kondisi apa pun.

Quality time seperti apa yang biasanya dilakukan dengan anak?

Semua cara kami lakukan. Aku kadang ajak anak ngobrol, makan snack bareng, belajar bersama, dan main tenis atau olahraga bareng. Bahkan, enggak jarang anakku aku ajak ke kantor, lalu dia aku minta magang di kantor, hahaha.

Apa style parenting yang Anda dan suami terapkan pada anak-anak di rumah?

Hmm, sepertinya aku dan suami menganut pola asuh demokratis. Kami berdua membebaskan anak-anak untuk punya pendapat dan pemikiran mereka sendiri, tapi tetap ada aturan di mana aturan tersebut sudah kita sepakati bersama. Jadi, anak-anak paham bahwa memang kita butuh aturan agar hidup kita tenteram, dan anak-anak bisa mematuhi aturan tersebut dengan kesadaran mereka sendiri.

Aku dan suami juga selalu berusaha untuk hadir di setiap momen anak-anak dan memberikan segala sesuatunya sesuai kebutuhan dan tahap kembang mereka. Penting buat kami sebagai orang tua untuk membangun minat dan semangat anak-anak untuk belajar. Dengan demikian, mereka akan menjadi orang yang cinta belajar, sehingga mereka bisa belajar apa saja yang mereka inginkan, dan menjadi yang terbaik di bidangnya.

Komunikasi yang efektif adalah kuncinya, agar anak-anak bisa paham pilihan yang mereka buat beserta konsekuensinya. Dan ini semua harus dibangun lewat komunikasi yang efektif sejak dini.

Anda dan suami sama-sama bekerja di bidang kesehatan. Bagaimana menerapkan pola hidup sehat pada anak-anak?

Selain mengenalkan pola makan dan tidur yang sehat, aktif bergerak, rutin berolahraga, dan tidur sebelum jam 10 malam, kami juga menanamkan konsep “pintar bersyukur” kepada anak-anak. Dengan mensyukuri segala kondisi yang kita punya, insya Allah kita terlatih untuk bisa menjadi manusia yang bahagia dan kita bisa menciptakan kebahagiaan untuk diri kita sendiri di mana pun dan dalam kondisi apa pun.

Apa lagi mimpi atau goals yang sedang berusaha Anda raih?

Aku ingin tumbuh dan berkarya lebih luas lagi agar dapat bermanfaat bagi orang banyak. Dan harapanku sebagai seorang ibu, aku bisa membimbing anak-anak untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesamanya, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain.

Harapanku sebagai seorang ibu, aku bisa membimbing anak-anak untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesamanya, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain.

(M&B/SW/Photographer: Gustama Pandu /Digital Imaging: Raghamanyu Herlambang/Stylist: Gabriela Agmassini/MUA: Arimbi (@arimbi_mua)/Wardrobe: Kami (@kamiidea))