Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Mom of the Month: Winona Willy

Mom of the Month: Winona Willy

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Menikah dan memiliki anak di usia yang terbilang muda, tidak lantas membuatnya kehilangan diri sendiri. Bagi Winona Willy, momfluencer yang dikenal banyak membagikan cerita inspirasi di media sosial terkait kehidupan berkeluarga, menjadi ibu bukan berarti harus meninggalkan kebahagiaannya menjalani aktivitas pribadi. Perempuan yang akrab disapa Nona ini pun merasa bersyukur kini memiliki tempat untuk pulang yang penuh kehangatan, yaitu di pelukan suami dan kedua anaknya, Mika dan Tanya.

Sering dibandingkan dengan sang kakak, Nikita Willy, ibu berusia 28 tahun ini tidak pernah merasa terbebani. Ia justru mengakui bahwa sang kakak merupakan salah satu sumber terpercayanya dalam mencari segala informasi terkait pola asuh anak. Meski memiliki gaya pengasuhan yang berbeda, Winona mengaku bahwa ia dan Nikita memiliki tujuan yang sama. 

Dalam wawancara eksklusif bersama Mother & Beyond, Winona berbagi apa saja tujuan pengasuhan yang ia jalankan bersama suami dan bagaimana cara agar tidak kehilangan diri sendiri meski telah memiliki dua anak perempuan. Simak perbincangan hangat bersama Winona Willy, yang menjadi Mother & Beyond Mom of the Month - Mei 2026. 

Apa saja kesibukan Anda saat ini?

Sekarang aku lagi mengelola bisnis baru aku, namanya Kidspedia. Itu adalah bisnis buku yang aku buat bersama teman aku yang berprofesi sebagai seorang dokter. Bukunya bercerita tentang anak-anak kita, yaitu Mika dan Bumi. Lalu aktivitas yang lainnya aku sekarang lagi aktif banget main padel, seperti yang sering aku bagikan juga di Instagram. Belakangan ini juga lagi banyak banget turnamen padel. 

Adakah aktivitas yang berubah setelah memiliki anak?

Aktivitas yang berubah sih enggak begitu signifikan, karena suamiku masih membolehkan aku untuk melakukan aktivitas seperti sebelumnya, seperti olahraga aku boleh, ke mall sama teman-teman aku boleh. Paling lebih ke priority saja sih. Sekarang kalau temen-temen aku ngajakin aku hangout, aku sudah jarang mau ya karena aku lebih mau spending time sama anak-anak di masa golden age mereka. 

Untuk pekerjaan pun, aku usahakan untuk semua bisa dilakukan dari rumah, jadi ada tim yang membantu aku untuk membawa pekerjaan ke rumah. Jadi meskipun aku sibuk, aku masih bisa kerjakan semua di rumah, jadi anak-anak pun tetap bisa bareng aku dan merasa nyaman dengan pekerjaan mamanya.

Apa tantangan terbesar dalam mengasuh anak yang memiliki jarak usia dekat?

Sekarang kan anak aku yang pertama usianya 3 tahun dan orang-orang bilang  tahun itu ada di fase threenager. Awalnya aku enggak ngerti apa itu threenager tapi setelah mengalami aku baru mengerti. Benar-benar mood swing banget, kadang juga susah dibilangin, hehe. Udahlah itu bikin pusing, eh trus sekarang dia juga punya adik yang sekarang umur 1 tahun, jadi anak threenager dan anak umur  1 tahun sih menurut aku lumayan kacau ya di rumah. 

Lalu pernahkah mengalami overwhelmed dalam membesarkan anak?

Kalau dibilang overwhelmed banget sih enggak ya karena Alhamdulillah suami aku benar-benar in charge yang anak tapi kalau yang overwhelmed biasa saja pasti semua ibu-ibu mengalaminya tapi enggak yang overwhelmed banget sih Alhamdulillah. Cuma kalau boleh jujur, ini bukan dari anaknya tapi dari aku sendiri saat aku PMS, aku ngerasa pegang anak itu sesuatu yang overwhelmed karena aku enggak bisa kontrol diri aku untuk merasakan enggak nyaman perut atau enggak nyaman badan aku, jadi saat aku PMS sih sebenarnya aku ngerasa overwhelmed saja pegang anak.

Sebenarnya bukan dari semenjak punya anak, tapi semenjak menikah aku merasa suami dan anak-anak jadi tempat pulang yang sangat nyaman untuk aku pulang setiap hari.

Apa yang paling Anda syukuri setelah memiliki anak?

Sebenarnya bukan dari semenjak punya anak, tapi semenjak menikah aku merasa suami dan anak-anak jadi tempat pulang yang sangat nyaman untuk aku pulang setiap hari. Apalagi aku sama anak aku suka ngobrol sebelum tidur, cerita apa saja kegiatan hari ini walaupun kita enggak bareng jadi komunikasi di keluarga aku tuh benar-benar lancar banget, pure banget, dan itu kita lakukan setiap hari

Bagaimana pembagian peran dengan suami dalam mengasuh anak?

Tidak pernah bagi waktu yang saklek banget tapi kami menyadari kalau kami sebagai orang tua ingin melakukan banyak kegiatan bersama anak-anak, misalnya aku suka mengantar anak ke sekolah, sedangkan suami suka nganterin anaknya les. Aku sama suami juga suka makan bareng sama anak-anak sebelum maghrib, kami makan sore bareng, jadi tanpa harus diomongin juga kami sudah melakukan pembagian itu sih tapi tidak pernah yang kayak saklek banget. Kalau memang hari itu suami lagi tidak bisa, ya sudah kan masih ada hari berikutnya. Anak kami yang pertama Alhamdulillah dekat sama suami aku dan aku jadi kita bisa bagi tugas, kalau yang kedua karena masih DBF (direct breastfeeding) jadi tidur maunya sama aku saja. 

Dari mana Anda mendapatkan referensi dalam mengasuh anak?

Sampai sekarang dalam mengasuh anak, mama aku masih ikut campur sih. Maksudnya mama masih mengajarkan aku gimana caranya yang baik dan yang tidak boleh dilakukan terhadap anak. Aku juga ngobrol sama kakakku yang anaknya jaraknya dekat juga, sebagai pelajaran buat aku untuk mengasuh anak. Tapi aku juga tidak lupa untuk baca-baca buku, cari-cari di sosial media, tanya-tanya ke dokter juga, cara mengasuh anak yang baik dan nyaman untuk diri aku tuh gimana sih. 

Bagaimana cara Anda dan suami untuk menjaga keharmonisan?

Alhamdulillah aku sama suami itu ngobrol banget. Kalau malam-malam kami suka cerita seharian itu kami melakukan apa saja. Bahkan bisa dibilang best friend aku itu ya suami. Aku selalu cerita tentang anak, tentang kegiatan aku sehari-hari, jadi suami aku pasti tahu semuanya. 

Bahkan bisa dibilang best friend aku itu ya suami. Aku selalu cerita tentang anak, tentang kegiatan aku sehari-hari, jadi suami aku pasti tahu semuanya. 

Apa yang Anda lakukan agar bisa bersikap adil terhadap kedua anak?

Sampai sekarang, aku masih belajar banget ya untuk bisa adil karena anak aku yang kedua ini masih nempel banget sama aku. Sementara yang pertama juga masih mau nempel banget sama aku jadi dalam hal adil sejujurnya aku masih belajar banget.

Tapi aku mau jadi sahabatnya anak-anak nanti sampai mereka besar, seperti  mamaku sekarang sama kakakku. Kami bertiga selalu tanya pendapat satu sama lain kalau mau melakukan sesuatu. Begitu juga mamaku ke aku dan kakak dijadikan sahabat. Jadi aku mau anak aku bisa terbuka seeperti aku dan kakak ke mama ku.

Bagaimana tanggapan Anda dengan banyaknya masyarakat yang membandingkan pola asuh Anda dan Nikita Willy?

Memang banyak banget ya yang membandingkan karena aku juga suka share apa-apa di media sosial, begitupun dengan kakakku. Menurut aku tidak apa-apa sih karena parenting aku dan dia juga kalau boleh jujur luumayan berbeda. Tapi yang penting gimana anak-anak menerima parenting kita. Goals aku sama kakak juga sepertinya tidak beda jauh, kakak mau dekat sama Issa dan Nael sampai mereka besar, aku juga mau dekat sama Mika dan Tanya. Jadi walaupun caranya berbeda tujuannya kan tetap sama.

Tapi aku mau jadi sahabatnya anak-anak nanti sampai mereka besar, seperti  mamaku sekarang sama kakakku. Kami bertiga selalu tanya pendapat satu sama lain kalau mau melakukan sesuatu. 

Memang seperti apa pola asuh yang Anda terapkan untuk anak? 

Kalau pola asuh, sejujurnya aku memang tidak sesabar kakak aku. Bisa dibilang aku cukup tegas sama anak-anak, kadang aku juga masih belum bisa mengendalikan emosi juga. Tapi persamaan aku dan kakak itu komunikasinya. Kami benar-benar ngobrol ke anak-anak, jadi walaupun aku marah-marah, walaupun aku agak tegas sama mereka, aku kasih tahu alasannya. Aku juga minta maaf kalau memang aku berlebihan atau ada salah sama mereka.

(MB/RF/Foto: MB/Lintang Sukmana/Digital Imaging: Erlangga Namaskoro/MUA: Ami Becks (@ami_becks)/Hijabstylist: Ella (@hairdowithella)/Wardrobe Winona Willy: RiaMiranda (@riamirandaofficial) & LOOKBOUTIQUESTORE (@lookboutiquestore)/Wardrobe Mika & Tanya: Dear GG (@dearggofficial))