Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, pernahkah Anda melihat bayi Anda tiba-tiba tersentak atau seperti melompat saat sedang tidur pulas? Tak usah khawatir, Moms. Fenomena bayi kaget saat sedang tidur sangat umum terjadi pada bayi baru lahir dan merupakan bagian normal dari perkembangannya.
Sebagai orang tua baru, melihat bayi kaget saat tidur bisa membuat cemas. Apakah ini normal? Apakah ia merasakan sakit? Haruskah Anda membangunkan Si Kecil? Pertanyaan-pertanyaan ini wajar sekali muncul di pikiran setiap ibu baru.
Mengenal refleks Moro pada bayi baru lahir
Fenomena bayi kaget saat tidur ini memiliki nama medis yang disebut refleks Moro. Ini adalah refleks alami yang dimiliki bayi sejak lahir sebagai mekanisme bertahan hidup primitif. Refleks ini terjadi saat bayi merasakan sensasi jatuh atau mendengar suara keras yang tiba-tiba. Responnya sangat khas: bayi akan melengkungkan punggungnya, melemparkan kepalanya ke belakang, serta merentangkan tangan dan kakinya. Jemarinya pun akan menggenggam.
Refleks ini sendiri merupakan peninggalan nenek moyang primata sebagai upaya untuk mempertahankan hidup. Refleks ini merupakan kondisi yang normal bagi semua bayi baru lahir, dan akan cenderung menghilang pada usia 3-4 bulan.
Penyebab bayi kaget saat tidur
Ada beberapa pemicu yang bisa menyebabkan bayi kaget saat tidur, yakni:
1. Suara mendadak
Suara keras yang tiba-tiba seperti pintu tertutup, televisi yang dinyalakan, atau bahkan bersin dapat memicu reflex Moro. Pendengaran bayi sangat sensitif, sehingga suara yang mungkin tidak mengganggu orang dewasa bisa mengejutkan buat Si Kecil.
2. Gerakan tiba-tiba
Ketika Anda memindahkan bayi dari posisi duduk ke berbaring, atau saat menggendong bayi kemudian meletakkannya di tempat tidur, perubahan posisi ini bisa memicu sensasi jatuh pada bayi yang mengaktifkan refleks kagetnya.
3. Sentuhan atau getaran
Sentuhan yang tidak terduga atau getaran pada tempat tidur bayi juga bisa menjadi pemicu bayi kaget saat tidur. Bahkan gerakan halus seperti orang lain yang duduk di tepi tempat tidur bisa cukup untuk membangunkan refleks ini, Moms.
4. Cahaya terang
Perubahan intensitas cahaya yang mendadak, seperti lampu yang tiba-tiba dinyalakan di ruangan gelap, juga dapat mengejutkan bayi dan memicu refleks Moro.
Baca juga: Moms, Ini Bisa Jadi Penyebab Bayi Gelisah saat Tidur di Malam Hari
Tanda-tanda yang normal dan yang perlu perhatian medis
Refleks Moro yang normal memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Terjadi pada kedua sisi tubuh secara simetris
- Berlangsung selama beberapa detik
- Bayi bisa kembali tenang dengan relatif cepat
- Tidak disertai kaku atau kejang yang berkepanjangan
- Intensitasnya berkurang seiring bertambahnya usia bayi.
Meskipun begitu, Moms perlu segera hubungi dokter anak jika Anda mengamati:
- Refleks hanya terjadi pada satu sisi tubuh
- Refleks Moro masih sangat kuat setelah bayi berusia 6 bulan
- Bayi tampak kaku atau kejang setelah refleks
- Disertai dengan gejala lain seperti demam atau kesulitan makan
- Refleks terjadi terlalu sering dan mengganggu tidur secara signifikan.
Baca juga: Perlukah Merasa Khawatir Jika Bayi Tidur Terlalu Lama?
Cara mengatasi bayi kaget saat tidur
1. Membedong bayi
Membedong bayi adalah cara paling efektif untuk mengurangi intensitas refleks Moro. Bedong membantu bayi merasa aman dan terlindungi, mirip dengan sensasi di dalam rahim.
2. Menciptakan lingkungan tidur yang tenang
Mengurangi stimulasi eksternal bisa membantu mencegah pemicu refleks Moro. Moms juga bisa gunakan white noise untuk membantu bayi tidur nyenyak.
3. Menenangkan bayi saat refleks terjadi
Ketika bayi terbangun karena refleks Moro, Moms bisa letakkan tangan dengan lembut di dada bayi serta berbicara dengan suara pelan dan menenangkan. Anda juga bisa goyangkan bayi pelan-pelan atau tepuk-tepuk ringan tubuhnya. Namun, hindari langsung mengangkat bayi kecuali benar-benar dirasa perlu.
Baca juga: Moms, Ini Cara Mengatasi Bayi yang Tidur Miring
Itulah penjelasan mengenai kenapa bayi sering kaget saat tidur. Menghadapi bayi yang sering terbangun karena kaget bisa sangat melelahkan bagi orang tua. Namun, ingatlah bahwa ini adalah fase sementara yang akan berlalu. Seiring dengan berkembangnya sistem saraf bayi, pola tidur Si Kecil pun akan berangsur membaik. Umumnya, setelah usia 3-4 bulan, bayi sudah mulai bisa tidur untuk periode yang lebih panjang tanpa terganggu oleh refleks Moro. (M&B/AY/SW/Foto: Javi_indy/Freepik)