FAMILY & LIFESTYLE

Dari Yogyakarta untuk Indonesia: 71 Tahun SGM Hadirkan Solusi Nutrisi Anak


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Tahun ini Indonesia merayakan 80 tahun kemerdekaan, yang berarti tinggal 20 tahun lagi menuju cita-cita besar terwujudnya Generasi Emas 2045. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa memegang peran kunci dalam menentukan keberhasilan masa depan tersebut.

Namun, tantangan besar masih membayangi, terutama terkait pemenuhan gizi anak. Salah satu isu utama yang kerap terabaikan adalah anemia akibat kekurangan zat besi, yang berpotensi menghambat perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak.

Menyadari hal tersebut, kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak. Pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat perlu bahu-membahu memastikan terpenuhinya hak gizi anak Indonesia. Dalam semangat itu, Sarihusada melalui SGM terus melanjutkan kiprah panjangnya selama 71 tahun menghadirkan inovasi nutrisi berbasis sains yang sesuai kebutuhan anak bangsa.

Jejak panjang dari Yogyakarta

Didirikan pada 1954 sebagai hasil kerja sama pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengatasi masalah gizi setelah Perang Dunia II, Sarihusada menjadikan Yogyakarta sebagai pusat lahirnya solusi nutrisi anak.

Usai kemerdekaan, masyarakat Indonesia mengalami krisis nutrisi, terutama pada anak. Karena itu, pemerintah Indonesia bersama PBB menginisiasi Program Kecukupan Protein Nasional dengan membentuk NV Saridele, yang kemudian menciptakan produk pemenuhan gizi berbahan dasar kacang kedelai, kacang tanah, dan gandum. Susu protein nabati ini kemudian menjadi asupan gizi utama yang diimbau dan diberikan oleh pemerintah kala itu.

NV Saridele kemudian berubah nama menjadi PN (Perusahaan Negara) Sari Husada pada 1961. Pada akhir era Orde Lama, barulah susu khusus anak bernama SGM muncul. Susu SGM sendiri merupakan formula hasil penelitian Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak, Prof. Dr. Te Bek Siang, bersama dua orang ahli gizi dan dokter dari RSCM.

Pada 1972, PN Sari Husada berubah nama menjadi PT. Sari Husada, dan kemudian menjadi PT Sarihusada Generasi Mahardhika pada 2012 sebagai salah satu perusahaan berbasis gizi di bawah naungan Danone Indonesia.

“Yogyakarta memiliki makna historis yang sangat penting bagi kami. Di sinilah Sarihusada lahir 71 tahun lalu, dan di sini pula kami terus mengembangkan komitmen nyata untuk masyarakat,” jelas Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia. Kini produk SGM dikenal sebagai SGM Eksplor dan memiliki variasi lain sesuai kegunaannya, yakni SGM Bunda untuk ibu hamil, SGM Family untuk seluruh anggota keluarga, SGM Eksplor Soya untuk Si Kecil yang alergi susu sapi, dan SGM Eksplor Opti Grow untuk Si Kecil yang memerlukan gizi lebih.

Anemia, tantangan serius anak Indonesia

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI 2018 mencatat 38,4% anak usia 6-59 bulan di Indonesia mengalami anemia, atau setara satu dari tiga balita. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan prevalensi anemia tertinggi di Asia Tenggara.

Dokter spesialis anak, dr. Devie Kristiani, Sp.A., menegaskan bahwa anemia defisiensi besi tidak bisa dianggap remeh. “Zat besi tidak hanya membentuk hemoglobin untuk membawa oksigen, tapi juga berperan dalam pembentukan neurotransmitter di otak. Kekurangan zat besi dapat menurunkan daya ingat, konsentrasi, hingga semangat belajar anak,” ujarnya.

Selain itu, anemia pada anak juga bisa menyebabkan stunting. Pada kondisi anemia, fungsi sel darah merah dalam mengangkut oksigen dapat terganggu, sehingga memengaruhi metabolisme tubuh dan proses pertumbuhan Si Kecil. Hasil terburuknya adalah gangguan pertumbuhan atau stunting.

Dokter Devie juga menambahkan bahwa pencegahan sejak dini melalui pola makan kaya zat besi dan vitamin C, pemeriksaan berkala, serta pemanfaatan susu pertumbuhan terbukti membantu melengkapi kebutuhan gizi penting anak, termasuk zat besi, zinc, kalsium, vitamin B12, vitamin C, dan vitamin E.

Inovasi produk dan edukasi digital

Sebagai bentuk komitmen, SGM Eksplor menghadirkan inovasi nutrisi dengan formula IronC, kombinasi unik zat besi dan vitamin C yang terbukti mampu meningkatkan penyerapan zat besi hingga dua kali lipat. Formulasi ini juga dilengkapi dengan DHA, omega-3 dan omega-6, serta nutrisi penting lain untuk mendukung daya pikir, daya tahan tubuh, dan pertumbuhan Si Kecil.

Menurut Arif Mujahidin, Corporate Communications Director Danone Indonesia, kehadiran berbagai produk SGM menjadi solusi nutrisi inovatif yang dirancang sesuai kebutuhan anak Indonesia. “Setiap produk dikembangkan melalui Research & Innovation Center yang terhubung dengan jaringan riset global Danone, tapi tetap relevan dengan kebutuhan lokal dan diawasi melalui standar kualitas internasional,” jelasnya.

Selain inovasi produk, Sarihusada juga memanfaatkan teknologi digital untuk edukasi, misalnya melalui Kalkulator Zat Besi di situs www.generasimaju.co.id. Fitur ini dapat membantu Moms memantau kebutuhan gizi Si Kecil, terutama zat besi, secara mudah dan praktis. Tidak main-main, Kalkulator Zat Besi ini dirancang oleh para ahli di bidangnya, sehingga mampu menghitung asupan zat besi dan memberi saran sesuai kondisi anak.

Dengan pengalaman lebih dari tujuh dekade, Sarihusada melalui SGM Eksplor terus berkomitmen menutrisi anak bangsa. Dari edukasi gizi, inovasi produk berbasis sains, hingga upaya keberlanjutan, semua langkah tersebut bermuara pada satu tujuan: mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas anemia.(MB/GA/Foto: Dok. Danone Indonesia)