Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Setiap orang tua tentu memiliki harapan besar agar buah hatinya tumbuh sehat, cerdas, dan yang paling penting, memiliki akhlak yang mulia. Doa untuk anak saleh adalah permohonan tulus orang tua kepada Allah SWT agar dikaruniai keturunan yang berbakti, berakhlak mulia, dan taat.
Menjadi orang tua adalah sebuah amanah yang luar biasa. Membesarkan anak bukanlah perjalanan yang mudah, penuh dengan tantangan serta momen yang menguras emosi maupun tenaga.
Sebagai umat Islam, Anda memiliki senjata yang sangat ampuh dalam mendidik anak, yaitu doa. Memanjatkan doa untuk anak saleh adalah langkah awal sekaligus pondasi spiritual yang kuat. Ketika usaha dan pengasuhan yang Anda lakukan sehari-hari dibarengi dengan doa yang tulus, Allah SWT akan membimbing langkah anak-anak menuju jalan yang diridhai-Nya.
Doa untuk anak saleh dan salehah menurut Al-Quran
Al-Quran telah memberikan tuntunan yang sangat jelas mengenai doa-doa yang bisa dipanjatkan oleh orang tua. Salah satu doa yang paling sering diamalkan dan sangat dianjurkan adalah doa memohon keluarga dan keturunan yang menyejukkan pandangan mata.
Anda dapat membaca doa yang terdapat dalam Surah Al-Furqan ayat 74:
"Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a'yun waj'alna lil-muttaqina imama."
Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
Doa ini mengajarkan orang tua untuk tidak sekadar meminta anak yang sukses secara duniawi, tetapi anak yang kehadirannya mampu membawa kedamaian di dalam keluarga dan menjadi teladan dalam kebaikan.
Baca juga: Doa Ayah untuk Anak Perempuannya agar Tumbuh Menjadi Anak Salihah
Doa Nabi Ibrahim untuk keturunan yang saleh
Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai "Bapak para Nabi". Beliau sangat memerhatikan pendidikan tauhid dan kesholehan anak cucunya. Terdapat doa khusus yang beliau panjatkan dan diabadikan dalam Al-Quran, tepatnya pada Surah Ibrahim ayat 40.
Nabi Ibrahim berdoa:
"Rabbij'alni muqimas-salati wa min zurriyyati, rabbana wa taqabbal du'a."
Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku."
Melalui doa ini, Anda belajar bahwa kesalehan seorang anak berawal dari kesalehan orang tuanya. Nabi Ibrahim meminta agar dirinya sendiri mampu mendirikan shalat dengan konsisten, baru kemudian memohon hal yang sama untuk keturunannya.
Amalan orang tua agar anak menjadi saleh
Mendoakan anak adalah keharusan, namun doa tersebut perlu diiringi dengan ikhtiar atau tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa amalan yang dapat Anda terapkan:
- Memberikan rezeki yang halal: Pastikan setiap makanan, minuman, dan pakaian yang diberikan kepada anak berasal dari sumber yang halal dan thayyib (baik). Makanan yang halal akan membentuk darah dan daging yang penuh berkah, sehingga anak lebih mudah menerima kebaikan.
- Menjadi teladan yang baik (Uswatun Hasanah): Anak-anak adalah peniru ulung. Jika Anda ingin anak rajin beribadah dan bertutur kata lembut, tunjukkanlah sikap tersebut di hadapannya.
- Menciptakan lingkungan yang religius: Biasakan melantunkan ayat suci Al-Quran di rumah, shalat berjamaah bersama, dan mengajak anak ke majelis ilmu atau masjid sejak usia dini.
Baca juga: Doa untuk Anak yang Sedang Ujian Sekolah
Cara mendidik anak agar saleh sejak dalam kandungan
Pendidikan anak sebenarnya sudah dimulai sejak Si Kecil masih berada di dalam kandungan ibu. Koneksi batin antara ibu dan janin sangatlah kuat. Moms bisa memulai langkah pengasuhan Islami melalui cara-cara sederhana berikut:
- Rutin membaca Al-Quran: Perdengarkan lantunan ayat-ayat suci kepada janin. Getaran suara dan ketenangan dari Al-Quran diyakini mampu memberikan efek positif pada perkembangan otak dan emosi bayi.
- Menjaga emosi dan pikiran positif: Ibu hamil disarankan untuk selalu berpikir positif, mengelola stres dengan baik, dan banyak berdzikir. Ketenangan hati seorang ibu akan tersalurkan langsung kepada bayinya.
- Berkomunikasi dengan janin: Sering-seringlah mengelus perut sambil mendoakan dan mengajak bayi berbicara tentang hal-hal yang baik. Sebutkan harapan Anda agar ia tumbuh menjadi anak yang taat kepada Allah.
Kisah anak saleh dalam Islam yang bisa menjadi inspirasi
Mengenalkan kisah-kisah teladan dari masa lalu adalah metode pendidikan yang sangat disukai anak-anak. Salah satu kisah paling mengharukan tentang ketaatan seorang anak adalah kisah Nabi Ismail AS.
Ketika Nabi Ibrahim AS mendapatkan wahyu melalui mimpinya untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, respon Ismail sungguh luar biasa. Alih-alih marah atau menolak, Nabi Ismail justru berkata, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar." (QS. As-Saffat: 102).
Kisah ini merupakan puncak dari kepasrahan dan bakti seorang anak kepada orang tua sekaligus Tuhannya. Menceritakan kisah seperti ini sebelum anak tidur dapat menanamkan nilai-nilai kepatuhan dan keimanan yang kuat di dalam hati mereka.
Moms, mendidik anak di era sekarang memang membutuhkan kesabaran yang berlapis-lapis. Namun, percayalah bahwa setiap tetes keringat, setiap malam yang dihabiskan untuk merawat mereka, dan setiap bait doa untuk anak saleh yang Anda panjatkan tidak akan pernah sia-sia di mata Allah SWT.
Satu hal yang terpenting, tetaplah konsisten memberikan teladan yang baik. Moms juga jangan pernah lelah meminta pertolongan kepada Sang Pencipta demi kebaikan Si Kecil. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)
