Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menjadi ayah dan menjadi penyanyi merupakan dua pekerjaan yang paling dicintai oleh Indra Perdana Sinaga atau akrab dipanggil Naga ADA Band. Kehadiran Baehati Aaleyah Sinaga (5), setelah penantian panjang, kini mewarnai hari-harinya dan sang istri, Feby Rizky Andhika Siregar. Di tengah kesibukannya, Naga pun selalu menyempatkan diri untuk meluangkan quality time buat istri dan putri kesayangannya.
Bagaimana ceritanya seputar menjadi ayah untuk Baehati dan apa saja harapannya kepada sang putri? Memperingati Hari Ayah Nasional di bulan ini, yuk, Moms, simak wawancara eksklusif Mother & Beyond dengan sang vokalis yang terpilih menjadi Dads We Love November 2025 berikut ini!
Boleh diceritakan apa saja kesibukannya saat ini?
Kebetulan ADA Band baru rilis full album di era saya sebagai vokalisnya. Judul albumnya Love, Hope & Reality. Jadi, sekarang lagi mempromosikan album baru ADA Band, manggung off air, dan bikin konten-konten. Tahun ini saya juga melanjutkan kuliah S2, Magister Entrepreneurship. Jadi, kesibukannya sekarang ya itu, manggung, nge-band, sama kuliah lagi, hahaha.
Bagaimana membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan?
Buat saya, membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan bukan suatu masalah sebenarnya, karena saya memang mencintai pekerjaan saya, sedangkan kalau keluarga enggak usah ditanya lagi, karena memang bagian utama dari kehidupan saya.
Kalau memang ada jadwal yang terlalu padat, misalnya harus manggung, harus kuliah, nah, di antara jadwal-jadwal itu kalau ada waktu sesedikit apa pun, biasanya buat keluarga, melakukan hal-hal sesederhana seperti mengantar anak sekolah, menemani Baehati les berenang, atau membantu Baehati dengan pekerjaan rumahnya. Buat saya itu merupakan bagian untuk mengatur waktu antara keluarga dan pekerjaan. Jadi, prioritas utama tetap keluarga, tetapi untuk pekerjaan, saya berusaha untuk selalu profesional.
Selama menjadi penyanyi, apa pengalaman yang paling berkesan buat Anda?
Sebenarnya karena jadi penyanyi, saya jadi punya kesempatan buat keliling Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Ternyata Indonesia itu benar-benar luas banget, punya beraneka ragam budaya, banyak tempat wisata yang bagus. Dan setiap daerah memberi momen serta experience tersendiri yang beda-beda buat saya. Jadi, kalau ditanya, apa pengalaman yang paling berkesan selama menjadi penyanyi, ya bisa keliling Indonesia karena menyanyi. Itu jadi pengalaman yang benar-benar saya syukuri dan buat saya jadi suatu anugerah.
Kalau lagi overwhelm, adakah “mantra” yang selalu Anda katakan ke diri sendiri biar kembali semangat?
Sebenarnya enggak ada mantra khusus, ya. Mungkin kalau saya udah terlalu capek atau burnout, saya lebih sering ngomong ke diri sendiri, “Naga, kita udah pernah ngelewatin ini. Kalau memang lagi capek banget, istirahat dulu. Begitu udah ada energi, baru kita gas lagi.”
Jadi, enggak apa-apa kalau kita merasa overwhelm atau merasa kok, semuanya enggak selesai-selesai, ada aja yang harus dikerjakan. Ya, istirahat dulu aja, sambil menunggu momentum yang tepat. Kalau udah siap untuk jalan lagi, lari lagi, then let’s go, let’s do it!
Buat saya, prioritas utama tetap keluarga, tetapi untuk pekerjaan, saya berusaha untuk selalu profesional.
Apa tantangan yang dialami saat berperan sebagai orang tua?
Ini sebenarnya hal yang normal. Kalau buat saya sendiri, saya merasa kita sebagai manusia punya banyak sekali kekurangan, sementara kita harus menjadi contoh yang baik buat anak. Kadang-kadang, sebagai manusia kita juga bisa berbuat salah, bisa membuat contoh yang kurang baik kepada anak. Nah, itu kan jadi tantangan tersendiri, bagaimana kita bisa menjadi role model yang baik buat anak, tapi di satu sisi kita juga bisa bikin kesalahan. Itu jadi challenge tersendiri sih buat saya. Dan menghadapinya, kalau memang ternyata salah, kita juga harus berani untuk minta maaf. Itu akan menjadi contoh yang baik juga untuk anak.
Saya sendiri masih terus belajar untuk menjadi orang tua. Dan jujur saja, saya bukan tipe orang yang “riset” banget buat jadi orang tua. Lebih secara alami tumbuh berkembang menjadi orang tua dan ingin memberikan contoh yang baik buat anak. Untungnya istri saya termasuk yang senang “riset”, jadi kita seimbang, hahaha. Dia sering kasih info soal parenting ke saya. Sekarang kan sudah banyak akun media sosial yang memberikan informasi soal parenting. Dia akan share konten tentang parenting ke saya, misalnya, anak itu ternyata lebih senang diantar oleh ayahnya ke sekolah, hahaha.
Bagaimana gaya parenting Anda dan istri untuk Baehati?
Sebenarnya enggak ada gaya parenting khusus dari saya dan istri untuk Baehati. Kami berdua, saya dan istri, mencoba untuk menjadi orang tua yang seimbang. Misalnya, kalau istri saya lagi marah, saya yang mencoba untuk menenangkan, atau sebaliknya. Bukan berarti bertentangan, ya, tapi satu sama lain tetap saling support.
Selain itu, kami berdua mengajarkan kepada Baehati dasar-dasar dalam bersikap, bagaimana bersikap ke orang tua, ke teman-temannya, dan ke lingkungan sekitar. Karena buat saya dan istri, selain ilmu yang didapat Baehati dari sekolah, yang juga penting ditanamkan adalah bagaimana memiliki sikap atau attitude yang baik.
Karena di umur Baehati sekarang, selain mendengarkan apa yang disampaikan oleh orang tuanya, dia juga akan banyak meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya, terutama orang tuanya. Jadi, kami ingin menanamkan dasar yang kuat bagaimana dia perlu bersikap baik.
Saya sendiri masih terus belajar untuk menjadi orang tua. Dan jujur saja, saya bukan tipe orang yang “riset” banget buat jadi orang tua. Lebih secara alami tumbuh berkembang menjadi orang tua dan ingin memberikan contoh yang baik buat anak.
Apa quality time favorit Anda dengan istri dan Baehati?
Kami paling suka motoran bertiga keliling kompleks. Baehati paling senang naik motor barengan. Walaupun sekadar pergi motoran untuk isi bensin, begitu pulang sampai rumah, dia akan senang banget. Itu jadi quality time yang sederhana tapi bisa bikin kita dekat, dekat secara hati dan fisik juga, karena kan boncengan satu motor, hahaha.
Baehati baru saja berulang tahun yang ke-5. Apa harapan Anda untuk Baehati di masa depan?
Mudah-mudahan Baehati menjadi anak yang bertanggung jawab, baik terhadap dirinya sendiri maupun lingkungannya, menjadi orang yang bermanfaat buat sekitarnya. Jujur, saya dan istri tidak mau membebani Baehati dengan banyak harapan untuk masa depannya, tapi kami berdua selalu mendoakan yang terbaik buat Baehati di masa depan, semoga selalu dilimpahkan kebahagiaan dan bisa membahagiakan banyak orang.
Saya juga enggak pernah memaksa Baehati untuk jago nyanyi atau senang musik. Tapi memang secara genetik dia senang musik itu ada. Dia mulai senang main piano, mulai senang nyanyi, humming. Dan dia kalau nyanyi enggak fals, hahaha. Tapi saya enggak pernah mengarahkan Baehati untuk jadi penyanyi. Baehati baru berusia 5 tahun, dia bisa explore banyak hal, mencoba semuanya. Nanti akan ada satu titik di mana dia paling suka dengan sesuatu dan akan menekuninya dengan serius.
Saya dan istri selalu mendoakan yang terbaik buat Baehati di masa depan, semoga selalu dilimpahkan kebahagiaan dan bisa membahagiakan banyak orang.
Sebutkan sosok Anda sebagai ayah dalam 3 kata?
Yang pertama lembut, yang kedua tegas, dan yang ketiga keren, hahaha.
Memperingati Hari Ayah di bulan November ini, apa yang ingin Anda sampaikan kepada Baehati?
Terima kasih, Baehati, sudah mewarnai hari-hari Papa dan Mama. Mudah-mudahan Papa dan Mama bisa memberikan yang terbaik buat Baehati. Papa dan Mama juga ingin Baehati menjadi anak yang bahagia dan kami berdua selalu mendoakan yang terbaik buat Baehati.
(MB/SW/Photographer: Lintang Sukmana/Digital Imaging: Erlangga Namaskoro/Stylist: Gabriela Agmassini/MUA: Arimbi (@arimbi_mua)/Hairstylist: Winda (@windajuniansa.artist)/Wardrobe: Naga: Money Alter (@money.alter.essentials), Antidot Studios (@antidotstudios) & Baehati: Naluri For Little Ones (@naluriforlittleones))