TODDLER

Tabel Berat Badan Anak Usia 1-5 Tahun Menurut WHO


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Sebagai orang tua, tentu Moms selalu ingin memastikan Si Kecil tumbuh sehat dan optimal.Salah satu cara terpenting untuk memantaunya adalah dengan rutin memeriksa berat dan tinggi badannya. Pasalnya informasi ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari kecukupan gizi dan status kesehatan Si Kecil secara keseluruhan.

Mungkin Moms bertanya-tanya, "Berapa, sih, berat badan ideal untuk anakku?". Tak perlu bingung Moms, karena panduan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bisa menjadi acuan tepercaya untuk memastikan Si Kecil berada di jalur pertumbuhan yang tepat. Yuk, kita simak bersama panduan lengkapnya!

Pentingnya memantau berat dan tinggi badan ideal anak usia 1-5 tahun

Memantau berat dan tinggi badan anak usia 1-5 tahun secara rutin memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan tumbuh kembang Si Kecil berjalan optimal. Pada usia ini, anak mengalami periode pertumbuhan pesat, di mana nutrisi yang cukup, pola hidup sehat, dan perhatian terhadap indikator pertumbuhan sangat diperlukan. Berikut ini adalah beberapa alasan memantau berat dan tinggi badan anak menjadi penting:

1. Deteksi dini masalah pertumbuhan

Pemantauan rutin dapat membantu orang tua dan tenaga kesehatan mendeteksi masalah kesehatan, seperti berat badan kurang, obesitas, atau gangguan pertumbuhan seperti stunting sejak dini.

2. Mendukung periode emas pertumbuhan

Usia 1-5 tahun sering disebut sebagai periode emas, di mana sebagian besar pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif terjadi. Memastikan Si Kecil mencapai berat dan tinggi badan idealnya membantu mendukung fase penting ini.

3. Membangun dasar kesehatan jangka panjang

Berat dan tinggi badan yang ideal sejak dini dapat memengaruhi kesehatan Si Kecil di kemudian hari. Anak dengan pertumbuhan yang stabil lebih mungkin memiliki gaya hidup sehat dan daya tahan tubuh yang baik.

Baca juga:Waspada, Ini Deretan Parasit yang Kerap Menyerang Balita

Grafik pertumbuhan menurut standar WHO dapat membantu Moms memantau perkembangan Si Kecil. Jika ditemukan ketidaksesuaian atau kekhawatiran, sebaiknya segera berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter anak untuk mendapatkan arahan dan solusi yang

Tabel berat badan anak usia 1-5 Tahun Menurut WHO

WHO telah mengeluarkan standar pertumbuhan anak yang menjadi acuan global. Standar ini didasarkan pada penelitian terhadap anak-anak dari berbagai negara yang mendapatkan kondisi optimal untuk tumbuh kembang.

Berikut ini tabel berat badan rata-rata untuk anak laki-laki dan perempuan usia 1-5 tahun menurut WHO. Perlu diingat bahwa angka ini adalah median atau nilai tengah. Rentang normalnya cukup lebar, jadi jangan khawatir jika angka Si Kecil sedikit berbeda ya, Moms.

Berat badan ideal anak laki-laki

Berat badan ideal anak perempuan


Sumber: Standar Antropometri Anak, WHO

Untuk melihat gambaran yang lebih lengkap, Moms bisa menggunakan kurva pertumbuhan yang ada di Kartu Menuju Sehat (KMS) atau berkonsultasi langsung dengan dokter anak.

Faktor yang memengaruhi berat badan anak

Setiap anak unik dan memiliki laju pertumbuhan yang berbeda. Pasalnya, ada beberapa hal yang memengaruhi berat badan Si Kecil, yakni:

1. Asupan gizi

Kualitas dan kuantitas makanan sangat menentukan berat badan Si Kecil. Oleh karena itu, pastikan Si Kecil mendapatkan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Baca juga:Makanan yang Berguna untuk Penambah Nafsu Makan Balita

2. Faktor genetik

Riwayat keluarga dan faktor genetik yang diturunkan orang tua juga sangat berperan dalam postur dan berat badan Si Kecil.

3. Aktivitas fisik

Anak yang aktif bergerak cenderung memiliki metabolisme yang lebih baik dan komposisi tubuh yang lebih sehat.

4. Kondisi kesehatan

Adanya penyakit atau kondisi medis tertentu bisa menghambat penyerapan nutrisi dan memengaruhi berat badan.

5. Kualitas tidur

Di awal kehidupannya, Si Kecil membutuhkan kualitas dan kuantitas tidur yang cukup. Pasalnya, hormon pertumbuhan hanya diproduksi dengan baik pada momen tidur Si Kecil.

Cara menaikkan berat badan anak

Jika Moms merasa berat badan Si Kecil kurang dari ideal, jangan panik. Ada beberapa cara sehat yang bisa dicoba untuk membantunya mencapai berat ideal, yakni:

1. Berikan makanan padat kalori dan nutrisi

Pilih makanan yang kaya kalori namun tetap bergizi. Contohnya adalah alpukat, keju, telur, minyak zaitun, dan daging. Selain itu, pastikan kebutuhan proteinnya terpenuhi. Protein sangat penting untuk membangun massa otot. Sajikan ikan, ayam, daging, atau tahu dan tempe secara bervariasi.

2. Tambah frekuensi makan

Alih-alih tiga kali makan besar, coba berikan lima hingga enam kali porsi kecil sepanjang hari.

3. Sajikan camilan sehat

Hindari camilan tidak sehat untuk Si Kecil. Sebaliknya, sediakan camilan bergizi di antara waktu makan, seperti yoghurt, buah-buahan, atau biskuit gandum.

4. Jaga kualitas tidur anak

Pastikan Si Kecil mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas. Matikan lampu, jaga suhu tidur yang sesuai, serta jauhkan distraksi sejak 30 menit sebelum momen tidur untuk membantu membangun suasana tidur yang nyaman.

5. Dorong anak terus aktif

Jaga kebugaran Si Kecil dengan mendorongnya aktif bergerak, Moms. Kondisi tubuh yang bugar dapat mendukung pertambahan berat badan yang ideal.

6. Konsultasi dengan dokter

Jika berat badan Si Kecil tak kunjung naik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga:Balita Cengeng, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Memahami tabel berat badan ideal adalah langkah awal yang baik untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil. Namun, ingatlah bahwa angka bukanlah segalanya. Hal terpenting adalah Si Kecil terlihat aktif, ceria, dan terus menunjukkan perkembangan positif. (MB/AY/GA/Foto: Freepik)