TODDLER

Mulut Anak Penuh Sariawan? Kenali Penyebab dan Solusinya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Melihat balita rewel karena mulutnya penuh sariawan tentu membuat kita khawatir ya, Moms. Meski terlihat sepele, sariawan bisa membuat anak sulit makan, minum, bahkan tersenyum lebar seperti biasanya. Namun, apa penyebab mulut anak penuh sariawan dan bagaimana mengatasinya?

Sariawan pada anak tidak muncul begitu saja. Berbagai faktor, mulai dari pola makan, kebersihan mulut, hingga kondisi kesehatan tertentu, bisa memicu timbulnya luka di mulut. Dengan memahami penyebabnya, Moms bisa lebih cepat menemukan solusi yang tepat, mulai dari perawatan harian hingga konsultasi dengan dokter agar Si Kecil kembali nyaman, ceria, dan senyum lebarnya tidak terganggu.

Apa itu sariawan?

Sariawan, yang dalam istilah medis dikenal sebagai stomatitis aftosa, adalah luka kecil berbentuk bulat atau oval yang muncul di bagian dalam mulut, seperti bibir, lidah, gusi, atau langit-langit mulut. Luka ini biasanya berwarna putih atau kekuningan dengan tepi merah, dan sering menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman, terutama saat makan, minum, atau berbicara.

Sariawan bisa muncul satu atau beberapa sekaligus, dan umumnya sembuh dalam waktu 1-2 minggu tanpa pengobatan khusus. Namun, pada beberapa kasus, terutama jika sering kambuh atau jumlahnya banyak, sariawan bisa mengganggu aktivitas anak sehari-hari dan menandakan adanya faktor pemicu tertentu, seperti pola makan, stres, atau gangguan sistem kekebalan tubuh.

Gejala yang muncul pada anak sariawan

Berikut ini beberapa gejala yang biasanya muncul pada anak yang mengalami sariawan, Moms.

  • Luka kecil atau bercak putih/kekuningan di dalam mulut, bibir, lidah, gusi, atau langit-langit mulut
  • Tepi luka berwarna merah dan terasa nyeri atau perih
  • Anak jadi rewel atau mudah menangis karena rasa tidak nyaman
  • Kesulitan makan, minum, atau menelan makanan tertentu (terutama yang asam, pedas, atau keras)
  • Nafsu makan menurun sementara waktu
  • Kadang disertai demam ringan atau pembengkakan kelenjar getah bening (pada kasus sariawan yang lebih parah)
  • Bau mulut ringan akibat luka di mulut.

Baca juga: Ini Penyebab Bau Mulut pada Balita dan Cara Mengatasinya

Pilihan pengobatan sariawan pada anak

Pengobatan sariawan pada anak biasanya bertujuan untuk meringankan rasa nyeri, mempercepat penyembuhan, dan mencegah infeksi sekunder. Kebanyakan sariawan ringan akan sembuh sendiri dalam 1-2 minggu. Namun, beberapa langkah berikut ini bias Moms lakukan untuk membantu anak merasa lebih nyaman.

1. Perawatan mulut dan kebersihan

Biasakan anak menggosok gigi dengan lembut dan, jika perlu, gunakan obat kumur atau larutan garam hangat yang aman untuk anak. Cara sederhana ini membantu membersihkan luka sariawan sekaligus mencegah infeksi, agar mulut Si Kecil nyaman dan sehat setiap hari.

2. Obat pereda nyeri topikal

Untuk meredakan nyeri dan perih akibat sariawan, dokter bisa merekomendasikan gel atau salep khusus yang dioleskan langsung ke luka. Aman untuk anak selama digunakan sesuai dosis, cara ini membantu Si Kecil merasa lebih nyaman dan kembali ceria dengan cepat.

3. Obat kumur atau larutan antiseptik anak

Beberapa larutan kumur khusus anak bisa membantu membersihkan mulut dan meredakan iritasi sariawan. Namun, ingat, selalu gunakan sesuai petunjuk dokter agar aman dan bebas efek samping, sehingga Si Kecil tetap nyaman.

4. Nutrisi dan hidrasi yang cukup

Memberikan makanan lunak, mudah ditelan, dan tidak terlalu asam atau pedas bisa membantu anak tetap makan tanpa menambah rasa sakit. Pastikan juga Si Kecil tetap cukup minum air putih agar mulutnya tetap lembap dan penyembuhan berjalan lebih cepat.

5. Suplementasi vitamin jika diperlukan

Jika sariawan pada anak sering muncul karena kekurangan nutrisi, dokter mungkin akan menyarankan suplemen vitamin B kompleks, vitamin C, atau zat besi yang sesuai dengan kebutuhan Si Kecil. Dengan asupan tepat, mulut mereka bisa lebih sehat dan sariawan pun tak lagi mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: 6 Penyakit Mulut pada Balita dan Cara Menanganinya

Kapan harus ke dokter?

Sebagian besar sariawan pada anak bersifat ringan dan akan sembuh sendiri dalam 1-2 minggu. Namun, ada kondisi tertentu yang menandakan perlunya pemeriksaan medis lebih lanjut. Moms sebaiknya membawa anak ke dokter jika:

  • Sariawan berlangsung lebih dari dua minggu tanpa tanda-tanda membaik.
  • Luka sangat besar, menyebar, atau sangat nyeri, sehingga anak sulit makan, minum, atau menelan.
  • Sering kambuh atau muncul lebih dari satu sariawan sekaligus secara berulang.
  • Disertai demam tinggi, lemas, atau pembengkakan kelenjar getah bening, yang bisa menandakan infeksi atau kondisi medis lain.
  • Tidak mau makan atau minum sama sekali, sehingga berisiko dehidrasi.
  • Gejala lain muncul, seperti ruam kulit, perdarahan, atau perubahan warna mulut yang tidak biasa.

Sariawan pada anak memang umum terjadi, tetapi bukan berarti bisa diabaikan begitu saja. Dengan perhatian yang tepat, mulut anak pun bisa kembali sehat dan nyaman, mendukung mereka tumbuh dan bermain dengan ceria. Jika sariawan anak sering muncul, terasa sangat nyeri, atau tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari, segera konsultasikan ke dokter anak untuk penanganan lebih lanjut. (MB/YE/SW/Foto: Freepik)