TODDLER

Apakah Anak 5 Tahun Masih Perlu Minum Susu? Ini Faktanya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Di usia 5 tahun, pola makan anak biasanya makin beragam. Si Kecil sudah bisa makan makanan keluarga, punya jadwal sekolah atau aktivitas, dan mulai pilih-pilih menu. Pada fase ini, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah susu untuk anak usia 5 tahun masih diperlukan, atau kebutuhan gizinya sudah dapat terpenuhi dari makanan sehari-hari saja?

Jawabannya bisa ya atau tidak, tergantung dari asupan gizi harian Si Kecil. Susu bisa jadi sumber praktis untuk protein, kalsium, dan vitamin D, tetapi susu juga bukan satu-satunya cara memenuhi kebutuhan tersebut.

Karena itu, penting bagi Moms untuk memahami kapan susu dibutuhkan, jenis susu apa yang lebih tepat, dan berapa jumlah yang sesuai untuk anak usia 5 tahun.

Apakah anak 5 tahun masih butuh susu?

Anak usia 5 tahun sebenarnya tidak wajib minum susu jika kebutuhan kalsium, protein, dan vitamin D sudah terpenuhi dari makanan. Namun, susu sering dipakai sebagai penolong, karena mudah diberikan dan nilai gizinya cukup padat.

Panduan AAP (American Academy of Pediatrics) untuk anak 4-5 tahun menyebut total asupan susu sapi sekitar 2,5 cup per hari. Prinsipnya, susu hanya cukup untuk melengkapi diet, tetapi tidak untuk menggantikan makan utama.

Kapan anak usia 5 tahun sebaiknya minum susu?

Lantas, kapan susu bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak usia 5 tahun?

1. Anak sulit makan atau picky eater, sehingga butuh sumber protein atau kalsium yang lebih praktis.

2. Anak jarang makan sumber kalsium lain, seperti ikan bertulang lunak, tahu tempe, sayur hijau tertentu, yoghurt, atau keju.

3. Ada pertimbangan khusus dari dokter, misalnya masalah pertumbuhan atau kebutuhan gizi tertentu.

Susu apa yang baik untuk anak usia 5 tahun?

Nah, Moms, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memberikan susu pada anak usia 5 tahun, mulai dari jenis lemak, kandungan gula, hingga kondisi anak. Berikut ini panduan yang bisa Moms ikuti.

1. Pilih susu rendah lemak bila tidak ada alasan medis khusus

AAP menyarankan setelah usia 2 tahun, anak bisa minum susu rendah lemak (1%) atau skim. Susu jenis ini sering dipilih untuk pola makan sehat jangka panjang, terutama jika asupan kalori harian anak sudah cukup dari makanan.

2. Utamakan susu tanpa gula tambahan

Jika Moms memilih susu UHT/flavored, Anda sebaiknya cek label gula. Banyak susu rasa (cokelat, strawberry, vanila) mengandung gula tambahan yang membuat anak terbiasa dengan rasa manis. Untuk rutinitas harian, lebih aman pilih susu plain, dan untuk variasi rasa bisa diberikan sesekali.

3. Bila tidak cocok susu sapi, pertimbangkan alternatif yang setara gizinya

Plant-based milk tidak dianjurkan sebagai pengganti utama susu sapi untuk anak kecil, kecuali susu kedelai (soy milk) yang paling mendekati komposisi protein susu sapi. Jika Si Kecil memiliki alergi protein susu sapi atau intoleransi laktosa, diskusikan pilihan penggantinya, termasuk kebutuhan fortifikasi kalsium atau vitamin D dengan dokter.

Berapa banyak susu yang sebaiknya dikonsumsi anak usia 5 tahun?

Jika Moms fokus pada susu untuk anak 5 tahun, patokan yang sering dipakai adalah sekitar 2-2,5 cup per hari. Ini bisa berupa gabungan susu, yoghurt, atau keju, lalu sesuaikan dengan pola makan dan aktivitas Si Kecil.

Baca juga: 10 Tanda Fisik Bayi Anda Terlalu Banyak Minum Susu

Tanda anak minum susu berlebihan

Minum susu yang berlebihan bisa membuat anak sulit makan. Moms perlu waspadai beberapa tanda anak minum susu berlebihan berikut ini.

  • Anak cepat kenyang dan menolak makan utama
  • Pola BAB berubah, misalnya sembelit pada sebagian anak
  • Asupan protein atau serat dari makanan jadi rendah karena porsi makan turun.

Baca juga: Penyebab Anak Muntah Setelah Minum Susu dan Cara Mengatasinya

Jika hal tersebut terjadi, solusinya biasanya bukan menghentikan susu secara total, tetapi mengatur porsi dan jadwal minum susu.

Intinya, susu untuk anak 5 tahun bisa bermanfaat sebagai pelengkap gizi, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium, protein, dan vitamin D. Namun, anak 5 tahun tetap bisa tumbuh optimal walau tidak banyak minum susu, selama kebutuhan gizinya tercukupi dari makanan sehat yang bervariasi.

Jika Moms bingung memilih jenis susu untuk anak 5 tahun, atau Si Kecil punya kondisi khusus seperti alergi, intoleransi laktosa, sulit naik berat badan, atau justru berat badan berlebih, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak agar rekomendasinya lebih personal dan aman. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)