Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms & Dads, Art Jakarta Papers 2026 sudah resmi dibuka! Pembukaan dan peresmian Art Jakarta Papers 2026 dihadiri oleh Fadli Zon, Menteri Kebudayaan; Giring Ganesha Djumaryo, Wakil Menteri Kebudayaan; serta jajaran Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Berlangsung selama empat hari berturut-turut hingga 8 Februari 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3, pekan seni rupa ini menghadirkan 28 galeri dari dalam negeri dan Asia yang masing-masing menampilkan beragam presentasi yang berfokus pada medium kertas.
Selain pameran dari galeri peserta, Art Jakarta Papers juga menyuguhkan presentasi tunggal berupa instalasi dan karya seni kertas oleh sejumlah seniman asal Indonesia, serta rangkaian diskusi yang dikurasi secara khusus untuk menyorot peran kertas dalam praktik seni rupa.
Perjalanan selama lebih dari 15 tahun ditempuh dengan dukungan penuh dari MRA Media sebagai perusahaan yang menginisiasi Art Jakarta. Turut hadir dalam prosesi peresmian adalah Paramitha Soedarjo, Direktur MRA Media yang menyatakan, “Melalui Art Jakarta Papers, MRA Media ingin menghadirkan Art Jakarta sebagai platform yang tidak hanya merayakan karya, tetapi juga membuka ruang dialog yang lebih luas bagi ekosistem seni rupa Indonesia.”
Art Jakarta Papers diperkuat oleh dukungan dua Lead Partners pada edisi perdana tahun ini, yaitu Sucor Asset Management dan BCA. Kehadiran dua pemain besar dari industri keuangan ini mengokohkan posisi pekan seni Art Jakarta sebagai bagian penting dari ekosistem seni rupa Indonesia dan regional.
“Melalui Art Jakarta Papers, kami melihat ruang yang tepat untuk menghadirkan edukasi investasi dengan pendekatan yang lebih kreatif dan menjadi pengalaman berbeda bagi pengunjung, di mana konsep investasi tidak disampaikan secara kaku, melainkan melalui eksplorasi visual, dan narasi yang dapat dinikmati secara personal,” ungkap Fajrin Hermansyah, Direktur Sucor Asset Management.
Kolaborasi bersama Art Jakarta Papers 2026 menandakan dukungan BCA yang ketiga bagi Art Jakarta. “Kehadiran BCA pada gelaran ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung perkembangan seni rupa Indonesia serta memperluas akses masyarakat terhadap ruang-ruang apresiasi seni yang relevan dengan dinamika masa kini,” jelas Adrian, Senior Vice President of Marketing Communication, BCA.
Pertumbuhan Art Jakarta dari waktu ke waktu juga dimungkinkan oleh dukungan dari pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kebudayaan yang masing-masing menunjukkan dukungannya pada pembukaan dan peresmian Art Jakarta Papers 2026.
Dadam Mahdar, Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Kementerian Ekonomi Kreatif menambahkan, “Art Jakarta Papers memberikan agenda seni yang merupakan dasar penting dari praktik kreatif seni rupa. Tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga menawarkan dialog, refleksi, dan apresiasi terhadap medium kertas, sebuah bahan yang selama ini mungkin dianggap sederhana.”
Menempati lokasi dengan karakter berbeda, yaitu City Hall, Pondok Indah Mall 3, Art Jakarta Papers hadir membawa kesegaran format pameran dalam skala yang lebih fokus dan akrab. Pemilihan lokasi di pusat perbelanjaan juga menjadi faktor dalam memperluas jangkauan pengunjung pameran.
Pada edisi perdananya, Art Jakarta Papers menyambut 28 galeri dari Indonesia dan Asia. Sejumlah 22 peserta galeri berasal dari Indonesia, yaitu dari kota Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Bali. Enam galeri internasional dari Asia turut mendukung pekan seni ini melalui keikutsertaannya, antara lain Art WeMe dan Art+ Contemporary dari Kuala Lumpur, SAC Gallery dari Bangkok, Rika Contemporary dari Tokyo, YIRI ARTS dari Taipei, serta THEO dari Seoul.
Selain presentasi galeri, Art Jakarta Papers juga menghadirkan dua presentasi tunggal karya seniman asal Indonesia melalui AJ Spot, yaitu Iwan Effendi yang dibawa oleh ara contemporary, Jakarta; dan Ruang MES 56 yang dibawa oleh kohesi Initiatives, Yogyakarta.
Melalui event ini, Art Jakarta menegaskan posisinya sebagai platform berkelanjutan yang memperkuat ekosistem seni rupa di Indonesia, sekaligus membuka ruang dialog dan pertukaran praktik seni rupa kontemporer di tingkat regional. (MB/SW/Foto: Dok. Art Jakarta Papers)