Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Hubungan intim seharusnya menjadi momen yang indah, menyenangkan, dan mempererat ikatan emosional dengan pasangan. Namun, bagi sebagian wanita, momen ini justru berubah menjadi pengalaman yang menakutkan karena rasa nyeri yang muncul. Apakah Anda pernah merasakan sakit saat berhubungan seperti tertusuk?
Rasa sakit saat berhubungan seks, atau dalam istilah medis disebut dispareunia, adalah keluhan yang cukup umum. Sensasi "seperti tertusuk" ini bisa terjadi di awal penetrasi atau terasa jauh di dalam panggul. Sering kali rasa tidak nyaman ini membuat wanita merasa cemas, takut mengecewakan pasangan, atau bahkan merasa ada yang salah dengan tubuhnya.
Namun, penting untuk diingat bahwa rasa sakit adalah sinyal tubuh yang memberitahu kita bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan. Bukan berarti ada kerusakan permanen, tetapi mungkin ada kondisi fisik atau emosional yang membutuhkan perawatan lembut.
Memahami lokasi rasa sakit
Sebelum mencari solusi, langkah pertama adalah mengidentifikasi di mana tepatnya rasa sakit muncul. Sensasi tertusuk bisa terasa berbeda tergantung lokasinya, dan ini bisa menjadi petunjuk utama bagi penyebabnya. Secara umum, nyeri ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu:
1. Nyeri superfisial (di permukaan): Rasa sakit tajam atau perih yang terjadi tepat di pintu masuk vagina saat penetrasi baru dimulai.
2. Nyeri deep (di dalam): Rasa sakit seperti tertusuk, terbentur, atau kram hebat yang terasa jauh di dalam panggul saat penetrasi dalam dilakukan.
Baca juga: Agar Seks Lebih Nikmat, Kenali Titik Rangsang Wanita Berikut Ini, Dads!
Penyebab umum rasa sakit seperti tertusuk
Ada berbagai faktor yang bisa memicu sensasi tidak nyaman ini. Berikut ini beberapa penyebab yang paling sering ditemui dan perlu Anda pahami dengan kepala dingin.
1. Kurangnya lubrikasi alami
Ini adalah penyebab yang paling sederhana tetapi sering diabaikan. Ketika seorang wanita belum terangsang sepenuhnya, vagina mungkin belum memproduksi cairan pelumas yang cukup. Akibatnya, gesekan saat penetrasi akan terasa kasar, panas, dan kadang terasa tajam seperti lecet atau tertusuk di bagian depan.
Kondisi ini juga sangat umum terjadi pada ibu menyusui atau wanita yang memasuki masa menopause. Perubahan hormon estrogen pada fase-fase ini menyebabkan dinding vagina menipis dan lebih kering, sehingga lebih sensitif terhadap gesekan.
2. Masalah pada organ reproduksi (endometriosis atau kista)
Jika rasa sakit seperti tertusuk terasa jauh di dalam perut bawah atau panggul, terutama saat penetrasi dalam, ini bisa menjadi indikasi adanya gangguan pada organ reproduksi. Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan yang mirip dengan lapisan rahim tumbuh di luar rahim.
Ketika terjadi penetrasi dalam, organ yang meradang akibat endometriosis bisa tertekan, memicu rasa nyeri yang tajam. Selain itu, kista ovarium atau fibroid (miom) bisa memberikan sensasi serupa, tergantung pada ukuran dan lokasinya.
3. Infeksi saluran kemih atau vagina
Terkadang, rasa nyeri tajam bukan disebabkan oleh struktur organ, melainkan karena adanya peradangan. Infeksi jamur, vaginosis bakterialis, atau infeksi saluran kemih dapat membuat jaringan vagina menjadi bengkak dan sangat sensitif. Sentuhan sedikit saja bisa memicu rasa perih yang menyengat. Biasanya kondisi ini disertai dengan gejala lain seperti gatal, keputihan yang tidak normal, atau rasa panas saat buang air kecil.
4. Vaginismus
Vaginismus adalah kondisi di mana otot-otot di sekitar vagina mengencang secara tidak sadar (kejang) ketika ada upaya penetrasi. Ini adalah respons otomatis tubuh, sering kali dipicu oleh ketakutan akan rasa sakit atau trauma masa lalu. Sensasi yang dirasakan sering digambarkan sebagai "menabrak dinding" atau rasa tertusuk yang sangat hebat karena otot menolak penetrasi tersebut.
5. Radang panggul (pelvic inflammatory disease)
Ini adalah infeksi pada organ reproduksi wanita yang sering kali merupakan komplikasi dari penyakit menular seksual yang tidak diobati. Jaringan di dalam panggul menjadi sangat lunak dan meradang, sehingga gerakan saat berhubungan intim dapat memicu rasa sakit yang dalam dan menusuk.
Baca juga: Tidak Perlu Obat! Coba Cara Alami Meningkatkan Gairah Seks Wanita Berikut Ini
Tips mengurangi rasa nyeri
1. Prioritaskan pemanasan (foreplay)
Jangan terburu-buru. Tubuh wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk siap menerima penetrasi dibandingkan pria. Luangkan waktu lebih banyak untuk foreplay. Ciuman, pelukan, dan sentuhan mesra tidak hanya membangun keintiman emosional, tetapi juga memberi sinyal pada tubuh untuk memproduksi pelumas alami dan merelaksasi otot-otot panggul.
2. Gunakan pelumas tambahan
Tidak ada salahnya menggunakan bantuan pelumas buatan (lubrikan). Ini adalah solusi paling instan dan efektif untuk mengatasi kekeringan. Pilihlah pelumas berbahan dasar air (water-based) karena lebih aman, tidak lengket, dan tidak merusak kondom (jika Anda menggunakannya). Buat wanita yang sedang menyusui atau menopause, sediakan selalu pelumas di samping tempat tidur.
3. Eksplorasi posisi yang nyaman
Posisi tertentu memungkinkan penetrasi yang lebih dalam, yang mungkin justru memicu rasa sakit jika Anda memiliki masalah seperti endometriosis atau rahim terbalik (retroverted uterus). Cobalah posisi di mana Anda memegang kendali atas kedalaman dan ritme penetrasi, seperti woman on top. Posisi miring (spooning) juga sering kali lebih nyaman karena penetrasi cenderung lebih dangkal.
4. Komunikasi terbuka dengan pasangan
Pasangan Anda tidak bisa merasakan apa yang Anda rasakan. Katakan dengan lembut jika ada gerakan yang membuat sakit. Moms bisa berkata, "Sayang, pelan-pelan ya, agak sakit kalau begitu," atau "Kita coba posisi lain yuk, yang ini kurang nyaman." Pasangan yang baik pasti akan mengerti dan tidak ingin menyakiti Anda.
5. Teknik relaksasi
Jika rasa sakit dipicu oleh ketegangan otot (seperti pada kasus vaginismus ringan), cobalah teknik pernapasan dalam atau latihan Kegel (fokus pada relaksasi, bukan hanya pengencangan) sebelum atau selama berhubungan. Menenangkan pikiran juga membantu tubuh untuk tidak "melawan" penetrasi.
Kapan saatnya mengunjungi dokter?
Meskipun tips di atas bisa membantu, ada kalanya bantuan medis profesional sangat diperlukan. Jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami tanda-tanda berikut:
- Rasa sakit terus berlanjut meskipun sudah menggunakan pelumas dan melakukan foreplay yang cukup
- Terjadi pendarahan setelah berhubungan intim (bukan darah haid)
- Muncul keputihan yang berbau tidak sedap atau berwarna aneh
- Nyeri disertai demam atau kram perut yang hebat di luar waktu haid
- Rasa sakit membuat Anda sama sekali tidak bisa melakukan hubungan intim.
Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik, USG, atau tes laboratorium untuk mengetahui penyebab pastinya dan memberikan pengobatan yang tepat, mulai dari antibiotik untuk infeksi hingga terapi hormon.
Merasakan sakit saat berhubungan seperti tertusuk, memang pengalaman yang tidak menyenangkan dan bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga. Namun, dengan adanya komunikasi yang baik dengan pasangan, rasa nyeri dan tidak nyaman ini akan bisa diatasi. (MB/AY/WR/Foto: Freepik)