BABY

Bayi Gumoh tapi Minta Nyusu Terus? Ini Penyebabnya, Moms


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Moms, momen menyusui seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk membangun kedekatan emosional dengan Si Kecil. Namun, faktanya mengasuh anak sering kali menghadirkan momen yang memicu kekhawatiran. Salah satu pengalaman yang kerap membingungkan para ibu baru adalah saat melihat bayi gumoh tapi masih ingin menyusu. Situasi ini kerap menimbulkan dilema antara rasa takut bayi akan gumoh lagi dan keinginan untuk memastikan nutrisinya terpenuhi.

Memahami bahasa tubuh serta sistem pencernaan bayi yang baru lahir memang membutuhkan proses adaptasi yang penuh kesabaran. Gumoh atau refluks gastroesofageal adalah kondisi alami di mana ASI atau susu formula mengalir kembali ke atas dari lambung menuju mulut. Kondisi ini sangat lazim terjadi pada bayi berusia di bawah enam bulan. Meski cairannya terlihat banyak dan mengkhawatirkan, penting bagi setiap ibu untuk tetap tenang dan menyadari bahwa ini adalah bagian dari fase perkembangan fisik anak.

Kenapa bayi sering gumoh tetapi masih ingin menyusu?

Banyak orang tua merasa panik ketika bayinya gumoh, lalu berasumsi bahwa bayi tersebut sedang sakit atau perutnya menolak ASI. Faktanya, ada beberapa alasan fisiologis dan psikologis mengapa bayi mengalami hal ini.

Pertama, ukuran lambung bayi baru lahir sangatlah terbatas. Pada hari-hari pertama, lambung bayi hanya sebesar buah ceri, dan perlahan berkembang menjadi seukuran telur pada bulan pertama. Di sisi lain, katup yang berada di antara kerongkongan dan lambung (sfingter esofagus bagian bawah) belum berkembang secara sempurna. Ketika bayi minum susu terlalu cepat atau terlalu banyak, lambung yang penuh akan mendorong cairan tersebut kembali ke atas melewati katup yang masih longgar.

Kedua, mengisap adalah mekanisme utama bayi untuk mencari ketenangan. Bayi memiliki refleks rooting dan sucking yang sangat kuat. Mengisap payudara ibu bukan hanya tentang rasa lapar, melainkan cara bayi mengatur emosinya, merasa aman, dan mengurangi rasa tidak nyaman di perutnya. Oleh karena itu, ketika bayi menangis setelah gumoh dan mencari payudara, ia mungkin sedang mencari kenyamanan, bukan semata-mata membutuhkan asupan nutrisi tambahan.

Apakah bayi yang habis gumoh harus segera disusui lagi?

Keputusan untuk menyusui kembali sangat bergantung pada kondisi bayi setelah gumoh. Anda tidak perlu langsung menyusuinya saat itu juga. Anda bisa memberikan jeda sejenak agar perut bayi memiliki waktu untuk beristirahat.

Berikan jeda antara 15 hingga 30 menit jika bayi terlihat tenang setelah gumoh. Selama waktu jeda ini, Anda bisa memeluknya dalam posisi tegak agar gaya gravitasi membantu cairan di lambung turun ke sistem pencernaan bawah. Pastikan Anda membersihkan area mulut dan lehernya agar ia merasa nyaman dan tidak mengalami iritasi kulit akibat sisa susu.

Sebaliknya, susui kembali bayi Anda secara perlahan jika ia menangis histeris, menunjukkan tanda lapar yang jelas (seperti memasukkan tangan ke mulut), dan kesulitan ditenangkan dengan cara lain. Berikan ASI dalam porsi yang lebih sedikit namun lebih sering. Volume susu yang kecil akan lebih mudah dicerna oleh lambung bayi tanpa memberikan tekanan berlebih pada katup kerongkongannya.

Baca juga: Kenali Perbedaan Antara Gumoh dan Muntah pada Bayi

Cara praktis mencegah gumoh berlebih

Untuk meminimalkan risiko gumoh pada sesi menyusui berikutnya, ada beberapa teknik yang bisa Anda terapkan di rumah:

  • Posisikan kepala bayi lebih tinggi: Pastikan kepala bayi lebih tinggi dari perutnya saat proses menyusu berlangsung.
  • Sendawakan secara berkala: Jangan menunggu sampai bayi selesai menyusu. Sendawakan bayi di pertengahan sesi, misalnya saat berganti payudara, untuk mengeluarkan udara yang terperangkap di lambung.
  • Hindari tekanan pada perut: Jangan memakaikan popok atau pakaian yang terlalu ketat di area perut bayi.
  • Pertahankan posisi tegak setelah menyusu: Gendong bayi dalam posisi tegak selama 20 hingga 30 menit setelah ia selesai minum susu. Jangan langsung meletakkannya di tempat tidur.

Seperti apa tanda-tanda gumoh yang berbahaya pada bayi?

Gumoh normal biasanya keluar begitu saja dari mulut bayi, menyerupai aliran cairan atau ludah, tanpa disertai kontraksi otot perut yang kuat. Bayi yang mengalami gumoh normal tetap terlihat ceria, aktif, dan mengalami kenaikan berat badan yang sesuai dengan kurva pertumbuhannya.

Namun, Anda wajib mewaspadai jika bayi gumoh tapi masih ingin menyusu yang disertai tanda bahaya yang menunjukkan adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Segera bawa Si Kecil ke dokter spesialis anak jika gumoh disertai dengan kondisi berikut:

  • Muntah menyembur: Cairan susu keluar dengan tekanan yang sangat kuat hingga menyembur jauh dari mulut bayi.
  • Perubahan warna cairan: Muntahan mengandung cairan berwarna hijau, kuning pekat, atau bercak darah.
  • Penurunan berat badan: Bayi tidak mengalami kenaikan berat badan yang mencukupi, atau justru kehilangan berat badan secara drastis.
  • Rewel berlebihan dan menolak menyusu: Bayi menangis kesakitan setiap kali gumoh dan menolak saat Anda mencoba menawarkan ASI.
  • Gangguan pernapasan: Bayi terlihat sesak napas, tersedak, atau wajahnya membiru saat gumoh.

Baca juga: Kenapa Bayi Sering Gumoh? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gejala-gejala di atas bisa mengindikasikan penyakit refluks gastroesofageal (GERD), penyumbatan saluran pencernaan (pyloric stenosis), atau alergi makanan, yang membutuhkan diagnosis medis, Moms. (MB/GP/RF/Foto: KamranAydinov/Freepik)