BABY

Napas Bayi Mengorok Seperti Ada Dahak? Ini Penyebab dan Solusinya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Mendengar napas Si Kecil berbunyi seperti ada dahak yang tertahan pasti membuat hati terasa cemas. Sebagai orang tua, insting pertama kita adalah khawatir saat napas bayi ngorok seperti ada dahak. Moms mungkin khawatir Si Kecil merasa sesak atau kesulitan bernapas.

Faktanya, suara "grok-grok" pada napas bayi adalah kondisi yang sangat umum dan sering kali bukan pertanda bahaya. Sistem pernapasan bayi masih dalam tahap adaptasi dengan dunia luar. Mereka sedang belajar mengatur aliran udara, sementara tubuh mereka memproduksi lendir untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel asing.

Apa penyebab napas bayi ngorok seperti ada dahak?

Suara napas berbunyi (sering disebut stridor ringan atau sekadar napas berlendir) pada bayi yang sehat biasanya berakar pada anatomi tubuh mereka yang masih berkembang. Berikut adalah beberapa penyebab utama mengapa napas Si Kecil terdengar seperti menyimpan banyak dahak.

1. Saluran pernapasan yang masih sangat sempit

Bayi baru lahir memiliki saluran hidung dan tenggorokan yang ukurannya sangat kecil. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi umumnya bernapas sepenuhnya melalui hidung selama beberapa bulan pertama kehidupannya. Karena salurannya sempit, sedikit saja penumpukan lendir atau cairan di area tersebut akan menciptakan suara getaran yang keras saat udara masuk dan keluar.

2. Sisa cairan ketuban di saluran napas

Selama sembilan bulan di dalam rahim, paru-paru dan saluran napas bayi terendam dalam air ketuban. Setelah proses persalinan, tidak semua cairan tersebut langsung keluar atau terserap oleh tubuh. Sisa-sisa cairan ini sering kali berkumpul di belakang tenggorokan, menciptakan bunyi "grok-grok" selama beberapa minggu pertama setelah kelahiran.

3. Refleks batuk yang belum sempurna

Orang dewasa dapat dengan mudah mendeham atau batuk untuk mengeluarkan dahak. Sebaliknya, refleks batuk bayi belum cukup kuat untuk mendorong lendir keluar dari saluran pernapasan. Akibatnya, lendir tersebut tergenang di area hidung dan tenggorokan atas, menghasilkan suara bising saat mereka bernapas atau menyusu.

Baca juga: 5 Cara Ampuh Menghilangkan Napas Grok-Grok pada Bayi

4. Paparan iritan ringan dari lingkungan

Udara di sekitar kita tidak sepenuhnya bersih. Debu rumah, bulu hewan peliharaan, asap rokok, atau bahkan sisa parfum pada pakaian Anda dapat memicu hidung bayi memproduksi lebih banyak lendir sebagai respons pertahanan alami. Lendir ekstra ini adalah cara tubuh bayi 'menjebak' kotoran agar tidak masuk ke paru-paru.

Cara mengeluarkan dahak pada bayi dengan aman

Meskipun kondisi ini sering kali akan hilang dengan sendirinya seiring membesarnya saluran pernapasan Si Kecil, ada beberapa cara praktis yang bisa Moms lakukan untuk meringankan ketidaknyamanan mereka.

1. Tingkatkan pemberian ASI

Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber hidrasi terbaik sekaligus pelindung kekebalan tubuh yang luar biasa. Memastikan bayi mendapatkan cukup ASI akan mencegah dehidrasi. Tubuh yang terhidrasi dengan baik dapat mengencerkan lendir secara alami, sehingga lebih mudah mengalir ke tenggorokan untuk ditelan oleh bayi tanpa mereka sadari.

2. Gunakan humidifier di ruang tidur bayi

Udara ruangan yang kering dapat membuat lendir di hidung bayi menjadi kental dan berkerak. Menggunakan humidifier (pelembap udara) dengan uap dingin di kamar bayi akan membantu menjaga kelembapan udara. Udara yang lembap sangat efektif untuk mengencerkan dahak yang menyumbat saluran pernapasan Si Kecil, membuat tidur mereka lebih nyenyak dan tenang.

3. Semprotan atau tetes hidung saline (air garam alami)

Jika lendir tampak mengganggu bayi saat menyusu, Moms bisa menggunakan obat tetes hidung saline (larutan air garam steril) yang diformulasikan khusus untuk bayi. Teteskan satu hingga dua tetes ke setiap lubang hidung untuk mengencerkan lendir. Setelah lendir mencair, Anda dapat menggunakan nasal aspirator (alat penyedot ingus khusus bayi) berbahan silikon lembut untuk mengeluarkan cairan tersebut. Lakukan dengan sangat hati-hati agar tidak mengiritasi dinding hidung bayi.

4. Ubah posisi tidur atau menyusui

Gaya gravitasi dapat menjadi sahabat terbaik Anda dalam mengatasi hidung tersumbat. Cobalah memposisikan kepala bayi sedikit lebih tinggi dibandingkan dadanya saat Anda sedang menyusui atau menggendongnya. Posisi ini mencegah lendir menumpuk di area tenggorokan. Pastikan Anda tetap menidurkan bayi dalam posisi telentang di permukaan yang rata saat jam tidur malam untuk mengurangi risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

5. Manfaatkan sinar matahari pagi

Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi (sebelum pukul 8 pagi) selama 10 hingga 15 menit juga dipercaya dapat memberikan rasa hangat pada dada bayi, yang membantu mengencerkan dahak. Pastikan mata Si Kecil terlindungi dari paparan sinar matahari langsung dan cukup gunakan pakaian tipis agar mereka tidak kepanasan.

Baca juga: Moms Perlu Tahu, Ini Frekuensi Napas Bayi yang Normal

Kapan Moms marus membawa Si Kecil ke dokter?

Mendengarkan napas ngorok pada bayi yang aktif, menyusu dengan baik, dan bertumbuh sesuai kurva berat badan adalah hal yang normal. Namun, penting bagi kita untuk tetap waspada terhadap tanda-tanda yang membutuhkan intervensi medis.

Segera konsultasikan kondisi bayi ke dokter spesialis anak jika bayi ngorok seperti ada dahak disertai dengan demam tinggi, bayi tampak lesu dan menolak menyusu, bibir atau kuku bayi terlihat kebiruan, atau jika hidung kembang kempis yang menandakan ia kesulitan menarik napas. Jika Anda merasa ada yang tidak beres, jangan ragu untuk mencari bantuan medis ya, Moms. (MB/GP/RF/Foto: Freepik)