Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, Anda sudah harus kembali bekerja setelah melahirkan? Banyak ibu khawatir produksi ASI akan menurun atau bayi tidak lagi mendapatkan ASI ketika harus kembali ke kantor. Padahal, bekerja bukanlah penghalang untuk tetap memberikan ASI. Dengan perencanaan yang baik dan penerapan manajemen laktasi yang tepat, ibu bekerja tetap dapat memenuhi kebutuhan ASI Si Kecil melalui ASI perah (ASIP).
Nah, sejak kapan kita harus mulai menyetok ASIP? Seperti apa pula tips dan trik anti stres menjalani manajemen laktasi? Pertanyaan-pertanyaan yang kerap muncul di kepala para ibu bekerja ini akan dijawab langsung oleh dr. Margaret Mutiaratirta Sugondo, IBCLC, CIMI, Konsultan Laktasi di RS EMC Grha Kedoya serta Klinik Mom & Baby Puri, eksklusif untuk Mother & Beyond dalam rangka Pekan ASI Sedunia 2026.
Kapan ASIP mulai distok?
Ibu yang akan bekerja disarankan untuk mulai menyetok ASIP sekitar satu bulan sebelum bekerja. Hal ini bertujuan agar ibu tidak kelelahan saat melewati masa nifas dan bisa fokus untuk belajar menyusui terlebih dahulu. Sementara rentang 4-6 minggu sebelum bekerja merupakan waktu yang cukup untuk menabung stok ASIP.
Bagaimana frekuensi pemerahan ASIP?
Frekuensi pemerahan ASI harus mendekati pola minum bayi. Pada bayi yang masih lebih kecil, Moms harus rutin memompa per 2-3 jam (minimal 10 kali per hari). Sementara pada bayi yang lebih besar, Anda disarankan memerah ASI sekitar 3-4 jam sekali agar produksi ASI bisa dipertahankan dan terhindar dari payudara bengkak, clogged duct, maupun mastitis.
Bagaimana cara menyimpan ASIP?
Panduan penyimpanan ASIP yang digunakan biasanya sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). ASIP cadangan yang distok selama ibu cuti biasanya akan banyak terpakai di hari pertama ibu bekerja saja. Setelahnya, ibu bisa memberikan ASIP yang diperah di kantor untuk diminum bayi keesokan harinya ketika ibu bekerja, sehingga bayi tetap mendapatkan ASIP yang lebih segar. Apabila kurang, dapat diambil dari stok ASIP cadangan selama ibu cuti.
Bagaimana cara memberikan ASIP pada bayi?
Saat memberikan ASIP untuk Si Kecil, Moms boleh mencampurkan ASI yang diperah dalam satu wadah asalkan masih dalam hari yang sama. Sebelum mencampur, sebaiknya disamakan dulu suhunya, baru dicampurkan. ASIP di suhu ruang boleh dicampur langsung dengan ASIP yang baru diperah.
Perlu diketahui bahwa usia ASIP mengikuti hasil perahan yang pertama. Bila Moms mau mencampurkan dengan ASIP yang di kulkas, samakan terlebih dahulu suhu ASIP yang segar dengan meletakkannya di kulkas selama 1 jam, baru kemudian dicampur.
Jangan lupa simpan ASIP pada wadah tertutup rapat, tidak mudah rusak atau bocor, dan lebih disarankan untuk menyimpan ASIP di dalam botol kaca.
Apa tips manajemen laktasi untuk ibu bekerja?
Agar perjalanan menyusui Si Kecil tetap lancar meski Moms sudah harus kembali bekerja, berikut beberapa hal yang perlu dilakukak:
- Pastikan tetap menyusui selama bersama bayi.
- Mulai belajar memerah ASI satu bulan sebelum menyusui bayi.
- Perah ASI ketika berpisah (saat kembali bekerja) dengan bayi.
- Memiliki support system (pasangan, keluarga atau tenaga profesional / konselor laktasi) selama masa menyusui penting.
- Fokus pada produksi ASI dan kebutuhan bayi.
Untuk mengetahui lebih banyak lagi seputar manajemen laktasi untuk ibu bekerja, Moms bisa menyimak video MB Ask the Expert berikut selengkapnya.
(MB/Vonda Nabilla/RF/Foto: Freepic.diller/Dok.Freepik)
