Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Pernah merasa di rumah setelah hari yang panjang, sudah menyiapkan makan malam, mengurus anak-anak, menyelesaikan pekerjaan, lalu tidak mendapat satu pun kata terima kasih dari pasangan Anda? Atau mencoba berbicara tentang perasaan Anda, tetapi malah dianggap berlebihan?
Jika Anda mengangguk membaca ini, Anda tidak sendirian. Banyak ibu dan perempuan merasakan hal yang sama: lelah bukan karena kelelahan fisik semata, tapi karena merasa tidak terlihat dan tidak dihargai pasangan dalam hubungan yang seharusnya menjadi tempat paling aman.
Apa arti merasa tidak dihargai dalam hubungan?
Merasa tidak dihargai pasangan bukan berarti Anda butuh pujian setiap saat. Manusia secara alami membutuhkan rasa diakui—bahwa kehadiran, usaha, dan perasaannya berarti bagi orang yang dicintainya.
Dalam konteks hubungan romantis, apresiasi bisa sesederhana pasangan yang berkata "terima kasih sudah mengurus semua ini" atau seaktif membantu tanpa diminta. Ketika hal-hal kecil ini terus-menerus absen, efeknya bisa menumpuk secara emosional.
Menurut psikolog hubungan, Dr. John Gottman, salah satu prediktor terkuat dari hubungan yang tidak bahagia adalah rasio interaksi negatif yang terlalu tinggi dibandingkan interaksi positif. Kurangnya apresiasi termasuk dalam kategori ini. Hubungan yang sehat, menurutnya, memerlukan setidaknya lima interaksi positif untuk setiap satu interaksi negatif.
Perasaan tidak dihargai juga erat kaitannya dengan konsep emotional labor, kerja keras emosional yang sering kali tidak terlihat, terutama pada perempuan dan ibu. Merencanakan jadwal keluarga, mengingat kebutuhan anak, menjaga suasana rumah tetap harmonis, semua itu butuh energi besar, dan ketika tidak diakui, rasa lelah yang muncul bukan hanya fisik, tapi juga emosional.
Baca juga: 5 Cara Mudah untuk Membuat Suami Menghargai Anda
Tanda pola tidak hormat, bukan sekadar perbedaan pendapat
Penting untuk membedakan antara konflik normal dalam hubungan dan pola yang lebih mengkhawatirkan. Pertengkaran sesekali adalah hal yang wajar. Namun, ada tanda tidak dihargai pasangan yang perlu Anda waspadai sebagai pola sistemik.
Tanda-tanda yang perlu diperhatikan:
- Kontribusi Anda diabaikan secara konsisten. Anda memasak, membersihkan, mengurus anak, tetapi semua itu dianggap sudah seharusnya dikerjakan tanpa perlu diakui.
- Pendapat Anda sering dipotong atau diremehkan. Saat Anda berbicara, pasangan mengalihkan topik, menganggap Anda berlebihan, atau langsung memberikan solusi tanpa mendengarkan.
- Pasangan tidak memperhatikan perubahan pada Anda. Rambut baru, usaha baru, pencapaian kecil—tidak ada yang diperhatikan.
- Anda sering merasa sendirian. Keputusan besar diambil tanpa melibatkan Anda, atau beban rumah tangga dan pengasuhan jatuh hampir seluruhnya ke pundak Anda.
- Kritik lebih sering datang daripada dukungan. Kesalahan Anda langsung dikomen, tapi kerja keras Anda jarang disebut.
Satu atau dua kejadian bukan indikator tunggal. Yang perlu dicermati adalah frekuensi dan polanya. Apakah ini terjadi terus-menerus? Apakah sudah berlangsung lama? Apakah Anda merasa tidak berdaya untuk mengubahnya?
Baca juga: 6 Cara Menghadapi Suami Yang Keras Kepala
Cara menyampaikan perasaan dengan contoh yang spesifik
Berbicara tentang perasaan tidak dihargai kepada pasangan bisa terasa menakutkan—terutama jika Anda takut tidak didengar, atau malah memicu pertengkaran. Namun, komunikasi yang jelas adalah langkah pertama yang paling penting.
Kunci utamanya: Sampaikan secara spesifik, bukan menyalahkan secara umum.Gunakan struktur "Aku merasa... ketika... karena..."Alih-alih berkata, "Kamu tidak pernah menghargaiku," coba formulasikan ulang seperti ini:
"Aku merasa lelah dan tidak dilihat kemarin, ketika aku sudah menyiapkan makan malam dan mengurus anak-anak sendirian, tapi tidak ada yang ditanyakan tentang hariku. Bagiku, pertanyaan kecil itu penting karena itu artinya kamu peduli."
Pendekatan ini menghindari tuduhan dan membuka ruang untuk dialog. Beberapa panduan tambahan:
- Pilih waktu yang tepat. Jangan memulai percakapan penting saat pasangan sedang stres atau kelelahan. Pilih momen yang tenang.
- Satu isu dalam satu waktu. Jangan menumpuk semua keluhan sekaligus—ini bisa membuat pasangan defensif.
- Minta respons, bukan pembelaan. Tutup percakapan dengan pertanyaan terbuka: "Apa yang menurutmu bisa kita lakukan bersama?"
Cara menghadapi pasangan yang tidak menghargai memang tidak selalu mudah, tetapi komunikasi memberi kesempatan untuk perubahan.
Tetapkan batasan dan nilai respons pasangan terhadap perbaikan
Setelah Anda menyampaikan perasaan Anda, langkah selanjutnya sama pentingnya: perhatikan bagaimana pasangan merespons.Ini bukan untuk menilai pasangan secara keseluruhan, tetapi untuk memahami apakah hubungan ini memiliki ruang untuk tumbuh.
Respons yang menunjukkan harapan:
- Pasangan mendengarkan tanpa langsung membela diri
- Mengakui bahwa Anda memiliki alasan untuk merasa seperti itu
- Menunjukkan usaha nyata—meski kecil—untuk berubah
- Bersedia membicarakan ini lebih lanjut atau mencari bantuan bersama.
Respons yang perlu diwaspadai:
- Membalik situasi sehingga Anda yang merasa bersalah
- Mengabaikan atau meremehkan perasaan Anda
- Berjanji berulang kali tetapi tidak ada perubahan nyata
- Marah atau mengancam saat Anda menetapkan batasan.
Menetapkan batasan bukan berarti memberikan ultimatum. Ini adalah pernyataan tentang apa yang Anda butuhkan agar dapat terus hadir dalam hubungan ini dengan sepenuh hati.
Misalnya: "Aku butuh kita berbicara dengan saling menghormati. Jika ada yang perlu disampaikan dengan cara yang menyakitkan, aku perlu waktu untuk menenangkan diri dulu sebelum melanjutkan percakapan."
Kapan perlu konseling, menjauh, atau membuat rencana keselamatan?
Tidak semua hubungan tanpa apresiasi berujung pada situasi yang berbahaya. Namun, penting untuk mengetahui kapan Anda perlu bantuan lebih dari sekadar berbicara berdua.
Pertimbangkan konseling pasangan jika:
- Anda dan pasangan sama-sama ingin memperbaiki hubungan, tetapi tidak tahu caranya
- Komunikasi selalu berakhir dengan pertengkaran tanpa resolusi
- Ada kelelahan emosional di kedua sisi.
Konseling bukan tanda kegagalan—justru sebaliknya. Mencari bantuan profesional merupakan bentuk komitmen untuk hubungan yang lebih sehat.
Pertimbangkan untuk memberi jarak jika:
- Setiap usaha Anda diabaikan meski sudah berulang kali disampaikan
- Anda merasa semakin kehilangan diri sendiri dalam hubungan ini
- Pasangan tidak menunjukkan minat untuk berubah.
Segera buat rencana keselamatan jika:
- Ada intimidasi, ancaman, atau kekerasan (fisik maupun verbal)
- Anda merasa tidak aman untuk menyampaikan perasaan
- Pasangan mengontrol akses keuangan, pertemanan, atau kebebasan Anda.
Merasa tidak dihargai pasangan bukan sesuatu yang harus Anda terima sebagai bagian normal dari kehidupan berumah tangga. Anda berhak untuk didengar, dilihat, dan diapresiasi. (MB/SW/RF/Foto: Freepik)