TODDLER

Cara Mengempeskan Amandel Bengkak dengan Aman dan Efektif


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Melihat Si Kecil rewel karena tenggorokannya sakit dan sulit menelan tentu bikin hati Moms tidak tenang. Amandel bengkak memang salah satu keluhan paling umum, terutama pada anak-anak, dan sering kali datang tiba-tiba di tengah malam saat klinik sudah tutup.

Untungnya, tidak semua amandel bengkak berarti harus buru-buru ke rumah sakit. Banyak kasus radang amandel ringan yang bisa diredakan dengan perawatan rumahan sederhana, asalkan Moms tahu caranya dan tetap waspada terhadap tanda-tanda yang memerlukan bantuan medis. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Kenapa amandel bisa membengkak?

Amandel, atau tonsil, adalah dua kelenjar kecil berbentuk oval yang terletak di bagian belakang tenggorokan. Fungsinya sebagai garis pertahanan pertama tubuh melawan kuman yang masuk lewat mulut dan hidung. Ketika amandel bekerja melawan infeksi, jaringannya membengkak dan meradang, kondisi yang dikenal sebagai radang amandel atau tonsilitis.

Penyebab utama radang amandel

  1. Infeksi virus: Ini adalah penyebab paling umum, meliputi virus influenza, adenovirus, rhinovirus (penyebab pilek biasa), virus Epstein-Barr, coronavirus, hingga enterovirus. Gejalanya cenderung lebih ringan dan biasanya sembuh sendiri dalam 3-4 hari.
  2. Infeksi bakteri: Meski lebih jarang, bakteri seperti Streptococcus pyogenes (penyebab strep throat), Staphylococcus aureus, dan Haemophilus influenzae dapat memicu radang amandel yang lebih berat. Biasanya muncul bercak putih atau kuning pada amandel, dan memerlukan antibiotik untuk penyembuhannya.

Selain infeksi, beberapa faktor lingkungan juga bisa memicu radang amandel, seperti paparan asap rokok, polusi udara, alergen, kelelahan, stres berlebihan, dan kurangnya kebersihan mulut. Kondisi ini paling sering dialami anak-anak dan remaja karena amandel mereka masih sangat aktif bekerja melawan infeksi baru.

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Mengalami Pembesaran Amandel?

Cara alami mengempeskan amandel yang aman dicoba di rumah

Untuk radang amandel ringan yang disebabkan virus, perawatan di rumah biasanya sudah cukup membantu meredakan gejala. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Moms coba.

  • Istirahat total: Beri tubuh waktu untuk fokus melawan infeksi.
  • Perbanyak cairan: Air putih membantu mencegah dehidrasi dan menjaga tenggorokan tetap lembap.
  • Berkumur air garam hangat: Larutkan ¼ hingga ½ sendok teh garam ke dalam 120-240 mL air hangat, lalu kumur beberapa kali sehari.
  • Makanan lunak dan dingin: Yogurt, sup hangat, atau es krim bisa membantu meredakan nyeri saat menelan.
  • Gunakan pelembap udara: Udara yang lembap membantu mengurangi iritasi tenggorokan, terutama saat tidur.
  • Hindari iritan: Jauhkan Si Kecil dari asap rokok dan udara yang terlalu kering.

Cara alami mengempeskan amandel anak secara khusus

Untuk anak-anak, pendekatannya perlu sedikit lebih hati-hati. Anak balita mungkin belum bisa berkumur dengan benar, jadi Moms bisa menggantinya dengan memberi minuman hangat seperti kaldu ayam atau air hangat dicampur sedikit madu (untuk anak di atas usia 1 tahun). Perlu diperhatikan, madu tidak disarankan untuk bayi di bawah 1 tahun karena berisiko menyebabkan botulisme.

Selain itu, pastikan anak cukup istirahat dan tidak dipaksa makan makanan keras yang bisa memperparah rasa sakit saat menelan. Jika anak menolak makan sama sekali karena nyeri, tawarkan makanan dingin dan lunak sebagai alternatif sementara.

Baca juga: Ask the Expert: Radang Amandel dan Sakit Tenggorokan, Apa Bedanya?

Kumur air garam vs madu, mana yang lebih efektif untuk amandel bengkak?

Kedua bahan alami ini sama-sama populer sebagai solusi rumahan, tetapi cara kerjanya berbeda.

Air garam bekerja melalui efek osmotik: larutan garam menarik cairan dari jaringan yang bengkak di tenggorokan, sehingga membantu mengurangi pembengkakan sekaligus membersihkan lendir dan kuman. Sebuah studi acak terkontrol yang dipimpin tim dari Royal Infirmary of Edinburgh menemukan bahwa semprotan atau kumur air garam secara signifikan mengurangi gejala sakit tenggorokan.

Madu unggul dari sisi sifat antimikroba dan kemampuannya melapisi tenggorokan sehingga terasa lebih lega. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan di BMJ Evidence-Based Medicine meninjau 14 studi dengan total 1.345 data, dan menyimpulkan bahwa madu efektif sebagai alternatif yang murah dan aman dibandingkan antibiotik untuk meredakan gejala infeksi saluran pernapasan atas, termasuk sakit tenggorokan.

Jadi, mana yang lebih baik? Sebenarnya keduanya saling melengkapi, bukan bersaing. Pilih air garam jika Moms ingin fokus mengurangi pembengkakan dan membersihkan area tenggorokan secara langsung. Pilih madu jika Si Kecil butuh rasa nyaman ekstra karena teksturnya yang menenangkan, terutama sebelum tidur. Menggabungkan keduanya sepanjang hari justru sering memberi hasil paling optimal.

Berapa lama amandel bengkak biasanya mereda?

Jawabannya bergantung pada penyebabnya. Radang amandel akibat virus umumnya mereda dalam 3-4 hari dengan perawatan rumahan yang tepat. Sementara itu, radang amandel akibat bakteri memerlukan antibiotik, dan gejala biasanya mulai membaik dalam beberapa hari setelah pengobatan dimulai, meski obat tetap harus dihabiskan sesuai resep dokter agar infeksi benar-benar tuntas.

Jika radang amandel sudah sampai pada tahap operasi (tonsilektomi), waktu pemulihannya lebih panjang, sekitar 1-2 minggu, karena prosedur ini melibatkan pengangkatan jaringan amandel secara langsung.

Kapan amandel bengkak perlu diperiksakan ke dokter THT?

Meski banyak kasus bisa sembuh sendiri, ada beberapa tanda amandel harus dioperasi atau setidaknya diperiksakan segera ke dokter THT. Waspadai gejala berikut:

  • Demam tinggi di atas 39 °C yang tidak turun dengan obat penurun panas
  • Kesulitan bernapas atau menelan yang parah
  • Amandel membengkak sangat besar hingga mengganggu jalan napas
  • Gejala tidak membaik setelah 3-4 hari perawatan rumahan
  • Muncul ruam kulit yang menyebar
  • Nyeri hebat hanya pada satu sisi tenggorokan
  • Pembengkakan atau nyeri pada sendi.

Dokter THT biasanya akan mempertimbangkan tindakan tonsilektomi jika radang amandel terjadi lebih dari 7 kali dalam setahun, menyebabkan kesulitan bernapas atau menelan secara berulang, memicu abses peritonsilar yang kambuh, atau tidak lagi merespons pengobatan antibiotik. Tonsilektomi umumnya dilakukan sebagai prosedur rawat jalan, jadi Moms tidak perlu terlalu khawatir jika dokter merekomendasikannya sebagai jalan terbaik.

Amandel bengkak memang bisa membuat rumah jadi sedikit lebih ramai dengan rengekan Si Kecil, tetapi dengan penanganan yang tepat, kondisi ini biasanya bisa diatasi tanpa drama berlebihan. Kombinasi istirahat, cairan yang cukup, kumur air garam, dan madu adalah langkah pertama yang aman untuk dicoba di rumah. Namun, jika ada yang terasa tidak biasa, jangan ragu untuk membawa Si Kecil ke dokter THT terdekat ya, Moms. (MB/SW/RF/Foto: Magnific)