Type Keyword(s) to Search
TODDLER

Bintik Cacar Air Anak Terus Bertambah? Ini Cara Merawatnya

Bintik Cacar Air Anak Terus Bertambah? Ini Cara Merawatnya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Melihat bintik-bintik cair terus bertambah di tubuh Si Kecil tentu bikin hati cemas, apalagi kalau ia terus rewel karena tidak tahan ingin menggaruk. Rasa panik itu sangat wajar. Kabar baiknya, cacar air pada anak yang sehat umumnya bisa sembuh sendiri, dan banyak hal yang bisa Moms lakukan di rumah untuk membuatnya lebih nyaman dan aman. 

Kenapa bintik terus bertambah?

Cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster. Setelah virus masuk, gejalanya baru muncul sekitar 10-21 hari kemudian, biasanya diawali demam ringan, lemas, atau nafsu makan menurun. Ruam kemudian berkembang bertahap dari bintik merah datar, menjadi benjolan, lalu lenting berisi cairan, dan akhirnya mengering menjadi keropeng.

Keunikan cacar air adalah bintil baru muncul bergelombang selama beberapa hari, sehingga bintik datar, lenting, dan keropeng bisa terlihat bersamaan. Itu sebabnya jumlah bintil tampak terus bertambah di awal sakit, dan hal ini tidak berarti Moms kurang telaten merawat, melainkan karena virusnya memang masih aktif. Ruam umumnya berlangsung sekitar 5-10 hari, dan keropeng biasanya lepas dalam 1-2 minggu. Pada anak yang sudah divaksin, bintilnya cenderung lebih sedikit dan penyakitnya lebih ringan.

Cegah penularan di rumah

Cacar air sangat mudah menular, dan seseorang bisa menularkan virus sejak 1-2 hari sebelum ruam muncul sampai semua bintil mengering, yang biasanya sekitar 5-7 hari. Artinya, saudara kandung bisa saja sudah terpapar sebelum Moms menyadari Si Kecil sakit. Berikut langkah untuk mencegah cacar air menular ke saudara dan anggota keluarga lain.

1. Isolasi sampai semua bintil mengering

Si Kecil sebaiknya tidak bersekolah, bermain dengan teman, atau bepergian sampai seluruh bintil kering, bukan hanya sampai demamnya turun. Keropeng tidak perlu lepas semua, yang penting tidak ada lagi lenting berisi cairan.

2. Pisahkan ruangan bila memungkinkan

Kalau bisa, istirahatkan Si Kecil di kamar terpisah dengan ventilasi yang baik, dan batasi kontak dekat dengan saudara. Bila rumah tidak memungkinkan, kurangi waktu bermain bersama dan hindari saling berpelukan.

3. Pisahkan peralatan pribadi

Gunakan piring, gelas, handuk, dan pakaian tersendiri untuk Si Kecil, dan cuci terpisah dari milik anggota keluarga lain. Jangan berbagi makanan atau minuman, karena virus bisa menyebar lewat cairan tubuh dan percikan.

4. Biasakan cuci tangan dan etika batuk

Cuci tangan dengan sabun setelah merawat Si Kecil, ajarkan menutup mulut saat batuk atau bersin, dan buang tisu bekas ke tempat sampah tertutup. Kebiasaan sederhana ini sangat membantu memutus rantai penularan.

5. Cek status saudara kandung

Anak yang sudah pernah cacar air atau sudah divaksin umumnya terlindungi. Bila ada saudara yang belum keduanya, tanyakan ke dokter apakah vaksin varisela setelah paparan masih bisa diberikan, karena vaksin dalam 3-5 hari setelah terpapar berpotensi mencegah atau meringankan penyakit. Tetap pantau gejala hingga sekitar tiga minggu, karena masa inkubasinya bisa mencapai 21 hari.

6. Lindungi anggota keluarga berisiko

Jauhkan Si Kecil dari bayi baru lahir, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Bila mereka sudah terlanjur terpapar, segera hubungi dokter karena mereka berisiko mengalami komplikasi yang lebih berat.

Menggaruk bikin cacar air makin parah?

Pertanyaan ini benar adanya, Moms. Di sinilah peran Moms paling besar. Menggaruk atau memecahkan lenting dapat membuka luka pada kulit sehingga bakteri mudah masuk dan memicu infeksi sekunder, dan juga bisa meninggalkan bekas luka atau cekungan permanen. Karena itu, mengendalikan rasa gatal sama pentingnya dengan merawat penyakitnya. Beberapa cara praktis untuk anak.

1. Potong kuku sampai pendek dan bersih

Kuku pendek mengurangi kerusakan kulit bila Si Kecil menggaruk tanpa sadar, terutama saat tidur. Tambahkan sarung tangan katun tipis di malam hari bila perlu.

2. Mandi air suam-suam kuku

Mandi tetap dianjurkan untuk menjaga kebersihan serta mengurangi gatal, dan tidak ada larangan medis untuk mandi saat cacar air. Setelah mandi, keringkan dengan menepuk-nepuk handuk lembut, jangan digosok agar lenting tidak pecah.

3. Pakaikan baju katun yang longgar

Bahan lembut dan menyerap keringat mengurangi gesekan sekaligus mencegah keringat terperangkap yang memperberat gatal. Jaga suhu ruangan tetap sejuk dan nyaman.

4. Tepuk atau kompres dingin, jangan garuk

Ajarkan Si Kecil menepuk lembut atau menekan area yang gatal, atau kompres dengan kain dingin dan bersih. Cara ini meredakan gatal tanpa merusak lenting.

5. Tanyakan obat gatal ke dokter atau apoteker

Losion pereda gatal atau antihistamin bisa membantu, tetapi pilih yang sesuai usia dan anjuran tenaga kesehatan, bukan sembarang produk.

6. Alihkan perhatian

Mendongeng, mewarnai, atau menonton tontonan favorit membuat Si Kecil lebih sedikit memikirkan rasa gatalnya.
Tidak ada trik instan untuk membuat cacar air cepat kering. Menaburkan bedak atau ramuan tradisional pada lenting justru tidak dianjurkan karena bisa menyumbat dan memicu iritasi atau infeksi. Yang benar-benar membantu adalah tidak memecahkan lenting, menjaga kulit bersih dan kering, dan memberi Si Kecil waktu istirahat yang cukup.

Makanan dan kebiasaan untuk memulihkan cacar air

Saat tubuh melawan virus, Si Kecil butuh cairan dan nutrisi yang cukup. Berikut makanan dan kebiasaan yang membantu penyembuhan cacar air:

1. Cukupi cairan

Tawarkan air putih sedikit demi sedikit sepanjang hari, dan lanjutkan ASI bagi bayi yang masih menyusu. Demam dan keringat membuat anak mudah dehidrasi, apalagi bila sulit makan.

2. Beri makanan bergizi seimbang

Pilihan seperti nasi, sup, bubur, telur, ayam, ikan, sayur, dan buah membantu daya tahan tubuh dan pemulihan kulit. Tidak ada larangan medis untuk telur, ikan, atau ayam kecuali Si Kecil memang punya alergi.

3. Pilih makanan lunak bila ada bintil di mulut

Bintil di dalam mulut bisa membuat sulit menelan. Pilih makanan lembut dan hindari yang terlalu pedas, asin, atau asam seperti jeruk dan minuman kemasan yang asam.

4. Utamakan istirahat

Tidur dan istirahat cukup membantu tubuh memulihkan diri dan membuat Si Kecil lebih tenang. Beri aktivitas tenang di dalam rumah selama masa isolasi.

5. Turunkan demam dengan aman

Parasetamol umumnya dipakai untuk demam dan nyeri pada cacar air, dengan takaran sesuai berat badan dan anjuran dokter. Jangan memberikan aspirin pada anak, dan tanyakan dulu ke dokter sebelum memberi obat lain.

6. Jaga kebersihan kulit

Ganti pakaian dan sprei secara teratur agar kulit tidak lembap dan iritasi. Kulit bersih menurunkan risiko infeksi bakteri pada bintil yang pecah.

Kapan harus ke dokter?

1. Demam tinggi berlangsung lebih dari beberapa hari 

Demam memang dapat menyertai cacar air, terutama pada awal penyakit. Namun, jika demam berlangsung lebih lama dari biasanya atau kembali muncul setelah Si Kecil sempat membaik, Moms perlu mewaspadai kemungkinan infeksi sekunder atau komplikasi lain. 

2. Kulit di sekitar bintil menjadi meradang 

Lenting cacar air yang pecah atau tergaruk dapat menjadi jalan masuk bagi bakteri dan menyebabkan infeksi pada kulit. Moms perlu waspada jika kemerahan semakin meluas, rasa nyeri bertambah, atau muncul nanah di sekitar bintil. Kondisi ini perlu diperiksa dokter karena infeksi bakteri membutuhkan pengobatan khusus. 

3. Napas cepat, sesak, atau batuk terus-menerus

Meski tidak selalu terjadi, cacar air dapat menimbulkan komplikasi pada paru-paru. Jika Si Kecil mengalami batuk yang semakin berat, napas lebih cepat dari biasanya, atau tampak kesulitan bernapas, jangan menunda pemeriksaan medis. 

4. Sakit kepala hebat

Gejala ini bukan bagian yang boleh dianggap wajar dari cacar air karena dapat menandakan komplikasi serius yang memengaruhi sistem saraf. Perhatikan jika Si Kecil mengeluhkan sakit kepala yang sangat berat, tampak kebingungan, sulit menjaga keseimbangan, atau tidak merespons seperti biasanya. 

5. Tidak nafsu makan, minum & disertai muntah

Demam dan rasa tidak nyaman akibat cacar air dapat membuat Si Kecil kehilangan nafsu makan dan minum. Selain itu, bintil di dalam mulut bisa menyebabkan rasa perih saat menelan sehingga anak enggan minum. Jika cairan yang masuk tidak mencukupi, Si Kecil berisiko mengalami dehidrasi. 

6. Bintil muncul di dekat mata atau mata menjadi merah dan nyeri

Ruam yang muncul di sekitar mata perlu mendapat perhatian khusus, terutama jika disertai pembengkakan, rasa sakit, sensitivitas terhadap cahaya, atau perubahan penglihatan. Kondisi ini perlu diperiksa untuk memastikan apakah cacar air turut memengaruhi bagian mata yang membutuhkan penanganan khusus. 

Hubungi dokter sejak awal bila pasien adalah bayi, ibu hamil, orang dengan daya tahan tubuh lemah (misalnya sedang menjalani kemoterapi atau terapi steroid), atau anak dengan eksim berat, karena kelompok ini berisiko mengalami bintik cacar air terus bertambah yang lebih berat. 

Pada kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan obat antivirus, dan hasilnya lebih baik bila diberikan sedini mungkin sejak ruam muncul. Bila Moms ragu, lebih baik periksakan lebih cepat daripada menunggu. (MB/RA/RF/Foto: Magnific)