FAMILY & LIFESTYLE

The Lounge by CASA Hadir di Art Jakarta 2026 dengan Tema CHROMA


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Moms, pernah nggak sih, masuk ke sebuah ruangan lalu langsung merasakan suasananya, bahkan sebelum sempat memperhatikan detail furnitur atau dekorasinya? Bisa jadi, warna punya peran besar di balik pengalaman tersebut. Warna bukan hanya soal cantik atau tidaknya sebuah ruang, tetapi juga bisa membangun mood, memberi karakter, bahkan memengaruhi cara kita berinteraksi di dalamnya.

Hal inilah yang coba dieksplorasi CASA Indonesia melalui The Lounge by CASA di Art Jakarta 2026, yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema “CHROMA”, The Lounge by CASA mengajak pengunjung melihat warna dari perspektif yang berbeda: bukan sekadar elemen visual, tetapi sebagai bagian dari pengalaman ruang.

CHROMA: Ketika Warna Menjadi Pengalaman

Dalam dunia seni dan desain, warna dapat menjadi bahasa yang mempertemukan keduanya. Satu warna yang sama pun bisa menghasilkan pengalaman yang berbeda ketika diterjemahkan melalui konsep, material, bentuk, cahaya, dan karakter ruang.

Melalui tema CHROMA, CASA Indonesia mengeksplorasi bagaimana warna dapat membentuk ruang sekaligus memengaruhi emosi dan pengalaman pengunjung. CHROMA sendiri merujuk pada kemurnian dan intensitas sebuah warna, yang kemudian menjadi dasar dari keseluruhan konsep The Lounge by CASA tahun ini.

Menariknya, konsep visualnya terinspirasi dari permainan LUDO yang sederhana dan akrab. Warna dan bentuk diterjemahkan menjadi empat area dengan karakter berbeda, yaitu DECLARATION, EXPRESSION, DIMENSION, dan ILLUSION.

Keempat pendekatan ini menjadi cara CASA Indonesia untuk menunjukkan bahwa satu bahasa visual dapat diterjemahkan menjadi pengalaman yang sangat beragam. Untuk mewujudkannya, CASA Indonesia menggandeng empat studio desain dan arsitektur, yaitu Studio Talk, K-Thengono Design Studio, Rumanara, dan Spatial Sonata.

Raisa Benaya Ranti selaku Managing Editor CASA Indonesia mengatakan, “Tahun kedua ini terasa istimewa bagi kami, karena kami percaya kolaborasi seperti ini tumbuh lebih bermakna setiap kali diulang. Lewat The Lounge by CASA, kami ingin terus menjadi ruang bagi para arsitek dan desainer Indonesia untuk bereksperimen dan menerjemahkan idenya ke dalam bentuk yang bisa dirasakan, bukan hanya dilihat. Kali ini kolaborasi kami semakin besar, melibatkan empat expert dengan warna dan karakter yang berbeda-beda. Satu VIP Lounge ini akan dibagi menjadi empat area dengan konsepnya masing-masing."

Empat Warna, Empat Interpretasi

Pada area DECLARATION, Studio Talk menghadirkan desain dengan karakter yang berani, grafis, dan kuat. Studio yang berbasis di Jakarta dan Bali ini didirikan oleh Talisa Danubrata, Adi Janitra, Anissa Santoso, Levina Limanjaya, dan Karina Wiriadidjaja.

Studio Talk dikenal dengan pendekatan yang memadukan fungsi, material, emosi, serta pengalaman manusia. Untuk The Lounge by CASA, karakter tersebut diterjemahkan melalui warna merah yang bold, bentuk skulptural, permainan cahaya, serta atmosfer yang dramatis tetapi tetap refined.

“Studio Talk selalu mengusung fun, playful, dan family friendly. Saat diajak berkolaborasi dengan CASA untuk warna merah yang bold, dramatic, dan graphic, kami terinspirasi dari konsep board game Ludo itu sendiri untuk konsep declaration. Kami terapkan lewat flooring checker board yang jadi ide utama sekaligus pembagi zona: dining corner, lounge corner, dan kids corner. Di tiap perancangan kami, selalu ada playful twist di ruang kami yang bisa dilihat di VIP Lounge nanti,” ujar Studio Talk.

Beranjak ke EXPRESSION, suasana menjadi lebih spontan dan dinamis. K-Thengono Design Studio, yang berbasis di Jakarta Utara dan didirikan oleh desainer Kelvin Thengono, menghadirkan pendekatan eksploratif melalui bentuk fluid, komposisi spasial yang dinamis, serta perpaduan antara seni, craftsmanship, dan arsitektur.

Warna kuning yang ceria menjadi medium untuk menerjemahkan konsep yang terinspirasi dari childhood memory. Ruang pun dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih intuitif dan emosional.

“Untuk The Lounge by CASA, kami menghadirkan Gravity as a Sculpture dengan warna kuning yang ceria, terinspirasi dari childhood memory lewat bentuk bed fortress menggunakan waste fabric yang di-attach dengan gravitasi. Ada dua space, satu lebih intimate dan remang, satu lagi di-compress secara horizontal membentuk imaginary world,” jelas Kelvin Thengono.

Sementara itu, DIMENSION mengeksplorasi kedalaman, lapisan, material, dan volume. Rumanara, yang didirikan oleh Dwi Andika, menghadirkan pendekatan yang terasa intim sekaligus sophisticated melalui perpaduan elemen organik, tekstur berlapis, serta perhatian pada bagaimana manusia bergerak dan merasakan ruang.

Terinspirasi dari lukisan Green Wheat Field with Cypress karya Van Gogh, warna hijau diterjemahkan menjadi ruang yang dekat dengan alam dan terasa santai. Pengalaman yang ditawarkan pun tidak berhenti pada apa yang terlihat, tetapi juga mengajak pengunjung menikmati permainan cahaya, material, atmosfer, hingga elemen landscape.

Dwi Andika mengatakan, “Untuk The Lounge by CASA, kami mengangkat warna hijau yang melambangkan dimension, terinspirasi dari backyard yang dekat dengan alam dan berkesan santai. Kami ingin menghadirkan ruang yang terasa seperti taman dengan paviliun, tempat orang bisa duduk, ngobrol, dan menikmati karya seni, menggabungkan elemen arsitektur, interior, produk, landscape, dan seni dalam satu ruang.”

Terakhir, ada ILLUSION yang mengajak pengunjung melihat ruang dari perspektif yang berbeda. Spatial Sonata, yang dipimpin oleh Eric Ekaputra dan Ilka Jovita, mengambil objek yang sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari, yaitu kabinet, lalu mengolahnya menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda.

Elemen-elemen kabinet seperti panel, rak, permukaan, dan struktur dipisahkan lalu dirangkai kembali menjadi komposisi spasial baru. Dari sekadar furnitur, kabinet kemudian menjadi bagian dari arsitektur yang membentuk dinding, partisi, display, hingga area duduk di dalam The Lounge by CASA.

Eric Ekaputra dan Ilka Jovita menuturkan, “Kami membawa warna biru untuk illusion di The Lounge by CASA, dengan ide controlled chaos, sebuah box yang awalnya rapi lalu explode dan mengubah behavior ruangnya. Ruang ini didesain multifungsi, bisa untuk meeting, berbincang, atau berinteraksi, dengan sistem yang lebih kontradiktif.”

Ketika Seni dan Desain Bertemu dalam Satu Ruang

Keempat pendekatan tersebut akhirnya bertemu dalam satu ruang yang sama. Alih-alih menawarkan satu definisi tentang warna dan desain, The Lounge by CASA memberikan kesempatan bagi berbagai karakter untuk hadir berdampingan.

Ada ruang yang terasa tegas dan grafis, ada yang ekspresif dan fluid, ada yang hangat dan berlapis, hingga ruang yang bermain dengan persepsi dan ilusi. Semuanya berbeda, tetapi tetap terhubung melalui satu benang merah: warna.

Bagi CASA Indonesia, kehadiran The Lounge by CASA di Art Jakarta 2026 juga menjadi cara untuk membawa desain keluar dari batas-batas ruangnya sendiri. Desain tidak lagi hanya menjadi sesuatu yang dilihat, tetapi juga sesuatu yang bisa dirasakan, ditafsirkan, dan dialami secara langsung.

Mita Soedarjo selaku Direktur MRA Media mengatakan, “Sebagai bagian dari MRA Media, CASA Indonesia memiliki peran untuk terus menghadirkan dan memperluas percakapan mengenai arsitektur, desain, serta perkembangan industri kreatif di Indonesia. Melalui The Lounge by CASA di Art Jakarta 2026, peran tersebut kami bawa ke dalam sebuah pengalaman yang mempertemukan berbagai perspektif desain melalui tema CHROMA. Kehadiran empat studio dengan pendekatan yang berbeda menjadi representasi bagaimana CASA Indonesia sebagai media dapat menjadi ruang untuk mengangkat ide, karya, dan perspektif kreatif sekaligus mempertemukannya dengan komunitas dan audiens yang lebih luas.”

Sebagai media premium yang berfokus pada arsitektur, desain interior, travel, dan lifestyle, CASA Indonesia memang tidak hanya menghadirkan informasi mengenai tren desain dan karya kreatif dari dalam maupun luar negeri. Sebagai bagian dari MRA Media Group, CASA Indonesia juga menjadi ruang yang mempertemukan arsitek, desainer, art collector, design enthusiast, brand, dan komunitas kreatif.

Sementara itu, Art Jakarta menjadi salah satu ruang penting yang mempertemukan berbagai praktik kreatif di kawasan. Diselenggarakan di bawah MRA Media, Art Jakarta mempertemukan galeri, seniman, kolektor, institusi budaya, serta berbagai pelaku industri kreatif dalam satu ekosistem seni kontemporer. Di dalamnya, VIP Lounge menjadi ruang sosial yang mempertemukan berbagai figur dari dunia seni, desain, dan kolektor selama penyelenggaraan pameran.

Lewat The Lounge by CASA, CASA Indonesia kembali menunjukkan bahwa desain bisa menjadi pengalaman yang jauh lebih personal daripada sekadar apa yang terlihat. Karena pada akhirnya, satu warna bisa memiliki banyak cerita, tergantung bagaimana kita melihat, merasakan, dan mengalaminya.

Kalau Moms sendiri, warna apa yang paling bisa menggambarkan suasana hati atau karakter rumah Moms saat ini? (MB/TW/Dok. MRA Media)