Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Buat Moms yang ingin menikmati akhir pekan dengan suasana berbeda, Art Jakarta 2026 bisa jadi salah satu pilihan menarik. Bukan hanya untuk pencinta seni, ajang seni rupa kontemporer ini juga menawarkan pengalaman untuk melihat lebih dekat berbagai karya, ide, dan perspektif baru dari seniman Indonesia maupun mancanegara.
Art Jakarta resmi dibuka hari ini sebagai edisi ke-16 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Berlangsung pada 2–4 Oktober 2026, penyelenggaraan tahun ini kembali menegaskan komitmen Art Jakarta dalam menghadirkan galeri-galeri dari Asia Tenggara dan berbagai kawasan lainnya.
Tak hanya satu ajang seni
Selama perjalanannya, Art Jakarta terus memperluas cakupan program melalui dua ajang khusus yang memiliki karakter berbeda. Art Jakarta Gardens berfokus pada karya seni rupa luar ruangan dan site specific, sekaligus membawa pengalaman menikmati seni ke ruang terbuka. Sementara itu, Art Jakarta Papers hadir dengan fokus pada praktik seni berbasis kertas, memberikan ruang bagi karya-karya yang mungkin kurang mendapatkan sorotan dalam format pekan seni konvensional.
Keduanya telah digelar masing-masing pada Februari dan Mei lalu. Kehadiran dua program ini menunjukkan upaya Art Jakarta untuk terus mendiversifikasi program sekaligus memperkenalkan Moms dan pencinta seni pada lebih banyak medium dan pendekatan dalam seni rupa.
Pada edisi ke-16 ini, Art Jakarta menyambut 75 galeri. Lebih dari separuhnya merupakan galeri Indonesia, sementara 33 galeri lainnya berasal dari berbagai negara. Menariknya, sebanyak 19 galeri berpartisipasi untuk pertama kalinya tahun ini. Kehadiran para peserta baru ini menjadi salah satu penanda meningkatnya pertumbuhan dan minat terhadap Art Jakarta dari tahun ke tahun.
Dibuka dengan konferensi pers dan VIP Preview
Art Jakarta 2026 dibuka dengan konferensi pers di Stage pada pukul 14.00 WIB yang dihadiri oleh kalangan media. Fair Director Tom Tandio hadir bersama perwakilan para Lead Partner dan tamu VIP, termasuk Andrew Lee (Julius Baer), William (Bibit and Stockbit), Anang Samsudin (Treasury), Rita Christiana (BCA), dan Mita Soedarjo (MRA Media). Sebelumnya, VIP Preview telah dibuka dan berlangsung pada pukul 13.00–18.00 WIB, dilanjutkan dengan vernissage pada pukul 18.00–21.00 WIB.
Menurut Fair Director Tom Tandio, “Senang sekali bisa menghadirkan kembali Art Jakarta, setelah keberhasilan Art Jakarta Gardens dan Art Jakarta Papers yang telah terselenggara beberapa waktu sebelum ini. Art Jakarta terus tumbuh sebagai pekan seni internasional yang menghubungkan kancah seni rupa Indonesia dan dunia internasional. Seiring pertumbuhan ini, berbagai komunitas dan elemen yang membentuk ekosistem seni tumbuh mengiringi kami: seniman, galeri, kolektor, kurator, pecinta seni, dan banyak lagi lainnya. Dengan bangga, kami membawakan prakarsa-prakarsa penting untuk memajukan sektor seni Indonesia, termasuk Korea Focus, menampilkan 14 galeri muda yang menjanjikan dari Korea Selatan, dan SCOPE, yang didukung oleh MTN Seni Budaya, untuk menghimpun enam pekan seni yang sedang muncul dari seluruh Indonesia. Kami harap Art Jakarta dapat terus berperan untuk ekosistem-ekosistem seni di kawasan ini.”
Dari Julius Baer, Andrew Lee, Interim Market Head for South East Asia, berkomentar, “Seni rupa adalah bagian integral dari identitas Julius Baer selama berpuluh-puluh tahun, merefleksikan keyakinan kami dalam kemampuannya untuk meluaskan perspektif dan memantik percakapan. Sebagai grup wealth management terdepan dari Swiss, sembari merayakan 20 tahun kehadiran di Asia, kami senang sekali dapat melanjutkan kemitraan dengan Art Jakarta, tahun ini untuk yang kelima kalinya. Kolaborasi kami dengan Handiwirman Saputra di lounge kami mempertunjukkan kekuatan kreativitas yang transformatif. Pengalaman Kuasa Alam yang interaktif mengundang pengunjung untuk melibatkan diri dengan seni dan menjelajahi hubungan yang unik dengan alam, dengan cara menyesuaikan karya seni cetaknya sendiri. Seperti halnya kami menyesuaikan solusi khusus dalam wealth management untuk aspirasi individual, pengalaman ini memupuk ekspresi kreatif yang amat sangat personal.”
Dalam sambutannya, William, Head of PR & Corporate Communication of Bibit and Stockbit, menjelaskan karya instalasi yang disajikan, “Melalui Lost at Sea, kami menjelajahi gagasan tentang kemampuan adaptif, sesuatu yang esensial tidak hanya dalam pendidikan dan pembelajaran, tapi juga dalam mengarungi perjalanan finansial sebagai investor. Instalasi perahu Endry Pragusta merefleksikan gagasan ini dengan indah, mengundang kita untuk memikirkan bagaimana menyesuaikan diri dan tetap ulet seiring perubahan situasi. Bibit dan Stockbit juga ingin agar pengalaman ini bersifat interaktif dan personal, sehingga pengunjung dapat ambil bagian dalam aktivasi penulisan dan origami ini dalam rangka mengekspresikan dan memvisualisasikan harapan serta aspirasi bersama-sama.”
Turut membeberkan presentasi Treasury, Anang Samsudin, Head of PR and Partnership di Treasury, menambahkan, “Melalui kolaborasi Treasury dengan Art Jakarta, kami ingin mengeksplorasi bagaimana nilai dapat dimaknai melampaui sesuatu yang berwujud. Ada hal-hal yang memiliki nilai begitu tinggi tanpa pernah memiliki berat. Ada pula hal-hal yang terasa begitu nyata, tanpa perlu kita menghadirkan wujudnya dan menyentuhnya. Perspektif inilah yang ingin kami hidupkan, dengan menjadikan seni sebagai medium untuk memaknai dan merasakan kembali arti sebuah nilai.”
Menutup konferensi pers, Rita Christiana, Senior Vice President dari BCA, mengungkapkan, “Sektor ekonomi kreatif di Jakarta, termasuk seni rupa kontemporer, terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir, menyumbangkan Rp407,8 triliun atau 10% dari produk domestik regional bruto (PDRB) Jakarta pada 2025. Sebagai institusi perbankan, BCA percaya bahwa kita perlu mendukung sektor ini bersama-sama dengan pihak-pihak lain secara lintas sektor. Itu mengapa BCA bangga bisa hadir dan berpartisipasi di Art Jakarta, serta mendukung para seniman, kurator, dan kolektor. Dan, untuk turut memastikan pengalaman yang mulus dan menyenangkan selama fair berlangsung, program kami menawarkan diskon khusus untuk pembelian tiket, cashback, dan opsi cicilan.”
Keberlangsungan edisi tahun ini memang tak lepas dari dukungan jajaran Lead Partners Art Jakarta 2026: Julius Baer, Bibit dan Stockbit, Treasury, dan BCA. Keempat mitra yang kembali bergabung ini menyemarakkan dan menambah antusiasme pameran melalui serangkaian Presentasi Khusus.
Merayakan 20 tahun kehadirannya di kawasan Asia, grup wealth management Julius Baer mempertegas komitmen terhadap komunitas seni rupa Indonesia dengan mendukung Art Jakarta untuk tahun kelimanya. VIP lounge Julius Baer menampilkan kolaborasi khusus dengan Handiwirman Saputra (lahir 1975), salah satu perupa kontemporer Indonesia yang diakui secara internasional.
Handiwirman dikenal lewat kemampuannya mengolah material sehari-hari menjadi karya seni yang memikat. Selain penampilan seri terbaru Penampang Taut Berpilin serta sejumlah lukisan barunya, para tamu diajak untuk berpartisipasi dalam Kuasa Alam (The Might of Nature), karya aktivasi interaktif di mana pengunjung dapat melakukan kustomisasi art print mereka sendiri. Aktivitas ini mendorong ekspresi kreatif yang terinspirasi oleh hubungan individu dengan alam.
Aplikasi investasi digital yang telah memenangkan berbagai penghargaan, Bibit dan Stockbit, menggandeng perupa asal Yogyakarta, Endry Pragusta dalam merancang karya Lost at Sea. Melalui instalasi berbentuk perahu, seniman ini ingin memperlihatkan paralel antara kemampuan penyesuaian dan adaptasi yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran, serta ketangguhan yang dibutuhkan seorang investor untuk menavigasi pasang-surut perjalanan finansialnya. Di saat bersamaan, pengunjung diundang untuk berpartisipasi dalam aktivitas menulis dan origami sebagai media untuk menuangkan harapan serta aspirasi mereka secara kolektif.
Sementara itu, Treasury, platform investasi emas digital terkemuka, berkolaborasi dengan pemenang Treasury Art Prize tahun ini, Etza Meisyara. Presentasinya, Gravity of the Unheld, merupakan instalasi intermedia dan multisensori yang menjelajahi peralihan wujud emas dari sekadar logam mulia menjadi manifestasi nilai-nilai kemuliaan yang transenden. Instalasi ini melibatkan pandangan, penciuman, dan pendengaran untuk membangkitkan kesan kemuliaan dan kepercayaan, mengundang pengunjung untuk melambatkan langkah dan membawa pulang pengalaman melampaui karya itu sendiri.
BCA, institusi perbankan terkemuka, turut meramaikan melalui myBCA District One, di mana para pengunjung dapat mencoba berbagai fitur perbankan yang dirancang sebagai pengalaman banking yang nyaman dan inovatif. Pengunjung dapat berpartisipasi dan menikmati beragam aktivitas di booth interaktif ini, yang menampilkan fitur-fitur myBCA, termasuk Poket Valas, Poket Rupiah, aktivasi in-app OTP, dan The New Gacha Berhadiah. BCA juga kembali menawarkan penawaran eksklusif untuk setiap transaksi yang berlangsung di Art Jakarta.
Dinamika pameran edisi 2026 kian menguat melalui kolaborasi para Main Partners dengan jajaran perupa dan studio-studio desain.
iForte dan Protelindo Group menyajikan Hutan Kabel, instalasi karya seniman Agnes Hansella. Mengambil sumber dari pola pertumbuhan sejenis beringin di kampung halamannya di Kalimantan Tengah, seniman ini mengandaikan infrastruktur kabel yang beradaptasi dengan ruang arsitektur sebagai jejaring sulur-suluran pepohonan yang saling bertaut. Dibangun dari ribuan meter limbah kabel tak terpakai dari iForte, instalasi ini merentang di ruangan bagaikan kanopi, men fiber optik yang terhubung dengan sensor interaktif yang merespons pergerakan pengunjung secara real-time.
TACO, Main Partners yang kembali bergabung, menghadirkan instalasi karya Aji Fajar/Palette Studio, The Curiosity Engine, untuk menjelajahi bagaimana keingintahuan membuka jalan menuju cakrawala baru. Karya ini berpusat pada bentuk melingkar yang merepresentasikan matahari, dikelilingi unsur-unsur taktil yang ganjil tapi akrab, dan terungkap lewat interaksi. The Curiosity Engine mengundang pengunjung untuk mengalami bagaimana mekanisme yang familier dapat terbebas dari fungsinya yang biasa dan membangunkan keingintahuan dari dalam diri.
Dua Main Partners Art Jakarta 2026 hadir dengan mempersembahkan para pemenang kompetisi seni masing-masing. SUPERMUSIC menghadirkan para pemenang dari kompetisi ART MEETS MUSIC. Kompetisi ini mengundang para peserta untuk menerjemahkan energi, gestur, dan gaya hidup skena musik alih-alih sekadar menampilkan atribut genre musik atau representasi harfiah musisi di panggung. Di sisi lain, MR.D.I.Y. selaku Main Partners baru tahun ini memajang karya dari tujuh pemenang MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 yang mengusung tema “Strength & Resilience”, menyoroti kualitas yang menempa baik individu maupun komunitas. Presentasi ini juga menampilkan enam penerima penghargaan dari rangkaian kompetisinya di Malaysia dan Thailand.
Kolaborasi brand dan produk bersama para perupa juga membuahkan bentuk kreativitas yang memikat.
ALCHEMIST, brand parfum yang menyajikan koleksi wangi-wangian unik, istimewa, dan terkurasi, berkolaborasi dengan pelukis kontemporer asal Jepang, Mai Yokoyama. Di seluruh booth dan pengemasan produk, ia menghadirkan The Sphinx (sosok yang menubuhkan kecerdasan manusia sekaligus kekuatan imajinasi) untuk berdialog dengan ALCHEMIST.
Darbotz terpilih sebagai kolaborator jaringan kafe DJOURNAL, bersama-sama menciptakan desain custom yang diterjemahkan dalam bentuk merchandise eksklusif, tiga kreasi kopi, desain booth, dan karya patung. Perjumpaan identitas ini mengundang pengunjung untuk membangkitkan “Monster of Excitement” dari dalam diri.
Adapun MINI menghadirkan semangat kolaborasi bersama desainer Paul Smith ke booth-nya di Art Jakarta, mengusung individualitas dan optimisme melalui warna-warna menonjol, garis-garis yang khas, dan detail tulisan tangan. Melalui booth-nya, MINI mengajak pengunjung mengeksplorasi beragam gagasan personal tentang pemaknaan “destinasi”.
Art Jakarta tahun ini juga menjadi ajang penyambutan jajaran Main Partners baru, salah satunya AIA. Melalui The Living Legacy, AIA mempersembahkan kolaborasi bersama Maestro Batik Iwan Tirta, menelusuri ingatan dan jejak-jejak yang membentuk masa kini serta apa yang pada gilirannya nanti akan diwariskan kepada generasi mendatang.
EDISII, penerbit karya seni rupa cetak yang pertama di Indonesia, berkolaborasi dengan para seniman untuk memproduksi karya seni cetak museum-grade berkualitas tinggi, berbasis karya yang sudah ada atau yang diciptakan sebagai edisi terbatas. Setelah memberi dukungan pada Art Jakarta Papers Februari lalu, EDISII kembali dengan sepilihan karya oleh Andy Dewantoro, Arin Dwihartanto Sunaryo, Cecil Mariani & Paul Kadarisman, Indra Leonardi, Iwan Effendi, Naufal Abshar, Sunaryo, Ugo Untoro, dan Yusra Martunus.
Aesop, brand perawatan kulit, rambut, dan tubuh dari Australia, hadir dengan Aesop Women’s Library, di mana dipajang rak-rak buku yang memuat lebih dari 1.500 buku oleh pengarang perempuan, yang dapat dikoleksi pengunjung sebagai hadiah sastra. Edisi 2026 ini, berjudul “Body of Work: from pulse to page” merayakan bagaimana penulisan yang berpusat pada tubuh perempuan bisa memperlihatkan lebih jauh identitas-identitas yang terlewatkan, serta menyingkapkan kecantikan tersembunyi saat pengalaman ketubuhan timbul melalui bahasa.
Merentang di sepanjang kisaran topik dan genre, seleksi khusus tahun ini terdiri atas tujuh judul dalam bahasa Inggris dan Indonesia dari penerbit-penerbit lokal bergengsi, termasuk Gramedia.
Terakhir, The Transformation Lounge menawarkan sepintas pandang pada The Art of Transformation di The Solitaire, pusat bedah estetik dan kesehatan umur panjang kelas dunia, yang dibuka di Kawasan Ekonomi Khusus Sanur. The Solitaire menghadirkan dokter bedah plastik kelas dunia dan mitra klinik yang terkurasi cermat: World Class Plastic Surgeons, Hestia Women’s Clinic, Banobagi Plastic Surgery, Woori Plastic Surgery, Mojelim Hair Transplant, and Biogenix Regenerative Medicine & Longevity. Di sinilah presisi medis bertemu dengan keahlian seni.
Dengan semakin beragamnya program dan galeri yang hadir, Art Jakarta 2026 bukan sekadar ruang untuk melihat karya seni, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan seni kontemporer kepada lebih banyak orang, termasuk generasi muda dan keluarga.
Kalau Moms punya kesempatan mengajak keluarga menikmati Art Jakarta, karya seni seperti apa yang paling ingin Moms kenalkan kepada Si Kecil? (MB/TW/Dok. Art Jakarta)