BABY

Ini Beberapa Jenis Ikan yang Bagus untuk MPASI Bayi


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Sejak awal pemberiannya, MPASI yang diberikan pada bayi harus lengkap dan bergizi seimbang. Semua sumber nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin harus terpenuhi. Ikan untuk MPASI menjadi salah satu sumber protein yang bisa Moms berikan untuk Si Kecil.

Kabar baiknya, Moms tidak harus selalu memilih salmon yang harganya relatif lebih mahal. Ada berbagai ikan lokal yang mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket dan bisa diolah menjadi menu MPASI sehari-hari.

Kenapa ikan penting untuk MPASI bayi?

1. Mendukung pertumbuhan dan perkembangan otot

Ikan mengandung protein yang dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Untuk bayi, protein berperan dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan otot, serta berbagai proses penting di dalam tubuh.

2. Membantu perkembangan otak dan sistem saraf

Beberapa jenis ikan mengandung asam lemak omega-3, termasuk DHA dan EPA. DHA merupakan komponen penting dalam perkembangan otak dan retina, sedangkan EPA juga berperan dalam berbagai fungsi tubuh.

3. Menyediakan vitamin dan mineral penting

Selain protein dan lemak sehat, ikan juga dapat memberikan vitamin B12, vitamin D, selenium, dan mineral lainnya. Kandungannya bergantung pada jenis ikan dan cara pengolahannya.

4. Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang meningkat

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan energi dan zat gizi bayi meningkat. WHO merekomendasikan pemberian MPASI mulai sekitar usia enam bulan dengan makanan yang cukup gizi, aman, dan memiliki tekstur sesuai tahap perkembangan anak.

Rekomendasi ikan lokal yang bagus dan rendah merkuri untuk MPASI

Moms bisa memilih ikan lokal yang mudah ditemukan dan sesuai dengan anggaran keluarga. Beberapa pilihan berikut dapat dipertimbangkan sebagai variasi menu MPASI, dengan tetap memperhatikan kesegaran ikan.
Kandungan zat gizi setiap ikan dapat berbeda menurut spesies, ukuran, pakan, habitat, dan cara pengolahannya.

1. Ikan lele

Lele mudah ditemukan di pasar dan sering menjadi pilihan keluarga karena harganya relatif terjangkau. Ikan ini mengandung protein yang membantu memenuhi kebutuhan zat gizi untuk pertumbuhan bayi. Untuk MPASI, Moms dapat mengukus atau merebus lele hingga matang sempurna. Setelah itu, pisahkan daging dari kulit dan tulangnya dengan teliti sebelum dihaluskan atau dicampurkan ke dalam bubur.

2. Ikan kembung

Ikan kembung bisa menjadi alternatif salmon karena termasuk ikan berlemak yang mengandung omega-3. Ikan ini juga mudah ditemukan di pasar tradisional dengan harga yang sering kali lebih terjangkau dibandingkan salmon. Moms bisa mengolahnya dengan cara dikukus atau direbus tanpa tambahan garam berlebihan. Karena ikan kembung memiliki duri yang perlu diperhatikan, pastikan dagingnya sudah diperiksa dengan teliti sebelum diberikan kepada Si Kecil.

3. Ikan patin

Patin memiliki tekstur daging yang relatif lembut sehingga dapat diolah menjadi menu MPASI. Ikan ini mengandung protein dan lemak, dengan komposisi yang bergantung pada jenis serta cara pemeliharaannya. Untuk mengurangi risiko tersedak, masak patin hingga matang, sisihkan durinya, lalu sesuaikan teksturnya dengan kemampuan makan bayi. Patin dapat dicampurkan dengan nasi, kentang, atau sayuran yang sudah diolah hingga lembut.

4. Ikan teri

Teri merupakan ikan kecil yang dapat menjadi pilihan sumber protein dan mineral. Pada teri yang dimakan bersama tulangnya, kandungan kalsiumnya juga bisa menjadi nilai tambah. Namun, Moms perlu memerhatikan jenis teri yang digunakan. Teri asin atau teri yang sudah ditambahkan banyak garam bukan pilihan ideal untuk MPASI bayi.

5. Ikan nila

Nila memiliki daging yang relatif mudah diolah dan dapat menjadi variasi sumber protein untuk MPASI. Rasanya juga cukup ringan sehingga bisa dipadukan dengan berbagai bahan makanan. Setelah dimasak hingga matang, periksa dagingnya secara menyeluruh untuk memisahkan duri. Moms bisa mencampurkannya dengan bubur nasi, labu, atau sayuran lain agar menu Si Kecil tetap beragam.

Baca juga:Panduan Lengkap MPASI Pertama untuk Bayi 6 Bulan

Ikan air tawar & ikan laut untuk MPASI, apa bedanya?

Ikan air tawar dan ikan laut sama-sama bisa menjadi pilihan protein hewani untuk MPASI. Perbedaannya terletak pada jenis ikan, kandungan gizi, tekstur daging, jumlah duri, serta karakteristik habitatnya.

Ikan air tawar, seperti lele, patin, dan nila, relatif mudah ditemukan di pasar lokal. Sementara itu, ikan laut seperti kembung dan sarden dapat menjadi sumber omega-3 yang baik, terutama pada jenis ikan yang berlemak.

Sebenarnya, Moms tidak harus memilih salah satunya saja. Hal terpenting adalah memberikan ikan yang aman, matang sempurna, bebas duri, dan memiliki kandungan nutrisi yang sesuai untuk melengkapi kebutuhan MPASI. Beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan saat memilih ikan meliputi:

1. Kandungan nutrisi

Ikan berlemak, seperti kembung dan sarden, umumnya mengandung lebih banyak omega-3. Namun, ikan air tawar tetap bisa menjadi sumber protein yang baik.

2. Kandungan merkuri

Kadar merkuri berbeda menurut spesies ikan, ukuran, dan lingkungan tempat ikan hidup. Karena itu, jenis ikan lebih penting untuk diperhatikan daripada sekadar membedakan ikan air tawar dan ikan laut.

3. Harga dan ketersediaan

Lele, patin, dan ikan lokal lain dapat menjadi pilihan yang lebih terjangkau. Moms bisa menyesuaikan menu dengan ketersediaan ikan segar di daerah masing-masing.

4. Tekstur dan duri

Setiap ikan memiliki struktur duri yang berbeda. Pilih ikan yang dapat diolah dengan mudah dan pastikan seluruh duri sudah dibuang sebelum diberikan kepada bayi.

Cara mengolah ikan untuk MPASI agar aman dan bebas duri

Memilih ikan yang bergizi saja belum cukup. Cara menyimpan, mengolah, dan menyajikannya juga perlu diperhatikan agar ikan aman dikonsumsi bayi. Berikut beberapa langkah yang bisa Moms terapkan di rumah.

1. Pilih ikan yang segar dan disimpan dengan benar

Pilih ikan yang disimpan dalam kondisi dingin dan tidak menunjukkan tanda kerusakan, seperti bau busuk yang menyengat atau tekstur daging yang berlendir secara tidak wajar. Jika membeli ikan beku, pastikan kemasannya utuh dan ikan disimpan sesuai petunjuk pada kemasan.

Segera simpan ikan di lemari pendingin jika tidak langsung diolah. Hindari membiarkan ikan mentah berada pada suhu ruang terlalu lama karena dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

2. Masak ikan hingga matang sempurna

Ikan untuk MPASI harus dimasak hingga bagian dalamnya matang sempurna. Moms dapat mengukus atau merebus ikan karena kedua cara ini memudahkan proses pengolahan tanpa perlu menambahkan banyak minyak.

3. Pisahkan duri dengan teliti

Duri ikan dapat menyebabkan bayi tersedak atau melukai saluran pencernaan. Karena itu, setelah ikan matang, pisahkan dagingnya dan periksa setiap bagian dengan pencahayaan yang baik. Berikan perhatian ekstra pada ikan yang memiliki banyak duri halus, seperti kembung. Jangan menganggap ikan sudah bebas duri hanya karena dagingnya telah disuwir atau dihaluskan.

4. Sesuaikan tekstur dengan usia bayi

Pada awal MPASI sekitar usia enam bulan, ikan bisa dihaluskan atau dilumatkan hingga menjadi tekstur lembut yang sesuai dengan kemampuan makan Si Kecil. Seiring bertambahnya usia dan keterampilan mengunyah, tekstur makanan dapat ditingkatkan secara bertahap.

5. Hindari tambahan garam berlebihan

Ikan sebenarnya sudah memberikan rasa gurih alami pada makanan. Untuk MPASI, hindari menambahkan garam berlebihan, penyedap tinggi natrium, atau bumbu yang tidak sesuai dengan kebutuhan bayi. Jika ingin memperkaya rasa, Moms bisa memadukan ikan dengan bahan lain, seperti labu, wortel, kentang, atau rempah yang sesuai.

Baca juga:Inspirasi Menu MPASI untuk Bayi 7 Bulan Selama Seminggu

Jenis ikan yang sebaiknya dihindari untuk MPASI bayi

Tidak semua ikan memiliki kadar merkuri yang sama. Merkuri, khususnya metilmerkuri yang dapat terakumulasi dalam tubuh ikan, perlu diperhatikan karena paparan berlebihan dapat mengganggu perkembangan sistem saraf anak.
Ikan besar yang berumur panjang dan berada di tingkat atas rantai makanan cenderung memiliki kadar merkuri lebih tinggi.

1. Ikan predator besar dengan kadar merkuri tinggi

Beberapa jenis ikan yang masuk kategori tinggi merkuri dalam panduan FDA dan EPA Amerika Serikat antara lain hiu, ikan todak atau swordfish, king mackerel, marlin, orange roughy, tilefish dari Teluk Meksiko, dan tuna mata besar atau bigeye tuna. Jenis-jenis tersebut sebaiknya tidak diberikan kepada bayi sebagai pilihan MPASI.

2. Ikan dari perairan yang tercemar

Selain spesies ikan, lokasi penangkapan juga perlu diperhatikan. Ikan yang berasal dari perairan dengan peringatan pencemaran dapat memiliki risiko kontaminan yang berbeda. Jika membeli ikan dari hasil tangkapan lokal, Moms sebaiknya memperhatikan informasi keamanan pangan dari otoritas setempat.

3. Ikan mentah atau setengah matang

Ikan mentah dan setengah matang sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena dapat membawa bakteri atau parasit yang menyebabkan penyakit. Untuk MPASI, selalu masak ikan hingga matang sempurna.

4. Ikan asin atau olahan tinggi garam

Ikan asin bukan pilihan ideal untuk MPASI karena kandungan garamnya yang tinggi. Begitu juga dengan produk ikan olahan yang mengandung banyak natrium atau bumbu tambahan.

Kunci memilih ikan untuk MPASI yang aman dan sesuai adalah memasaknya hingga matang sempurna, membuang duri dengan teliti, serta menyesuaikan teksturnya dengan tahap perkembangan bayi. Moms juga bisa mengombinasikan ikan dengan sumber karbohidrat, sayuran, dan lemak untuk menghasilkan menu MPASI yang lebih lengkap.(MB/RA/RF/Foto: Magnific)